Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
94. Penyatuan Jiwa Dan Roh - Pembentukan Tubuh


__ADS_3

Xu Tian mengangkat kedua tangannya di udara, hingga beberapa saat kemudian muncul ketujuh warna yang berputar di sekitarnya.


" Penyatuan Jiwa dan Roh - Pembentukan Tubuh!"


" Wushhh..." Ketiga cahaya sebesar kelereng melesat dengan kecepatan tinggi menuju Long Zi, yang kemudian mulai masuk ke dalam dahi.


Kedua bola mata Long Zi berubah menjadi emas, hingga beberapa saat kemudian tubuhnya bergetar dengan hebat akibat menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.


" Roarghh...."


" Roarghh...."


Xu Tian menggerakkan tangannya membuat perisai pertahanan, saat hembusan angin yang sangat kencang tiba-tiba muncul.


" Booms..." Feng Huang, Feng Louzhi, dan lainnya terlempar menabrak dinding formasi kubah penguasa.


" Sangat mengerikan!" Ucap semua orang yang berada di luar formasi, saat melihat bagaimana tubuh seluruh Dewa dan pasukan Istana Langit melebur menjadi satu.


Xu Tian bergerak ke atas Long Zi, kemudian membentuk segel tangan.


Xu Tian menggerakkan kedua tangannya dengan kecepatan angin membentuk segel tangan.


" Wushhh..." Tiga sajak kuno muncul mengambang di udara dengan aura yang sangat kuat, perlahan membentuk tiga formasi berbeda.


Formasi Penyatuan Jiwa dan Roh, Formasi Penyucian Jiwa dan Roh, dan Formasi pembentukan tubuh.


Tiga formasi itu perlahan membentuk sebuah piramida, yang perlahan mengurung Roh Naga.


" Long Zi! Sekarang!" Teriak Xu Tian dengan keringat yang mulai mengucur membasahi tubuhnya.


Terlihat keraguan yang muncul di wajah Long Zi. Namun saat melihat bagaimana tekad Xu Tian, membuatnya mau tidak mau harus mematuhi perintah sang tuan.


Long Zi menutup kedua bola matanya, hingga beberapa saat kemudian aura berwarna emas muncul.


Sekali lagi Xu Tian membuat segel tangan, menciptakan sebuah cakram raksasa. Dengan gerakan cepat, dia menggigit ujung jari, hingga darah naga suci miliknya melesat menuju cakram tersebut.


Cakram itu mulai bergerak masuk ke dalam formasi piramida, yang kemudian menyelimuti Roh Long Zi.


" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terjadi, dengan keadaan Roh Long Zi yang hancur bersama dengan ketujuh warna berbeda, jiwa dua pimpinan organisasi kelompok Teratai Hitam dan leburan jiwa dewa dan pasukan Istana Langit.


Getaran dan gemuruh petir terdengar di seluruh Alam Dewa.


Perlahan formasi tersebut membentuk sebuah pagoda dengan pekikan suara seekor naga.


Pagoda itu mulai menarik secara paksa jiwa dan roh yang hancur, kemudian mulai menyatu menampilkan sosok seorang pemuda tampan dalam keadaan tidak sadarkan diri.


" Krak....." Suara retakan tulang yang sangat mengerikan terus terdengar seperti sebuah alunan musik kematian.


" Booms...." Ledakan keras terjadi dengan terlemparnya tubuh Xu Tian dengan luka yang cukup parah.

__ADS_1


Namun dengan gerakan cepat, Xu Tian melepaskan kembali segel tangan untuk melindungi pagoda yang sedang membentuk tubuh Long Zi.


" Penguasa!" Teriak Feng Louzhi, Feng Huang, Long Hei, dan Bai Hu yang langsung bergerak untuk menolong Xu Tian.


" Wushhh..." Mereka tiba di dekat Xu Tian, yang kini mulai menutup kedua matanya.


" Jaga pagoda itu, agar prosesnya berjalan dengan lancar," Ucap Xu Tian yang kemudian kehilangan kesadaran.


Feng Huang segera menggendong tubuh Xu Tian mencari tempat yang nyaman.


Sedangkan Feng Louzhi, Bai Hu, dan Long Hei bergerak ke arah pagoda.


*****


Di tempat lain.


Xu Lou Yuan yang sedang duduk bersama Xu Yuan, tiba-tiba saling menatap satu sama lain. Hingga beberapa saat kemudian mereka berdua menganggukkan kepala.


" Wushhh..." Xu Yuan menghilang dari tempat itu, meninggalkan Xu Lou Yuan sendirian.


Xu Lou Yuan menarik nafasnya dalam-dalam, dengan gelengan kepala. " Dia selalu memaksakan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan. Degan kekuatannya saat ini, menggunakan teknik Penyatuan Jiwa dan Roh - Pembentukan Tubuh, aku membebani tubuh dan jiwanya," Ucap Xu Lou Yuan, meski dia terlihat kesal dengan apa yang di lakukan cucunya, namun dapat di lihat raut wajah penuhi kekhawatiran.


Di tempat lain.


Xu Yuan terus bergerak menjauh dari Istana Awan. Setelah bergerak sejauh ratusan kilometer, dengan tenang dia membuat segel tangan.


******


Dunia Dewa.


Xu Yuan muncul di atas langit Ibu kota Wilayah Tengah. Dengan mengitari pandangannya, dia membuat formasi untuk menutupi pandangan semua orang agar tidak dapat melihat apa yang terjadi di dalam formasi kubah penguasa.


" Wushhh..." Xu Yuan kemudian menghilang.


Di Luar Formasi.


Semua orang terlihat sangat terkejut, saat tidak dapat lagi melihat hal yang terjadi di dalam.


" Patriak Zhentian, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Leluhur Ling Zhengji.


Patriak Zhentian yang mendapatkan pertanyaan itu menggelengkan kepala, dia juga tidak mengetahui.


Di Dalam Formasi.


" Ini!" Ucap Feng Louzhi, Feng Huang, Bai Hu, dan Long Hei dengan terkejut, saat merasakan kehadiran sosok yang tidak asing.


" Wushhh..." Xu Yuan muncul di samping Xu Tian, dengan pandangan menatap tubuh sang putra.


" Apa yang terjadi?" Tanya Xu Yuan mengejutkan mereka semua.

__ADS_1


" Tuan penguasa," Ucap mereka memberikan hormat, lalu Long Hei menjelaskan tentang hal yang terjadi di tempat itu dengan detail.


Xu Yuan tersenyum kecut mendengar hal itu, kemudian menatap mereka semua.


" Apa sebelumnya dia mengetahui sesuatu yang selama ini di rahasiakan?"


Feng Huang dengan cepat menganggukkan kepala, lalu menjelaskan tentang pembicaraan Xu Tian bersama dengan Roh Phoenix.


" Aku mengerti. Lalu di mana menantu dan cucuku?"


" Penguasa putri berada di dalam dunia jiwa, sedangkan nona muda berada di tempat persembunyian bersama Feng Yue dan lainnya," Jelas Feng Huang.


" Bawa cucuku dan lainnya ke tempat ini, aku akan membawa mereka dan putraku menuju Istana Awan. Kalian selesaikan masalah di tempat ini terlebih dulu sebelum menyusul kami," Perintah Xu Yuan dengan tenang.


" Baik, Tuan Penguasa.." Ucap mereka dengan penuh hormat, lalu menghilang dari tempatnya.


Xu Yuan kemudian menatap ke arah pagoda, dengan gerakan tangan secepat angin, sebuah lingkaran yang sama kembali muncul.


Xu Yuan menarik pagoda itu untuk mendekat ke arahnya.


Di tempat lain.


Feng Huang dan lainnya terus bergerak mencari keberadaan Xu Yue Lin bersama lainya, hingga beberapa saat kemudian mereka menemukan Feng Yue sedang memeluk tubuh Xu Yue Lin yang menangis.


" Apa yang terjadi?" Tanya Feng Huang dengan khawatir.


Feng Yue mengangkat wajahnya menatap kehadiran Feng Huang, Feng Louzhi, Bai Hu, dan Long Hei.


" Akhirnya kalian datang juga," Feng Yue dengan menghela nafas panjang.


" Ada apa dengan nona muda?" Bai Hu dengan cepat, dia khawatir telah terjadi sesuatu yang membuat nona mudanya terusik.


Feng Yu kemudian menjelaskan bagaimana Xu Yue Lin menangis. Hal itu terjadi saat beberapa orang yang ada di tempat itu mengatakan telah terjadi sesuatu di dalam formasi, hingga membuat mereka tidak dapat mengetahui apapun.


Obrolan mereka di dengar Xu Yue Lin, hingga membuatnya menangis mengkhawatirkan keadaan Ayahnya.


Feng Huang dan lainnya menganggukkan kepala, kemudian meminta mereka untuk ikut masuk ke dalam formasi.


" Paman, apa Ayah baik-baik saja?" Tanya Xu Yue Lin yang masih menangis.


" Tentu saja, nona muda. Bahkan di dalam juga ada kakek, nona muda.." Jelas Feng Huang dengan tersenyum.


" Benarkah?" Xu Yue Lin dengan bersemangat.


Feng Huang menganggukan kepala dengan tersenyum.


" Ayo Paman, aku ingin memeluk Ayah, aku sudah sangat merindukannya..." Ucap Xu Yue Lin berlari ke arah Feng Huang dengan merentangkan kedua tangannya.


Mereka semua tersenyum melihat tingkah nona mudanya.

__ADS_1


__ADS_2