Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
49. 25 Pelayan Baru


__ADS_3

" Katakan..." Kura-kura hitam mengatakan dengan cepat.


" Jika kalian semua setuju, aku akan membantu kalian keluar dari tempat ini, tetapi kalian harus menjadi pelindung orang-orangku, terutama Istana yang akan aku bangun sebagai Markas pasukanku. Bagaimana?"


Kura-kura hitam dan semua sosok yang ada di tempat itu terdiam. Mereka merasa memiliki pilihan yang sama, di mana mereka tidak dapat bebas melakukan apapun itu setelah keluar dari tempat ini, dan hal itu sendiri sama saja seperti mereka berada di tempat ini.


" Aku tidak ingin memaksakan kalian, jika memang keberatan dengan syarat yang aku berikan."


Xu Tian kemudian menggerakkan tangannya membuat segel.


" Swusshh..." Sajak kuno muncul mengambang di udara yang kemudian menyelimuti tubuh Xu Tian.


" Aku pergi. Semoga kalian masih memiliki kesempatan untuk tetap hidup dan merasakan keindahan dunia ini," Ucap Xu Tian dengan tersenyum, lalu mulai bergerak melesat ke atas langit.


" Tunggu!" Teriak sosok Elang hitam.


Xu Tian yang baru saja ingin melewati formasi di tempat itu, menghentikan gerakannya.


Melihat Xu Tian yang menanggapi teriakannya, membuat Elang Hitam itu mengubah wujudnya menjadi manusia.


" Tuan muda, Aku Ying Song, bersumpah akan menjadi pelayan setia tuan muda." Dengan berlutut penuh hormat kepada Xu Tian.


Xu Tian terdiam menatap Ying Song yang terlihat sangat serius dengan ucapannya.


" Wushhh...." Xu Tian muncul di hadapan Ying Song.


" Apa kamu yakin? Menjadi pelayan artinya kamu akan menjadi budak."


" Hamba yakin, tuan muda." Jawab Ying Song tanpa mengangkat wajahnya.


Xu Tian tersenyum, lalu membantu Ying Song untuk bangkit berdiri.


" Aku tidak membutuhkan seorang pelayan, aku hanya ingin kamu membantuku melindungi orang-orangku. Itu sudah lebih dari cukup," Xu Tian dengan tersenyum ramah.


Ying Song mengangkat wajahnya untuk menatap Xu Tian di depannya.


" Tuan muda, apapun itu aku akan tetap melayani anda," Ucapnya dengan penuh keyakinan.


" Terima kasih. Kita akan meninggalkan tempat ini sekarang, karena masih banyak urusan yang harus segera aku kerjakan."


" Baik, tuan muda.."

__ADS_1


Saat Xu Tian dan Ying Song berniat meninggalkan tempat itu, tiba-tiba hal yang sama juga di lakukan oleh semua sosok yang sedari tadi terdiam di tempatnya.


Mereka langsung bersujud dengan mengucapkan sumpah setia kepada Xu Tian.


" Aku Hei Wuya, bersumpah akan menjadi pelayan setia tuan muda." Gagak hitam dengan berlutut.


" Aku She Cong, bersumpah akan menjadi pelayan setia tuan muda."


" Aku Gui Lou, bersumpah akan menjadi pelayan setia tuan muda." Kura-kura hitam dengan berlutut.


Hingga akhirnya semua sosok berjumlah dua puluh lima itu mengucapkan sumpah setia kepada Xu Tian.


Xu Tian sendiri tidak mampu menahan rasa kegembiraan di dalam hatinya, namun dia berusaha sekuat mungkin untuk tetap bersikap tenang di hadapan mereka semua.


" Bangunlah!" Ucap Xu Tian dengan melepaskan aura Dewa Naga yang membuat mereka semua menatap tidak percaya.


" Kalian semua kini telah resmi menjadi orang-orangku." Xu Tian menatap hangat mereka, lalu mengibaskan tangannya.


" Swusshh...." Dua puluh lima sosok itu menghilang dari tempatnya, masuk ke dalam Dunia Jiwa.


Setelah mereka semua masuk ke dalam Dunia Jiwa, Xu Tian menatap tempat di sekitarnya dengan seksama.


" Untuk sekarang aku tidak memiliki waktu untuk menyelidiki tempat ini. Tetapi aku sangat yakin sosok yang telah mengurung mereka semua akan muncul di tempat ini suatu saat nanti," Batin Xu Tian yang kemudian melesat meninggalkan tempat itu.


******


Xu Tian terus bergerak kembali menuju Markas cabang Teratai Hitam yang kini akan di ubah menjadi Istana Xufelong.


Setelah terbang selama beberapa menit dengan kecepatan tinggi, Xu Tian akhirnya tiba.


" Swusshh..." Kedatangan Xu Tian di sambut Shang Hai dan Shang Lou dengan hormat.


" Tuan muda, Saudara Long Hei dan lainnya telah tiba." Ucap Shang Hai.


" Terima kasih, aku akan menemani mereka."


Shang Hai dan Shang Lou menganggukan kepala. Xu Tian langsung pergi menuju tempat keberadaan Long Hei dan lainnya.


*****


Di Dalam Dunia Jiwa.

__ADS_1


Kehadiran dua puluh lima sosok baru itu membuat Bai Hu tertawa dengan gembira.


" Hahahaha... selamat datang, selamat datang..." Ucap Bai Hu yang di ikuti oleh Bai Mo.


Mereka benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan saudara baru dengan jumlah yang tidak kira-kira.


Bahkan kekuatan mereka saat ini sudah berada pada ranah Jenderal Dewa. Dewa Besi dan Dewa Perunggu. Sedangkan Gui Lou menjadi yang terkuat pada ranah Dewa Giok tingkat menengah.


" Perkenalkan, aku Bai Hu, dan ini Bai Mo.." Bai Hu memperkenalkan diri beserta saudara-saudara yang lainnya, yang kini menjadi pelayan Xu Tian.


Dia juga tidak lupa menjelaskan sosok yang harus di hormati, seperti Qing Ling dan Xu Yue Lin, Istri dan putri angkat Xu Tian.


Gui Lou, Yin Song, dan lainnya terlihat sangat senang saat mendengar cerita dari Bai Hu. Hingga pandangan mereka semua tertuju pada sosok Bo Yosheng, yang kini keadaan nya sangat mengkhawatirkan.


" Sepertinya kalian juga ingin memberikan hadiah kepadanya, jika begitu lakukanlah, aku lelah ingin beristirahat." Ucap Bai Hu dengan tersenyum kecil.


Bai Mo sendiri hanya mampu menahan tawanya, saat melihat wajah Bo Yosheng yang sangat menyedihkan itu.


" Ingat! Jangan sampai membunuhnya!" Teriak Bai Hu yang sudah sedikit menjauh dari mereka.


Bo Yosheng merasa tidak berdaya, dia mengutuk dirinya sendiri mengapa tidak menggorok lehernya pada saat itu, sehingga kini dia malah mengalami hal yang benar-benar membuatnya merasa lebih baik tidak hidup.


*****


Di Dunia Luar.


Xu Tian terus berjalan memasuki salah satu ruangan terbesar di tempat itu.


Murid dari ketiga sekte serta tetua yang sudah mengenal Xu Tian, segera memberikan hormat saat melihat kedatangannya.


Xu Tian membalas hormat mereka dengan tersenyum, terus berjalan menuju keberadaan Long Hei, Feng Huang, dan Feng Louzhi.


Ketiganya yang sedang beristirahat, bangkit dari tempat duduknya menyambut kedatangan Xu Tian.


" Tuan muda,"


" Akhirnya kalian tiba, dengan ini rencana kita untuk membangun kembali tempat ini menjadi lebih cepat." Xu Tian lalu duduk di hadapan mereka, dan langsung menjelaskan apa saja yang harus mereka lakukan setelah ini.


Xu Tian meminta mereka membangun Istana Xufelong dengan tiga bagian terpisah. Di mana tempat pertama akan dia jadikan sebagai tempat khusus untuk dirinya bersama para abdinya, kedua untuk tempat sekte, dan yang ketiga akan dia gunakan sebagai tempat bisnis yang akan dia jalani.


Xu Tian memiliki rencana membangun Istana Xufelong sebagai pusat utama di Wilayah Timur. Dengan ini, kedudukan Istana Xufelong akan menarik perhatian Istana Langit dan para Dewa pengkhianat.

__ADS_1


Xu Tian telah memiliki rencana ingin menghancurkan mereka secara perlahan, membuat mereka malu dan tidak di percaya oleh orang-orang di Dunia Dewa, hingga tiba pada permainan terakhir, yaitu menghancurkan mereka menjadi debu!


__ADS_2