
" Apa yang terjadi?"
Xie Heng menatap ke arah Xie Su yang kini mulai menangis.
" Tenanglah, semua akan baik-baik saja." Ucap Xie Heng menenangkan Xu Su, lalu menatap ke arah Xu Tian.
" Hal ini yang menjadi penyebab kami berdua menyerang tuan muda sebelumnya. Mereka bertiga dalam keadaan yang sangat kritis, seperti yang saat ini tuan muda lihat. Ini semua kesalahanku yang meninggalkan mereka bersama istriku. Sekelompok pria berpakaian hitam tiba-tiba datang dan berniat menggunakan ketiga anakku menjadi bahan percobaan mereka untuk membuat racun tingkat tinggi yang lebih mematikan. Untung saja pada saat itu aku menyadari dan dengan cepat tiba di tempat ini. Kami berdua mengorbankan tingkat kultivasi untuk menggunakan teknik khusus klan kalajengking hitam, demi melawan mereka." Xie Heng menjelaskan membuat Xie Su semakin menangis saat mengingat bagaimana mereka hampir saja terbunuh.
" Swusshh..." Qing Ling muncul di tempat itu dengan pandangan tertuju pada ketiga kalajengking muda itu.
Xie Heng dan Xie Su sangat terkejut melihat kedatangan Qing Ling yang secara tiba-tiba itu.
" Tuan muda..."
" Dia Qing Ling, istriku," Xu Tian memperkenalkan.
Xie Heng dan Xie Su menganggukkan kepala, lalu memberikan hormat.
Xu Tian berjalan mendekati ketiga kalajengking muda, lalu dengan tenang menggoreskan telunjuk jarinya.
" Swusshh...." Tiga tetes darah melesat menuju ketiga kalajengking muda, membuat Xie Heng dan Xie Su sangat khawatir.
" Tenanglah..." Ucap Qing Ling mencoba menenangkan mereka. Lalu menjelaskan jika darah itu adalah darah naga suci yang memiliki kegunaan sangat luar biasa.
Xie Heng dan Xie Su tubuhnya bergetar dengan hebat saat mendengar darah naga suci.
" Bug..." Mereka berdua berlutut di hadapan Xu Tian dengan menangis.
" Tuan muda, hamba dan istriku bersumpah akan setia mengabdi dan melayani tuan muda." Ucap Xie Heng dan Xie Su bersamaan.
" Bangunlah, kalian hanya akan menganggu konsentrasi Tian Gege.." Qing Ling mencoba membantu mereka untuk bangkit berdiri.
Xu Tian saat ini terus menggerakkan tangannya untuk membantu darah naga suci yang memasuki ke dalam tubuh ketiganya tidak menjadi liar. Jika hal itu terjadi, akan membuat tubuh ketiga kalajengking muda itu meledak.
Namun keduanya menolak. " Tuan putri, izinkan kami berdua untuk melakukan hal ini. Kebaikan dan ketulusan tuan muda sangat berarti dalam hidup kami berdua."
" Tapi Gege sangat membenci orang-orang yang melakukan hal ini,"
Mendengar ucapan Qing Ling, membuat mereka berdua terpaku di tempatnya. Kemudian dengan cepat bangkit berdiri.
__ADS_1
" Tuan putri, lalu apa yang harus kami lakukan?"
" Tunjukan keseriusan kalian tanpa merendahkan harga diri dan martabat kalian," Qing Ling dengan tenang, menatap keduanya dengan ramah.
Keduanya terdiam dengan wajah terharu mendengar hal itu. Xie Heng dan Xie Su tidak pernah mendengar kata-kata yang begitu luar biasa itu, di mana mengabdikan hidup tanpa harus merendahkan harga diri dan martabat.
Yang mereka ketahui, saat seseorang bersumpah mengabdi dengan tuannya, maka dia akan sama dengan budak.
Namun kali ini berbeda, hal itu membuat keduanya semakin yakin untuk menetapkan hatinya mengabdi pada Xu Tian.
Lima menit kemudian, Xu Tian telah selesai melakukan ritual darah naga suci.
Terlihat keadaan ketiga kalajengking muda itu kini sangat membaik, hingga perlahan ketiganya berubah wujud menjadi seorang manusi seumuran dengan Xu Yue Lin.
Xie Heng dan Xie Su terlihat sangat senang dan bahagia melihat wajah ketiga putranya itu.
" Tuan muda, terima kasih.." Ucap mereka dengan sangat tulus.
Xu Tian menganggukan kepala tersenyum ramah kepada mereka berdua.
" Sebentar lagi aku juga akan menjadi orang tua seperti kalian. Meski kami saat ini telah mengangkat seorang anak. Aku bisa merasakan bagaimana rasa sakit dan kesedihan saat melihat keadaan orang yang paling berharga di hidup kita dalam keadaan bahaya. Melihatnya terluka saja sudah membuat kita cemas, apalagi saat melihat keadaan mereka bertiga yang sangat memperihatinkan." Jelas Xu Tian, lalu berjalan ke arah Qing Ling.
Xie Heng dan Xie Su menatap punggung Xu Tian dan Qing Ling dengan tersenyum tulus, lalu menatap ke arah ketiga putranya.
" Anak-anak Ibu..." Ucap Xie Su mendekati mereka, lalu memeluknya.
******
Di tempat lain.
Xu Tian dan Qing Ling akhirnya tiba di depan gua. Mereka kemudian mencari tempat nyaman untuk beristirahat.
" Gege, di mana kita sekarang?" Tanya Qing Ling dengan memperhatikan tempat di sekitarnya.
" Kita berada di lereng gunung, tidak jauh dari sini kita akan tiba di ibu kota. Apa Ling'er ingin ikut bersama menuju ibu kota?"
Qing Ling menggelengkan kepalanya. " Tidak, lebih baik Ling'er berada di dalam dunia jiwa."
Qing Ling sebenarnya sangat ingin menemani perjalanan Xu Tian, hanya saja dia khawatir akan membuat masalah nantinya. Apalagi saat ini dia tengah hamil muda.
__ADS_1
Xu Tian tersenyum lembut mengetahui apa yang sedang di pikirkan Qing Ling.
" Bersabarlah, suatu saat nanti kita akan berpetualang bersama.." Xu Tian dengan membawa tubuh Qing Ling kedalam pelukannya.
Mereka berdua kemudian melanjutkan obrolan dengan menikmati suasana di tempat tersebut.
******
Di tempat lain.
Istana Xufelong.
Saat ini istana Xufelong dalam tahap perekrutan anggota baru dan peningkatan kekuatan secara besar-besaran.
Tetua ketiga sekte yang telah selesai melakukan kultivasi tertutup segera mengerjakan tugas yang di berikan Feng Huang, di mana mereka di tugaskan untuk merekrut pemuda-pemuda yang ada di Wilayah Timur.
Sedangkan para abdi Xu Tian yang lain, mengerjakan tugasnya masing-masing sesuai dengan arah Xu Tian yang telah dia katakan kepada Feng Huang sebelumnya.
Klan Zhu, Klan Nan, dan Klan Hong sendiri sedang memindahkan orang-orang tertentu untuk menempati salah satu tempat yang sudah di khususkan untuk mereka di Istana Xufelong.
Ketiga leluhur saat ini menjabat menjadi Patriak dan Tetua Agung Sekte Xufelong. Mereka semua benar-benar berkerja sama dalam membangun dan memperkuat sekte Xufelong, yang nantinya akan di jadikan pasukan oleh Xu Tian.
Dengan bantuan sumber daya serta teknik tingkat tinggi, semua murid berlatih dengan keras agar mampu menjadi pilar generasi pertama sekte Xufelong.
" Semua berjalan dengan baik. Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga nama Istana Xufelong menjadi momok menakutkan untuk mereka semua," Ucap Feng Louzhi yang kemudian duduk di samping Feng Huang dan Long Hei.
" Aku sudah tidak sabar menunggu reaksi mereka saat mengetahui kekuatan milik Istana Xufelong."
" Hentikan obrolan kalian! Kalian selalu saja bersantai dan membebani pekerjaan kepadaku." Ucap Bai Hu yang memasuki ruangan dengan wajah kesal.
" Bai Hu! Kami juga memiliki pekerjaan sepertimu. Hanya saja saat ini kami ingin bersantai menikmati arak terlebih dulu." Jawab Feng Louzhi dengan kesal.
" Kalian ini selalu saja ribut!" Feng Huang menimpali, lalu meminta Bai Hu untuk bergabung bersamanya.
" Jangan meminum arak terlalu banyak, kau akan sangat merepotkan saat sedang mabuk," Ucap Long Hei meledek Bai Hu.
" Long Hei!" Teriak Bai Hu melemparkan gelas ke arah Long Hei.
" Hahahaha....."
__ADS_1