
" Bai Hu! Feng Huang! Bunuh mereka!" Teriak Xu Tian dengan penuh kemarahan, menatap ketiga Dewa Istana Langit.
" Baik, penguasa!" Tanpa menunda waktu, Bai Hu dan Feng Huang langsung melesat ke arah Dewa Lan Shen, Dewa Hong Shen, dan Dewa Hei Shen yang terlihat sangat terkejut.
" Apa yang kalian lakukan? Apa kalian ingin menentang para Dewa di Istana Langit?" Teriak Dewa Lan Shen dengan marah.
" Berisik!" Ucap Bai Hu dengan melepaskan serangan Tapak Harimau.
" Dhuaaarrrr...." Serangan Bai Hu menghantam tubuh Dewa Lan Shen dengan keras.
" Sangat kuat!" Batin patrik kelima klan dan lainnya saat melihat serangan yang di lepaskan Bai Hu.
" Wushhh..." Feng Huang muncul di samping Dewa Hei Shen, lalu melepaskan serangan api Phoenix.
" Booms..." Serangan Feng Huang mampu di tahan oleh Dewa Hong Shen yang berkerja sama dengan Dewa Hei Shen.
Pertarungan di antara kelimanya membuat Arena Dewa bergetar dengan hebat.
Di tempat Xu Tian sendiri, terlihat bagaimana aura kehidupan kandungan Qing Ling semakin menghilang, membuat keadaan Qing Ling sendiri semakin melemah.
Hawa dingin terus keluar dari dalam tubuhnya, membuat wajah cantik Qing Ling semakin memucat.
Roh Phoenix secara perlahan membuka kedua mata, setelah sebelumnya aura hitam melesat keluar.
" Penguasa," Ucap Roh Phoenix dengan sedih, kini ia mulai tersadar dari pengaruh Roh jahat.
" Sejak kapan hal ini terjadi?" Tanya Xu Tian dengan terus membantu mengirimkan energi kehidupan miliknya.
" Aku juga baru menyadari hal ini saat penguasa putri terlahir kembali. Aku yang pada saat itu juga terbangun, menyadari adanya roh hitam yang tersegel di dalam tubuh penguasa putri, awalnya aku tidak terlalu memikirkan hal itu, apalagi siklus reinkarnasi yang di alami tuan putri sedikit berbeda dengan yang lainnya, di mana kekuatan sejatinya akan tetap berada di dalam tubuh meski harus melewati jutaan tahun lamanya. Hal itu membuat darah Phoenik abadi yang ada di dalam tubuhnya secara perlahan mulai kembali bangkit, namun keanehan terjadi saat aura hitam yang ternyata roh jahat secara perlahan menyerap kekuatan es abadi, hingga membuat tubuh dan jiwa penguasa putri terbangun lebih awal,"
" Bagaimana bisa roh jahat itu ikut berada di dalam tubuhnya?"
Roh Phoenix terdiam mencoba mengingat kejadian di masa lalu.
" Penguasa, orang yang membantu penguasa pada saat itu adalah penguasa putri," Ucap Roh Phoenix dengan menundukkan wajahnya.
Xu Tian yang mendengar ucapan itu menatap ke arah Roh Phoenix dengan tatapan tajam.
" Ini semua keinginan penguasa putri. Dia berniat membunuh penguasa kehampaan yang telah membuat penguasa dan penguasa putri harus berpisah, namun semua itu gagal saat sosok lain tiba-tiba muncul melepaskan serangan tunggal yang membuat penguasa putri terluka dengan bagian punggung menghitam," Roh Phoenix kemudian menatap ke arah Xu Tian dengan serius.
__ADS_1
" Penguasa, sebaiknya hentikan. Apa yang di lakukan penguasa saat ini tidak akan mengubah situasi yang saat ini sedang terjadi.
" Aku mengetahui hal itu, hanya saja aku mengkhawatirkan anakku. Ling'er akan merasa sangat sedih jika mengetahui anak yang selama ini dia nantikan hilang begitu saja,"
Roh Phoenix menganggukkan kepala mengerti. " Andai saja roh jahat itu terus menyerap kekuatan es abadi, mungkin penguasa putri akan terus kehilangan kesadarannya. Dan yang lebih menakutkan, penguasa putri akan di kendalikan oleh roh jahat itu,"
" Berapa lama Ling'er akan seperti ini?"
" Tiga sampai empat bulan. Tergantung bagaimana penguasa putri mampu mengendalikan es abadi yang bangkit lebih cepat dari waktu yang seharusnya,"
Xu Tian menganggukkan kepala. " Katakan rahasia yang kalian berdua sembunyikan dariku,"
Roh Phoenix terlihat sangat terkejut mendengar ucapan Xu Tian.
" Pengua-...."
" Aku bukan orang bodoh!"
" Bagian Utara Alam Illahi, puncak Gunung Shan Bing" Ucap Roh Phoenix dengan pelan.
" Terima kasih, Jaga penguasa putri." Ucap Xu Tian dengan memasukkan Qing Ling ke dalam dunia jiwa.
Pertarungan Feng Huang dan Bai Hu sendiri terlihat sudah tidak seimbang. Di mana ketiga Dewa dari Istana Langit seakan menjadi mainan untuk mereka berdua.
Patriak kelima klan, Tetua Agung Xu Huangshen, dan Leluhur Ling Zhengji sendiri terus memperhatikan pertarungan itu dengan tersenyum kecut.
" Mereka terlihat sangat santai tanpa terbebani dengan nama besar Istana Langit," Ucap Qing Haocun dengan tidak percaya.
" Patriak Haocun benar. Aku rasa memang ini tujuan mereka yang sebenarnya,"
" Wushhh...." Xu Tian muncul di tempat mereka, lalu menatap ke arah Bai Hu dan Feng Huang yang kini menampilkan senyum bodohnya.
" Sudah cukup kalian bersenang-senang, serahkan kepala mereka bertiga. Kita akan segera pergi menuju Istana Langit!"
Ketiga Dewa Istana Langit itu terlihat sangat ketakutan. " Siapa mereka sebenarnya," Batin ketiganya dengan putus asa.
" Nak, apa ini tidak terlalu cepat?" Ucap Patriak Xu Zhentian dengan cepat.
" Tidak. Aku harus segera menyelesaikan masalah lain, dan sebelum aku pergi, aku ingin menghancurkan mereka saat ini juga."
__ADS_1
Xu Tian berfikir ini adalah waktu yang tepat, apalagi saat mengingat bagaimana kejadian sebelumnya yang sudah di pastikan akan menarik perhatian para Dewa di Istana Langit.
Bukan hanya itu saja, Xu Tian juga harus segera pergi menuju Alam Illahi, untuk mengambil sesuatu peninggalan Qing Ling di masa lalu.
Xu Tian berharap dengan mendapatkan peninggalan Qing Ling, dapat membantu sang istri untuk sadar lebih cepat.
Setelah berbicara dengan Roh Phoenix, Xu Tian mulai penasaran akan musuhnya selain penguasa kehampaan, yang telah melukai Qing Ling.
Feng Huang dan Bai Hu mulai memberikan serangan secara terus menerus, membuat ketiganya semakin terluka dengan parah.
Mengingat bagaimana tingkat kultivasi yang di miliki Feng Huang dan Bai Hu, bukanlah masalah besar untuk membunuh ketiga Dewa Istana Langit itu.
" Dhuaaarrrr...."
" Brakk.." Ketiga tubuh yang kini terus mengeluarkan darah terlempar di depan Xu Tian.
Xu Tian mengerutkan keningnya, lalu segera bergerak mundur saat merasakan ledakan aura yang sangat kuat muncul dari tubuh Dewa Lan Shen.
" Wushhh...." Semua orang segera ikut bergerak mundur menjaga jarak.
Hingga beberapa saat kemudian, langit di Ibu kota mulai menggelap dengan getaran yang sangat kuat.
" Hahahaha... Aku tidak menyangka dapat bertemu lagi dengan Yang Agung Penguasa Alam!" Ucap sebuah suara dari atas langit.
" Wushhh...." Awan hitam mulai menghilang bersamaan dengan kemunculan ratusan ribu pasukan Istana Langit yang di pimpin tiga orang yang memiliki wajah yang sama dengan Dewa Hong Shen, Lan Shen, dan Hei Shen.
" Ternyata dugaanku benar, kalian telah berkerja sama dengan mereka," Ucap Xu Tian dengan tersenyum.
" Mereka memberikan apa yang kami butuhkan, jadi tidak ada salahnya jika kami harus membayarnya dengan berkhianat kepadamu!"
" Setiap keserakahan adalah akar dari sikap tidak tahu berterima kasih." Ucap Xu Tian dengan menggelangkan kepala.
" Wushhh.." Feng Louzhi, bersama dengan abdi Xu Tian yang lain tiba-tiba muncul dari balik awan.
" Aku tidak menyangka kau sudah menyadarinya sejak awal." Ucap Dewa Lan Shen dengan terkekeh pelan.
Xu Tian menggelengkan kepala. " Andai saja aku tau sejak awal, mungkin aku telah mendatangi kalian terlebih dulu."
" Hahaha.. Aku harap anak kalian dapat di selamatkan,"
__ADS_1