
Xu Tian dan Qing Ling yang sedang berbincang di tempat itu, tiba-tiba merasakan lima aura yang mendekati.
Mereka berdua segera mengalihkan pandangannya, hingga terlihat Xie Heng dan Xie Su yang sedang berjalan ke arahnya bersama ketiga putranya.
" Tuan muda, tuan putri.." Ucap Xie Heng dengan hormat di ikuti oleh istri dan ketiga anaknya.
Xu Tian dan Qing Ling tersenyum menatap ke arah mereka. " Bagaimana keadaan kalian?" Tanya Xu Tian menatap ketiga pria kecil yang seumuran dengan Xu Yue Lin.
Ketiga pria kecil itu menatap ke arah Ibunya. Xie Su kemudian menjelaskan kepada ketiga putranya tentang siapa Xu Tian dan Qing Ling.
Setelah mendengar penjelasan dari ibunya, ketiga pria kecil itu menangkupkan tangannya di depan dada dengan ekspresi yang lucu dan menggemaskan.
" Panggil aku paman," Ucap Xu Tian saat melihat bagaimana mereka sulit untuk memulai pembicaraan.
" Dan aku Bibi," Qing Ling menimpali dengan mencubit pelan pipi salah satu dari mereka.
" Paman dan Bibi, perkenalkan aku Xie Yang.."
" Aku Xie Yong..."
" Aku Xie Yeng.."
Ketiganya memperkenalkan diri dengan suara khas anak kecil.
Qing Ling yang merasa gemas segera memeluk ketiganya.
Xie Heng dan Xie Su terlihat sangat terharu, melihat bagaimana reaksi yang di tunjukan Xu Tian dan Qing Ling kepada ketiga putranya.
Qing Ling membawa ketiganya bermain bersama. Dia juga mengeluarkan buah-buahan dari cincin penyimpanan miliknya.
Ketiga pria kecil itu sangat senang dan merasa bahagia saat mendapatkan buah-buahan dari Qing Ling. Apalagi saat Qing Ling mengelus menggunakan tangan lembutnya.
Xu Tian lalu mengalihkan pandangannya ke arah Xie Heng dan Xie Su.
" Apa rencana kalian selanjutnya?" Tanya Xu Tian dengan tenang.
Xie Heng dan Xie Su saling menatap satu sama lain.
" Tuan muda, aku memutuskan untuk ikut bersama tuan muda. Aku juga akan meninggalkan istri serta ketiga anakku. Jika tuan muda mengizinkan, aku akan berada di sini selama satu sampai dua tahun sebelum mengikuti tuan muda." Ucap Xie Heng dengan tersenyum, meski hatinya merasa sakit harus jauh dari keluarganya.
Xie Su menggenggam tangan suaminya dengan erat.
Xu Tian menggelengkan kepalanya. " Aku menolaknya!" Xu Tian dengan tegas.
" Tu-...."
" Jika memang kamu ingin ikut denganku, maka tinggalkan tempat ini dan kalian semua akan ikut bersama denganku. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan kalian, serta menyiksa istri dan ketiga anakmu itu. Kehilangan orang tua dan orang yang kita sayangi adalah sesuatu yang menyakitkan. Aku berjuang hingga saat ini karena satu tujuan. Yaitu melindungi keluarga dan orang-orangku. Jika dirimu pergi meninggalkan keluargamu, bukankah aku sangat egois dan tidak berperasaan?"
__ADS_1
Xie Heng dan Xie Su sekali lagi merasa sangat terharu dengan ucapan Xu Tian.
" Baiklah, kita akan pergi dari tempat ini." Ucap Xu Tian dengan membuka gerbang dunia jiwa.
" Tuan muda.." Xie Heng dan Xie Su terkejut.
" Kalian akan berada di dalam dunia jiwaku." Xu Tian yang kemudian memanggil Qing Ling untuk mendekat.
Qing Ling berjalan bersama Xie Yang, Xie Yong, dan Xie Yeng.
" Bawa mereka semua, aku akan segera melanjutkan perjalanan.."
" Baik, Gege.." Qing Ling lalu meminta mereka untuk mengikutinya.
" Tuan muda, biarkan saya ikut menemani perjalanan tuan muda." Ucap Xie Heng dengan penuh harap.
Xu Tian terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya menganggukan kepala.
" Baiklah.."
Qing Ling, Xie Su, Xie Yang, Xie Yong, dan Xie Yeng memasuki dunia jiwa, sedangkan Xu Tian dan Xie Heng segera pergi meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan kembali perjalanan.
******
Di tempat lain.
" Swusshh.... Swusshh..." Dua kilatan cahaya bergerak dengan kecepatan puncaknya. Satu hari kemudian, menjelang siang, mereka berdua akhirnya tiba di pinggiran hutan dekat ibu kota Wilayah Tengah.
" Kita akan mencari restoran untuk mencari beberapa informasi, sebelum pergi menuju Klan Ling."
Xie Heng menganggukkan kepala, lalu bergerak mendahului Xu Tian saat tiba di dekat gerbang ibu kota.
Dengan tenang Xie Heng menunjukkan identitas miliknya kepada penjaga gerbang.
Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya Xu Tian dan Xie Heng di persilahkan untuk masuk ke dalam Ibu kota wilayah tengah.
Di dalam ibu kota.
Xu Tian dan Xie Heng terus berjalan memasuki pusat kota itu dengan tenang.
" Tuan muda, di depan sana ada resortoran.." Ucap Xie menatap ke arah kanan jalan.
" Kita kesana,"
Setelah tiba di depan restoran, mereka berdua segera di sambut oleh pelayan wanita.
" Selamat datang di restoran Yi Nui, tuan." Ucap pelayan tersebut dengan hormat.
__ADS_1
" Nona, apa masih ada meja kosong?" Ucap Xie Heng dengan hormat.
" Ada, tuan. Mari ikuti saya." Pelayan membawa Xie Heng dan Xu Tian masuk ke dalam restoran.
" Tuan, restoran kami memiliki tiga lantai. Masing-masing lantai memiliki kualitas berbeda."
" Aku ingin di lantai teratas," Ucap Xu Tian dengan cepat setelah merasakan beberapa sosok berada di lantai bagian teratas.
Pelayan sedikit ragu, namun dengan cepat Xie Heng memberikan sekantong koin emas.
" Baik, tuan. Mari..."
Mereka menaiki tangga dengan perlahan, hingga tidak lama kemudian tiba di lantai tiga restoran Yi Nui.
" Tuan, aku akan menyiapkan makanan dan minuman terbaik di tempat ini, silahkan tuan memilih tempat." Pelayan kemudian meninggalkan keduanya.
Xu Tian dan Xie Heng menganggukkan kepala, lalu berjalan menuju meja bagian ujung dekat jendela.
Terlihat dari sepuluh meja yang ada di dalam ruangan itu, kini hanya tersisa dua meja saja, sedangkan delapan meja lainnya telah terisi.
" Bagaimana? Apa kita telah mendapatkan informasi tentang barang yang akan di lelang besok pagi?"
" Sangat sulit. Mereka benar-benar berkerja dengan baik."
" Hais... Semoga saja kabar mengenai peta kuno itu benar adanya,"
Xu Tian dan Xie Heng yang baru saja duduk dapat mendengar dengan jelas obrolan di meja lain.
" Tuan muda," Xie Heng melalui telepati.
" Aku ingin kamu mencari tahu tentang hal ini. Aku juga ingin menghadiri lelang, carikan tempat khusus untuk kita nanti," Xu Tian dengan memberikan cincin penyimpanan di atas meja.
" Ambillah, di dalamnya ada sesuatu yang berguna untukmu nanti," Lanjut Xu Tian saat melihat Xie Heng yang ragu mengambil cincin penyimpanan tersebut.
" Baik."
Tidak lama kemudian, pelayan datang bersama rekannya membawakan pesanan.
" Tuan muda, tuan, silahkan.." Ucap mereka setelah menghidangkan makanan dan minuman di atas meja.
" Tidak perlu terburu-buru, sebaiknya kita segera menikmatinya. Kamu bisa melakukan tugas setelah pesanan ini habis,"
Xie Heng kemudian ikut menikmati pesanan yang tertata rapih di atas meja.
Mereka berdua berbincang mengenai beberapa hal yang akan di lakukan selama di Ibu kota.
Xu Tian sendiri telah memasang formasi di tempat itu, agar orang lain tidak dapat mendengarkan pembicaraan mereka.
__ADS_1
Setelah makanan dan minuman di atas meja telah habis, Xie Heng segera pergi meninggalkan Xu Tian seorang diri.
" Berhati-hatilah.."