
Benua Tengah.
Di sebuah ruangan yang cukup besar, terlihat beberapa orang dengan aura yang cukup kuat sedang duduk santai dengan meminum arak.
Wajah mereka terlihat sangat senang setelah mendengar kabar beberapa hari yang lalu.
" Kali ini kita berhasil menghancurkan ketiga Sekte di Wilayah Timur. Kesempatan kita untuk menguasainya lebih terbuka lebar, aku ingin kalian mulai bersiap untuk menjalankan tugas yang sesungguhnya, atau tuan akan membunuh kalian jika gagal," Ucap Salah satu sosok yang memiliki aura paling kuat di bandingkan dengan yang lain.
" Pemimpin Tang Shan tidak perlu khawatir, kami akan melakukan tugas dengan sebaik mungkin, apalagi pergerakan yang akan kita lakukan bersamaan dengan kompetisi Benua," Ucap sosok yang memiliki tiga garis di bawah lambang Teratai Hitam pada bagian dadanya.
" Hahahaha.... Aku sudah tidak sabar untuk membunuh mereka semua," Sosok yang lainnya menimpali.
" Bagus! Aku harap kebahagiaan kalian ini akan tetap bertahan hingga nanti." Ucap pemimpin Tang Shan, lalu menghilang dari tempatnya.
Setelah kepergian Pemimpin Tang Shan, lima sosok yang masih berada di tempat itu saling menatap satu sama lain.
" Apa kita membutuhkan strategi dalam penghancuran ini?"
" Tidak perlu, hanya membunuh manusia-manusia sampah, kita akan dengan mudah melakukan itu semua." Ucap nya dengan nada sombong.
Mereka berlima tertawa dengan keras, lalu kembali menikmati acara minum araknya.
******
Di tempat lain.
Di dalam kamar, Bai Hu duduk dengan tenang menunggu Xu Tian.
" Swusshh...." Xu Tian yang baru saja keluar dari Dunia Jiwa muncul di depan Bai Hu.
" Tuan muda," Sambut Bai Hu dengan hormat.
Xu Tian menganggukkan kepala, lalu duduk di depan Bai Hu.
" Bagaimana?" Tanya Xu Tian setelah duduk pada tempatnya.
" Tuan muda, lima kilometer arah barat dari Kota, aku merasakan jejak aura yang tertinggal. Aku sangat yakin jika kelompok yang telah menyerang Kota ini adalah kelompok Teratai Hitam. Aku sebenarnya sudah mencurigai ini sejak awal, mereka benar-benar harus di hancurkan." Ucap Bai Hu dengan berusaha tetap tenang.
" Mereka sepertinya sangat berambisi untuk menguasai Wilayah Timur. Aku sebenarnya masih tidak yakin dengan apa yang ada di dalam pikiranku saat ini, hanya saja aku mulai mencurigai ada sosok yang sangat kuat berada di belakang mereka, karena tidak mungkin mereka berani melakukan hal ini semua, apalagi jika kekuatan besar lainnya menentang apa yang sedang mereka lakukan. Menguasai satu Wilayah akan membuat mereka menjadi yang terkuat di Dunia Dewa ini. Tetapi bukan itu yang sedang aku pikirkan.."
Bai Hu menatap serius Xu Tian yang menghentikan ucapannya.
" Aku merasa salah satu sosok dari Neraka Kuno berhasil keluar, karena akan sangat tidak mungkin jika mereka mengetahui keberadaan Altar kuno, apalagi kejadian itu hanya di ketahui oleh kelompok tertentu." Xu Tian dengan sangat serius.
Bai Hu terdiam mencoba memikirkan apa yang di katakan Xu Tian.
Tempat itu menjadi hening tanpa obrolan dari keduanya, mereka sama-sama sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
" Apa yang di katakan tuan muda, cukup masuk akal. Bahkan Leluhur Su Jingse juga tidak menyangka akan ada kelompok yang mengetahui keberadaan Altar kuno itu,"
" Sepertinya kita harus segera pergi dari tempat ini. Jika memang yang kita pikirkan benar, maka tidak ada waktu lagi untuk bersantai." Ucap Xu Tian bangkit dari tempat duduknya.
Bai Hu membenarkan hal itu, lalu ikut berdiri. Mereka berdua segera keluar dari dalam kamar.
" Perintahkan Long Hei, Feng Huang, dan Feng Louzhi untuk mempercepat perjalanan mereka!"
" Baik, tuan muda." Bai Hu yang langsung mengirimkan pesan kepada ketiganya.
Setelah berjalan selama beberapa menit, mereka berdua telah berada di luar penginapan.
" Swusshh...." Xu Tian dan Bai Hu melesat dengan kecepatan tinggi menuju arah Barat.
*****
Di Dalam Hutan.
Ratusan cahaya melesat dengan kecepatan sedang melewati pepohonan di sekitarnya.
" Percepat gerakan kalian!" Ucap Long Hei yang memimpin anggota Sekte Gunung Api.
" Wushhh...." Mereka tidak berani membantah perintah Long Hei, lalu bergerak dengan lebih cepat.
Hingga setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, mereka melihat kelompok yang juga sedang bergerak ke arah yang sama.
Long Hei tersenyum saat mengetahui kelompok tersebut, lalu meminta yang lainnya untuk bergabung dengan kelompok yang kini berjarak satu kilometer dari tempatnya.
" Swusshh...."
" Swusshh...."
" Swusshh..."
Kilatan cahaya terus melesat di dalam hutan tersebut, bahkan kali ini kembali terlihat satu kelompok dengan jumlah sekitar dua ratus lima puluh orang dari arah belakang.
Mereka semua adalah orang-orang dari Sekte Gunung Api, Sekte Macan Putih, dan Sekte Pedang Emas.
Ketiganya secara perlahan bergabung, hingga pasukan itu kini berjumlah delapan ratus lima puluh tiga orang.
" Di depan ada sebuah kota, kita akan memutar ke arah selatan menghindari kota tersebut!" Teriak Feng Huang meminta semua orang untuk bergerak ke arah selatan.
Hal itu di lakukan agar tidak menarik perhatian orang-orang.
" Swusshh...."
" Swusshh...."
__ADS_1
******
Di tempat lain.
Xu Tian dan Bai Hu yang sedang bergerak tiba-tiba merasakan kehadiran tiga sosok di arah selatan.
" Tuan muda, aura ini..." Ucap Bai Hu dengan serius.
Xu Tian tanpa menanggapi ucapan Bai Hu, segera bergerak menuju arah ketiga sosok tersebut.
" Swusshh...."
Hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit, mereka berdua dapat melihat ketiga sosok dengan lambang Teratai Hitam sedang melesat dengan kecepatan sedang.
" Lumpuhkan mereka, jangan sampai membunuhnya!" Ucap Xu Tian memberikan perintah.
" Baik!" Bai Hu menghilang dari tempatnya.
Ketiga sosok yang merasakan bahaya mendekat, dengan cepat bergerak menghindar.
" Terlalu percaya diri!" Dengus Bai Hu saat melihat mereka bergerak ke arah yang berbeda.
Belum sempat mereka semua bergerak lebih jauh, tiba-tiba muncul sebuah Tapak Harimau dari kehampaan yang langsung menampar ketiganya.
" Booommss...." Ketiganya terlempar dengan cukup keras jatuh ke bawah tanah membuat sebuah kawah besar.
Bai Hu terdiam dengan menggaruk belakang kepalanya. " Apa aku terlalu berlebihan?" Tanya Bai Hu pada dirinya sendiri.
" Swusshh...." Xu Tian muncul di sampingnya.
" Lain kali lebih hati-hati, hampir saja mereka terbunuh," Ucap Xu Tian dengan tenang.
Bai Hu yang merasa bersalah hanya menganggukan kepala, lalu bergerak ke arah ketiganya yang terkubur di dalam kawah besar.
Xu Tian hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Bai Hu.
" Swusshh...." Bai Hu muncul di samping tubuh yang kini terus mengucurkan darah segar.
" Untung saja mereka masih beruntung karena tidak tewas," Bai Hu dengan tersenyum kecut, lalu mengangkat tubuh ketiganya menggunakan energi kekuatan miliknya.
Bai Hu membawa mereka ke tempat Xu Tian berada.
" Tuan muda,"
" Terima kasih." Xu Tian langsung memasukkan pil penyembuhan pada ketiganya, setelah itu memasukkan mereka ke dalam dunia jiwa.
" Swusshh..." Tubuh ketiganya lenyap di iringi tatapan bingung Bai Hu.
__ADS_1
" Tuan muda, apa yang akan tuan muda lakukan kepada mereka?"
" Kau akan mengetahuinya nanti," Xu Tian tanpa ingin menjelaskan, kemudian kembali melanjutkan perjalanan.