Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
32. Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

Di depan gerbang Klan Hong, Xu Tian saat ini masih berdiri dengan tenang menatap semua orang yang kini terdiam di tempatnya.


Sedangkan Hong Kong sendiri masih berada di tangan kanan Xu Tian dalam posisi tercekek lehernya.


Di dalam pikiran berkecamuk berbagai pertanyaan tentang identitas sebenarnya milik Xu Tian. Terutama mengenai kekuatan yang di miliki pemuda tersebut. Apalagi saat melihat Klan Nan yang sangat menghormati Xu Tian sebelumnya.


Sambil mengawasi pergerakan semua orang, Xu Tian meminta Nan Zhou dan pemuda yang sedang menjaga Hong Dalu bersama tetua yang tangannya telah hancur untuk mendekati dirinya.


" Tuan muda," Ucap mereka dengan hormat, lalu memberikan Hong Dalu dan Tetua tersebut di hadapan Xu Tian.


Xu Tian menganggukkan kepala, lalu membuat segel tangan untuk menyegel dantian Hong Kong.


" Swusshh...." Cahaya keemasan melesat dengan cepat ke arah tubuh Hong Kong yang kemudian menyegel dantian sehingga dia tidak bisa menggunakan kekuatannya.


Xu Tian lalu melemparkan tubuh Hong Kong ke arah Hong Dalu dan tetua tersebut.


" Kalian, lakukan apa yang sebelumnya telah di lakukan kepada Hong Dalu pada Hong Kong. Aku ingin kalian menamparnya seratus kali." Ucap Xu Tian dengan tenang.


" Baik, tuan muda." Keempat pemuda itu kemudian menampar wajah Hong Kong yang saat ini sudah tidak bisa menggunakan kekuatan miliknya.


" Jangan sampai kalian membunuhnya, karena aku ingin membuatnya merasakan lebih tersiksa." Xu Tian mengingatkan.


Nan Zhou yang sudah mengetahui bagaimana kekejaman Xu Tian terhadap lawannya hanya diam. Berbeda dengan orang-orang yang berada di tempat itu, mereka benar-benar tidak menyangka Xu Tian ternyata sangat kejam.


Tidak lama kemudian, Patriak Nan Whang, Patriak Hong Fu bersama kedua tetua Klan Nan akhirnya tiba di tempat tersebut.


Pandangan mereka semua langsung tertuju pada sosok Hong Kong yang saat ini sedang merintih kesakitan.


Semua anggota Klan Hong yang melihat Patriak Hong Fu terdiam dengan menundukkan kepala, mereka tidak berani untuk menatapnya.


" Swusshh...." Patriak Hong Fu muncul di samping murid yang sedang menampar Hong Kong di ikuti Patriak Nan Whang.


" Patriak," Ucap murid tersebut dengan senang.

__ADS_1


Patriak Nan Whang kemudian menjelaskan sosok pemuda yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka.


Patriak Hong Fu segera mengikuti pandangan Patriak Nan Whang, lalu mulai melangkahkan kakinya mendekati Xu Tian.


" Aku Hong Fu, mengucapkan banyak terima kasih atas pertolongan tuan muda," Ucap Patriak Hong Fu bersujud memberikan hormat.


" Bangunlah. Aku tidak ingin melihat siapapun itu melakukan hal seperti ini kepadaku." Ucap Xu Tian yang merasa tidak nyaman saat seseorang bersujud di hadapannya.


Patriak Hong Fu lalu segera bangkit berdiri. Tatapannya terkunci pada sosok Xu Tian yang terlihat sangat berwibawa dan berkharisma, meski memiliki umur yang sangat muda.


" Tuan muda, aku Hong Fu bersumpah akan selalu menjadi abdi tuan muda," Ucap Patriak Hong Fu dengan serius.


Xu Tian menggelengkan kepalanya pelan. " Aku tidak ingin memiliki pelayan yang lemah. Apalagi yang telah gagal menjalankan kewajibannya sebagai seorang Patriak." Ucap Xu Tian dengan tegas.


Patriak Hong Fu terdiam, hingga suara Xu Tian mulai terdengar kembali.


" Jika memang kau bersungguh-sungguh ingin menjadi bagian dari orang-orangku, maka lakukan apa yang harus kau lakukan saat ini. Setelah semua selesai, kau dapat menemuiku kembali." Ucap Xu Tian melanjutkan.


Patriak Hong Fu terlihat sangat bahagia mendengar ucapan Xu Tian, lalu menatap semua anggota Klan nya yang masih terdiam di tempatnya.


" Swusshh...." Tetua yang sebelumnya di perintahkan menolong Hong Yang dan Hong Tou tiba di tempat itu.


" Yang'er, Tou'er.." Ucap Patriak Hong Fu dengan bahagia menatap kehadiran kedua putranya.


" Ayah," Ucap mereka berlari memeluk Ayahnya, Hong Fu pun membalas pelukan tersebut.


Hingga pemandangan mengharukan itu terjadi membuat sebagian orang merasa sedih dan bahagia, sedangkan sebagian lagi merasa cemas dengan nasib selanjutnya.


Hong Fu lalu meminta kedua putranya untuk memberikan hormat pada Xu Tian. Dengan patuh Hong Yang dan Hong Tou memberikan hormat serta memperkenalkan dirinya.


Kedua putra Hong Fu masih belum menyadari keberadaan Hong Dalu yang terlihat menyedihkan, hingga beberapa saat kemudian mereka seperti mengenali pemuda yang terlihat sangat menyedihkan dengan wajah yang membengkak menutupi wajahnya.


" Ayah," Ucap mereka berdua.

__ADS_1


Patriak Hong Fu tersenyum, namun terlihat pancaran kesedihan di wajahnya.


" Dia adalah adik kalian," Ucap Patriak Hong Fu dengan pelan.


Xu Tian sendiri tersenyum tipis, dia sangat menantikan bagaimana sikap yang akan di ambil oleh Patriak Hong Fu.


Patriak Hong Fu berjalan mendekati Hong Dalu yang terlihat ketakutan. Hingga setelah tiba di dekatnya, dengan cepat Patriak Hong Fu memeluknya dengan menangis.


" Dalu'er, maafkan Ayah," Ucapnya dengan perasaan bersalah.


Xu Tian berjalan mendekati mereka berdua, lalu menatap tajam Patriak Hong Fu yang terus memeluk Hong Dalu dengan menangis.


" Ternyata dugaanku benar. Sebaiknya kau jelaskan kepada semua orang tentang apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Xu Tian dengan tegas.


Patriak Hong Fu menganggukkan kepala, kemudian bangkit dari posisinya.


" Tuan muda, sekali lagi aku meminta maaf atas kesalahan ini."


Xu Tian menggelengkan kepalanya. " Bukan kepadaku kau meminta maaf. Tapi kepada mereka, dan terutama pada ketiga putramu itu!"


Dengan menarik nafasnya, Patriak Hong Fu kemudian mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


" Semuanya, aku akan menjelaskan kepada kalian tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ini semua adalah salahku yang tidak bisa berlaku tegas terhadap pengkhianat. Apalagi dia adalah tetua agung Klan kita ini. Aku dan Tetua Agung Hong Kong sudah sejak lama memiliki masalah, hingga akhirnya hubungan kami semakin memuncak setelah aku menikah dengan Lu Ning, istriku yang telah tiada. Tetua Agung Hong Kong ternyata memiliki perasaan kepada istriku dan mencoba segala hal untuk memisahkan kami. Hanya saja dia tidak mampu, hingga akhirnya dia menuduh dan memfitnah istriku telah memiliki anak darinya, yaitu Hong Dalu. Hingga akhirnya aku mulai mengetahui kebenarannya saat berada di penjara bawah tanah, di mana Hong Dalu ternyata putra asliku, bukan putra dari Hong Kong." Patriak Hong Fu terus menjelaskan kejadian dan penyebab sebenarnya.


Xu Tian sendiri hanya menggelengkan kepala, dia sudah menebak hal ini. Karena menurutnya tidak mungkin Patriak Hong Fu memberikan perintah pada tetua yang setia kepadanya untuk menjadi pengawal pribadi Hong Dalu.


Itu semua bukan tanpa alasan, ternyata Patriak Hong Fu telah tertipu dan masuk perangkap Hong Kong dengan ancaman akan memberitahukan hal ini kepada semua orang dan juga Hong Dalu. Apalagi Hong Kong mengatakan akan membunuh Hong Dalu.


Sejak saat itulah semua mengalir dengan apa adanya, dan membuat Hong Dalu memiliki sikap dan sifat yang liar akibat didikan dari Hong Kong.


Hong Dalu, Hong Yang, dan Hong Tou yang mendengar penjelasan dari Ayahnya tidak kuat menahan isak tangisnya. Mereka mulai mengingat sosok Ibu yang telah tiada yang ternyata pergi untuk selama-lamanya karena terjebak dalam permasalahan Hong Fu dan Hong Kong.


" Dhuaaarrrr...." Hong Dalu tiba-tiba melesatkan pukulan ke arah Patriak Hong Fu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Like dan komentar!...


__ADS_2