
Setibanya di lantai dua, terlihat hanya tersisa dua meja kosong. Xu Tian di arahkan menuju meja yang berada di ujung ruangan oleh pelayan.
" Tuan muda, silahkan." Pelayan mempersilahkan Xu Tian menempati meja tersebut.
" Aku ingin pesan makanan dan arak terbaik di tempat ini," Ucap Xu Tian setelah menduduki tubuhnya.
" Baik, tuan muda. Mohon tuan muda untuk menunggu," Kemudian pamit undur diri untuk mempersiapkan pesanan Xu Tian.
Xu Tian dengan tenang menatap ke arah luar jendela, melihat pemandangan yang terpampang di depan nya dengan tersenyum.
Sedangkan di meja tidak jauh darinya, terlihat beberapa pemuda dan tetua yang sedang duduk menatap ke arahnya. Saat kedatangan Xu Tian pertama kali, mereka segera memfokuskan pandangan ke arahnya.
" Tetua, sepertinya aku baru melihat pemuda itu?" Ucap salah satu pemuda yang menggunakan berpakaian cukup mewah.
" Kau benar, aku pun baru pertama kali melihatnya di kota ini." Pemuda berpakaian merah menimpali.
" Kota Hanzi menjadi kota yang paling sering di kunjungi oleh orang-orang asing, jadi tidak perlu berlebihan." Tetua yang bersama mereka menjelaskan.
Kedua pemuda itu mengangguk kepala, lalu kembali fokus menikmati makanan di atas meja.
Sedangkan sang tetua, menatap Xu Tian dengan tatap penuh selidik.
" Siapa pemuda itu, jika dia bukan dari kota ini maka sangat mengherankan jika berpergian seorang diri. Apalagi melewati perbatasan wilayah tanpa memiliki kemampuan yang memadai akan sangat merepotkan." Tetua itu membatin dengan terus menatap ke arah Xu Tian.
Xu Tian sendiri yang sedang fokus menikmati pemandangan, dapat merasakan jika dia sedang di perhatikan oleh tetua itu, namun karena dia tidak merasakan tetua itu tidak memiliki niat buruk terhadapnya, Xu Tian tetap bersikap tenang tanpa menghiraukannya.
Hingga tidak lama kemudian, pelayan yang sebelumnya menyambut kedatangan Xu Tian datang dengan membawakan pesanan.
" Tuan muda, silahkan." Pelayan dengan menghidangkan makanan dan minuman di atas meja.
" Terima kasih."
" Jika begitu, saya pamit undur diri. Jika tuan muda membutuhkan sesuatu, tuan muda dapat memanggil saya." Pelayan kemudian pergi.
Setelah kepergian pelayan, Xu Tian segera menikmati pesanannya di atas meja.
" Tidak buruk," Ucap Xu Tian dengan pelan saat mencoba arak di restoran itu.
Setengah jam kemudian, Xu Tian telah menghabiskan semua makanan dan arak yang di pesannya.
__ADS_1
Setelah selesai, Xu Tian segera turun ke lantai satu untuk melakukan pembayaran.
Dengan tenang Xu Tian menuruni anak tangga, hingga saat tiba di depan meja kasir, dia segera membayar makanan dan minuman yang di pesan.
Di lantai satu sendiri begitu ramai di penuhi para pengunjung, terlihat beberapa orang menatap ke arah Xu Tian dengan pikiran jahatnya.
" Pemuda yang kaya." Ucap salah satu pengunjung yang sedang duduk bersama keempat rekannya.
" Benar, apa kita akan mencoba meminta darinya?"
" Pertanyaan bodoh macam apa itu!" Ucap pria yang memiliki luka di wajahnya dengan tertawa.
" Hahahaha... Bukankah lebih baik seperti itu? Atau kita mencoba menawarkan diri menjadi pengawalnya?"
Xu Tian yang telah selesai melakukan pembayaran, kemudian berjalan keluar dari restoran.
" Tunggu!" Teriak pria yang sebelumnya membicarakan Xu Tian.
Xu Tian yang baru saja ingin keluar, menghentikan langkahnya.
" Hm.." Xu Tian dengan membalikkan badan.
" Maaf mengganggu perjalananmu. Aku dan keempat rekanku ingin menawarkan pengawalan kepadamu."
" Jika begitu, berikan kami seribu keping emas sebagai bayaran atas penolakanmu itu!" Ucap salah satu dari mereka berdiri.
Xu Tian menghentikan langkah kakinya. " Aku akan memberikan masing-masing satu juta koin emas, jika kalian mau meninggalkan kedua tangan di tempat ini!" Xu Tian dengan suara pelan, namun penuh intimidasi.
Mendengar ucapan Xu Tian, membuat wajah kelima pria itu memerah. Bahkan pengunjung yang ada di tempat itu tidak mampu berkata-kata.
" Hahahaha... Kau benar-benar mencari kematian!"
" Benarkah?" Xu Tian dengan tersenyum tipis.
" Cih!" Salah satu dari kelima pria yang sudah tidak sabar pun segera melesat ke arah Xu Tian.
Xu Tian yang melihat salah satu dari mereka bergerak ke arahnya hanya diam dengan tersenyum tipis, kemudian dengan cepat bergerak menghindari serangan tersebut.
" Swusshh...." Xu Tian bergerak dengan cepat ke arah samping, kemudian mengangkat tangannya.
__ADS_1
" Booms.... " Pria yang menyerangnya terlempar menghancurkan meja.
Dengan gerakan cepat, Xu Tian memutar badannya ke arah kanan kemudian segera mengepalkan tangannya.
" Dhuaaarrrr...." Pria yang berniat menyerangnya secara diam-diam terlempar dengan tubuhnya sebagian hancur.
Sedangkan ketiga pria yang masih menahan diri terlihat sangat terkejut. Para pengunjung berhamburan pergi meninggalkan restoran.
" Habisi dia!" Salah satu dari ketiga pria yang belum bergerak memberikan perintah, lalu segera melesat ke arah Xu Tian.
" Berhenti!" Teriak sebuah suara terdengar dari luar restoran.
Terlihat satu regu prajurit kota Hanzi yang datang masuk ke dalam restoran.
" Apa yang kalian lakukan? Apa kalian ingin menentang peraturan kota Hanzi? Kalian telah mengganggu ketenangan orang lain dan bertarung di dalam restoran!" Ucap ketua regu prajurit kota Hanzi.
Salah satu pria yang sebelumnya bertarung dengan Xu Tian melangkah maju. " Tuan, mohon maaf karena telah menyalahi aturan yang ada di kota Hanzi. Pemuda itu yang terlebih dulu menyerang rekanku." Ucapnya dengan menatap ke arah rekannya yang terluka.
Ketua prajurit mengikuti arah pandangan pria itu, kemudian menatap ke arah Xu Tian yang masih berdiri dengan tenang di tempatnya.
" Kalian bisa menanyakannya manager restoran dan pelayan yang ada di sini, tentang apa yang terjadi sebenarnya."
Manager restoran yang sebelumnya bersembunyi, akhirnya keluar.
" Ketua Minho-...."
Belum sempat manager restoran menjelaskan, tiba-tiba pria yang lainnya mengatakan hal yang sama dengan menyudutkan Xu Tian.
Apalagi keadaan kedua rekannya yang terluka, membuat keadaan Xu Tian semakin tersudutkan.
Xu Tian yang melihat tatapan prajurit kota menghela nafas panjang.
" Apa seperti ini kinerja prajurit kota Hanzi?" Ucap Xu Tian dengan menggelangkan kepalanya.
" Apa yang kau maksud?"
" Bagaimana mungkin aku yang hanya seorang pengembara, melawan orang-orang yang berasal dari kota ini. Seharusnya kalian lebih mengerti tentang bagaimana perilaku mereka." Ucap Xu Tian dengan suara dingin.
Ketua prajurit kota Hanzi mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
" Kalian masih memiliki banyak kekurangan dalam melakukan pengawasan di kota Hanzi, sehingga tidak mengetahui apa saja yang telah di lakukan oleh pendudukmu sendiri. Aku yakin, mereka bukan hanya kali ini saja membuat keributan, jika kalian tidak mengetahui hal ini, maka kinerja prajurit kota Hanzi benar-benar buruk!" Ucap Xu Tian dengan cuek, meski wajah prajurit kota Hanzi kita telah berubah menatapnya dengan tatapan kesal.
" Sungguh lucu! Jika kalian masih belum mampu menahan diri atas kritikan orang lain, sebaiknya kalian mengundurkan diri atau kota Hanzi akan menghadapi bahaya karena kesalahan pihak keamanannya." Lanjut Xu Tian yang kemudian melangkah kaki berniat meninggalkan restoran.