Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
Bab 74. Dominasi Xu Tian


__ADS_3

Xu Tian tersenyum. " Kakek Zhentian, dan Kakek Chen, mereka adalah istri dan putriku," Ucap Xu Tian memperkenalkan dua wanita yang sangat dia sayangi.


" Qing Ling memberikan hormat pada Kakek Zhentian dan Kakek Chen," Ucap Qing Ling lembut.


" Xu Yue Lin memberikan hormat pada Kakek Zhentian dan Kakek Chen," Ucap Xu Yue Lin dengan suara khas anak kecil.


" Hahahaha... Aku tidak menyangka, pertemuan ini benar-benar membuatku merasakan bahagia," Patriak Xu Zhentian tertawa dengan senang.


Patriak Lin Zhao Chen berjalan mendekati Xu Yue Lin, lalu membawanya ke dalam gendongan.


" Lin'er sangat cantik," Ucapnya dengan mencium pipi gadis kecil itu.


" Tentu saja, Ibu saja cantik, aku juga harus cantik sepertinya.." Ucap Xu Yue Lin dengan wajah menggemaskan.


" Kakek, sepertinya kita harus kembali fokus dalam pertemuan ini." Ucap Xu Tian menatap tidak enak kepada semua orang.


Patriak Xu Zhentian, dan Patriak Lin Zhao Chen menganggukkan kepala, kemudian kembali ke tempatnya.


" Para Patriak, serta Leluhur Ling Zhengji, aku meminta maaf telah menghentikan pertemuan ini."


" Patriak Zhentian, tidak perlu meminta maaf. Bagaimana juga kami semua dapat memahami apa yang kalian rasakan," Ucap Patriak Qing Haocun, di angguki oleh semua orang.


Patriak Lin Zhao Chen membawa Xu Yue Lin bersamanya, sedangkan Qing Ling duduk di samping Xu Tian.


" Baik, kita akan memulai kembali pertemuan ini." Ucap Patriak Xu Zhentian, lalu menatap ke arah Xu Tian.


Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian bangkit berdiri.

__ADS_1


" Sebelumnya, perkenalkan aku Xu Tian. Mohon maaf atas kejadian yang seharusnya tidak terjadi sebelumnya, hingga membuat kalian semua harus menunggu. Pertama, aku ingin menanyakan satu hal kepada kalian semua. Sebelumnya aku sudah sedikit mendengar dari Leluhur Ling Zhengji, di mana kalian ingin menggunakan pemenang dalam kompetisi wilayah, untuk melakukan penyelidikan terhadap orang-orang Istana Langit. Mohon penjelasannya mengenai hal ini," Xu Tian mengitari pandangannya.


" Patriak Qing Haocun, silahkan.." Ucap Xu Tian menatap ke arah Patriak Klan Qing.


Patriak Qing Haocun menganggukkan kepala, kemudian bangkit berdiri. " Tuan muda, penjelasan apa yang ingin tuan muda ketahui?"


" Tentang kalian yang ingin mengorbankan pemenang, dalam kompetisi wilayah," Ucap Xu Tian dengan tenang, namun perkataannya itu sedikit membuat mereka semua tidak senang.


Xu Tian tersenyum melihat perubahan raut wajah mereka. " Aku benar-benar tidak mengerti, dengan jalan pikiran orang-orang hebat dan kuat seperti kalian. Apa kalian menyadari, jika rencana kalian sama saja memasukkan mereka ke dalam lubang singa?"


" Memberikan sebuah misi yang kalian sendiri saja sangat sulit untuk mengerjakannya. Mereka yang masih lebih muda di bandingkan kalian, masih lebih minim akan pengalaman, harus mendapatkan misi mati. Orang-orang Istana Langit bukanlah orang bodoh, dan kalian yang ada di sini juga bukan orang bodoh! Kalian tau alasannya?" Xu Tian mengitari pandangannya menatap semua orang yang masih saja terdiam.


Xu Tian menghela nafas panjang, lalu membuangnya secara kasar.


" Diamnya kalian sudah memberikan jawaban atas pertanyaanku sebelumnya," Xu Tian kemudian duduk kembali pada tempatnya.


" Tuan muda, mohon penjelasan anda mengenai hal ini. Kami memang sudah hidup cukup lama, namun kami juga membutuhkan nasehat dari yang lebih muda saat apa yang kami lakukan salah," Ucap Patriak Qing Haocun.


" Apa yang di katakan Patriak Haocun benar. Tuan muda, saya Patriak Qian Kun, meminta petunjuk dari anda,"


Semua orang yang ada di dalam ruangan menatap ke arah Xu Tian.


Xu Tian menganggukkan kepala. " Dengan senang hati, aku akan menjelaskan kepada kalian semua. Dalam masalah ini, kalian semua, tidak memiliki keberanian dan kepercayaan diri akan kemampuan yang kalian miliki. Kalian terlalu khawatir dan takut untuk keluar dari zona nyaman kalian, hingga akhirnya menutup mata dan teling kalian tentang apa yang terjadi saat ini."


" Bagi orang yang berani, tidak ada jalan yang tidak dapat dilalui. Jika seseorang memiliki keberanian untuk menang, setengah kemenangan telah dicapai. Keberanian sebenarnya bagaikan layang-layang, sentakan angin yang menentangnya bukannya melemparkan ke bawah, bahkan menaikkannya. Keberanian fisik adalah naluri binatang, keberanian moral adalah keberanian yang jauh lebih tinggi dan murni. Keberanian tanpa otak akan menang melawan otak tanpa keberanian. Keberanian itu kurang berharga apabila dipakai sembarangan. Keberanian dikombinasikan dengan integritas adalah dasar dari karakter seorang pemimpin. Keberanian hidup adalah simbol yang paling baik bagi kehidupan. Mereka yang tidak berani mengambil tantangan dan tidak berani mengambil peluang adalah ciri-ciri orang takut gagal. Sering kali ujian bagi keberanian bukanlah berani mati, tetapi berani hidup. Tidak ada yang sukar bagi orang yang berani, tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukan bagi orang yang takut. Yang tidak berani melakukan apa-apa, jangan mengharapkan apa-apa. Ujian besar bagi keberanian di kehidupan ini adalah menanggung kekalahan tanpa putus asa." Ucap Xu Tian dengan tegas menatap semua orang.


Terlihat dengan jelas, aura sang penguasa melekat kental pada diri Xu Tian. Bahkan aura kepemimpinan dari semua Patriak kalah jauh dengan aura Xu Tian saat ini.

__ADS_1


" Aku harap kalian memahami hal ini. Pertemuan ini, cukup sampai di sini saja. Aku harap di pertemuan selanjutnya, kalian sudah memiliki apa yang seharusnya kalian miliki sebagai seorang pemimpin. Kalian adalah lima Patriak Klan terkuat di Wilayah Tengah ini. Aku harap kalian tidak lagi berpikiran sempit dengan melakukan sesuatu demi kepentingan kalian." Ucap Xu Tian, kemudian memberikan hormat kepada semua orang.


Qing Ling dan Xu Yue Lin kemudian ikut berdiri, dan berjalan ke arah Xu Tian.


" Gege.., Ayah..." Ucap mereka berdua.


" Kita akan jalan-jalan menikmati ibu kota." Ucap Xu Tian dengan lembut.


" Asik....!" Teriak Xu Yue Lin dengan senang.


Sedangkan semua orang masih diam, dengan memperhatikan keluarga kecil itu.


Hingga kemudian, Xu Tian, Qing Ling, dan Xu Yue Lin akhirnya keluar meninggalkan Aula Klan Xu.


Setelah kepergian mereka, semua orang saling menatap satu sama lain.


" Apa yang di katakan olehnya benar. Kita semua adalah harapan bagi orang-orang di Dunia Dewa. Kita telah lama menutup mata dan terlalu takut untuk melawan mereka," Ucap Patriak Qing Haocun.


" Bahkan kita telah melihatnya sendiri, di mana Klan Jun hanya membutuhkan waktu beberapa tahun saja untuk bisa menjadi Klan terkuat nomor 6 di Wilayah Tengah ini," Ucap Patriak Ling Guangxi.


Patriak Xu Zhentian bangkit berdiri, lalu menatap tetua Klan Xu.


" Persiapkan ruangan khusus khusus untuk cucuku. Dan untuk para Patriak sekalian, sebaiknya kita beristirahat terlebih dulu untuk menenangkan diri. Besok pagi, kita akan mencoba membicarakan masalah ini kembali dengannya." Ucap Patriak Xu Zhentian, kemudian meninggalkan Aula Klan.


" Dia benar-benar sangat mirip dengan Kakak Xu Lou Yuan." Batin Patriak Xu Zhentian dengan penuh kerinduan.


Tetua Klan Xu, kemudian segera membawa keempat Patriak dan Leluhur Ling Zhengji untuk beristirahat di ruangan khusus para tamu yang ada di Klan Xu.

__ADS_1


__ADS_2