Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
59. Menuju Rumah Lelang


__ADS_3

Setelah kepergian Xie Heng, Xu Tian masih duduk dengan tenang di tempatnya.


" Sepertinya tidak ada informasi lain. Sebaiknya aku mencari penginapan untuk beristirahat, apalagi setelah ini akan ada banyak hal yang harus aku kerjakan."


Xu Tian segera bergerak turun menuju lantai dasar restoran.


Setelah berada di lantai dasar, Xu Tian mencoba mendengarkan pembicaraan para pengunjung.


Namun rata-rata dari mereka hanya membahas tentang peningkatan kultivasi dan acara lelang yang akan di adakan esok pagi.


Di rasa tidak memiliki urusan lagi di tempat itu, Xu Tian segera mencari penginapan.


*****


Di tempat lain.


Xie Heng terus bergerak mencari keberadaan bangsa rumah lelang di ibu kota.


" Tuan, di mana aku bisa menemukan rumah lelang?" Tanya Xie Heng kepada salah satu pria yang kebetulan berpapasan dengannya.


" Tuan bisa terus berjalan ke arah pusat Ibu kota, di sana tuan akan menemukan bangunan mewah yang berada di sebelah kanan jalan bagian selatan." Jawab pria itu dengan detail.


" Baik, terima kasih." Xie Heng kemudian mempercepat langkahnya, karena hari kini sudah hampir memasuki malam.


Setelah berjalan mengikuti arahan pria sebelumnya, akhirnya Xie Heng menemukan bangunan mewah bertingkat.


Rumah Lelang Bing.


Xie Heng berjalan menghampiri penjaga yang sedang berjaga di tempat itu.


" Tuan, aku ingin bertemu dengan manajer rumah lelang ini, apa bisa?"


" Maaf tuan, ada keperluan apa tuan menemui manajer Bing?"


" Aku berniat ikut dalam lelang besok, dan aku membutuhkan ruangan khusus."


Penjaga menganggukkan kepala, kemudian membawa Xie Heng masuk ke dalam.


Setelah berada di dalam rumah lelang, Xie Heng di bawa menuju meja yang berada di dekat pintu masuk lantai dasar.


" Tetua Bing Gu, tetua ini ingin bertemu dengan manajer Bing Yang." Ucap penjaga kepada salah satu tetua yang berad di balik meja.


Tetua Bing Gu menganggukkan kepala, kemudian meminta Xie Heng untuk mengikuti dirinya.


Setelah berjalan selama beberapa saat, mereka berdua akhirnya tiba di lantai tiga tempat di mana ruangan manajer berada.


" Aku akan melapor pada manajer Bing, mohon tuan menunggu."


Xie Heng menunggu beberapa saat, hingga akhirnya pintu ruangan terbuka memperlihatkan seorang pria bagi baya yang masih terlihat tampan.

__ADS_1


" Aku dengar tuan ingin memesan ruangan khusus pada lelang besok?"


" Benar, tuan."


" Mohon maaf, kami hanya memberikan ruangan VIP kepada kelima Klan dan orang-orang penting saja."


Xie Heng tersenyum tipis mendengar ucapan itu. Dia tidak marah mendengar hal itu, karena memang sudah sejak dulu peraturan seperti itu ada.


" Xie Heng dengan tenang membuat formasi di tempat itu."


" Wushhh...."


Apa yang di lakukan Xie Heng membuat Manajer Bing Yang dan tetua Bing Gu terkejut.


" Apa yang anda lakukan?" Ucap Manajer Bing Yang dengan melepaskan tekanan.


" Meski saat ini tingkat kultivasiku di bawahmu, namun tekanan ini tidak berarti banyak untukku." Ucap Xie Heng dengan tenang.


Meski Xie Heng masih berada pada tingkat Dewa petir tingkat puncak, namun sebelumnya dia telah menembus ranah Kaisar Dewa, sehingga tekanan yang di lepaskan Bing Yang tidak terlalu mempengaruhi dia.


" Jelaskan maksud mu?"


" Aku hanya ingin menawarkan sesuatu kepada kalian. Aku melakukan hal ini juga karena kalian tidak mempersilahkan aku masuk ke dalam."


" Maafkan aku. Jika begitu kita bicarakan hal ini di dalam." Manajer Bing Yang mengajak Xie Heng.


Manajer Bing Yang dan Bing Gu menatap dengan terpana. Meski di dunia dewa terdapat buah-buahan abadi, namun hanya ada di Istana Langit, dan itu pun berbuah dalam seratus tahun sekali. Sehingga keberadaannya kini mulai di cari-cari oleh semua orang.


" Aku akan kembali besok pagi bersama tuanku. Jika kalian menginginkan buah-buahan ini, maka besok pagi kalian sudah harus memberikan kami ruangan VIP rumah lelang ini," Ucap Xie Heng yang kemudian menghilang dari tempatnya.


Keduanya masih terdiam di tempatnya. Hingga Bing Yang kemudian meminta Bing Gu untuk menjamu Xie Heng secara khusus apabila besok pagi datang kembali.


Bing Yang sendiri segera pergi dari tempat itu dengan terburu-buru.


Xie Heng yang sudah berada di luar, segera bergerak ke penginapan tempat Xu Tian berada.


******


Menjelang pagi, Xu Tian yang saat ini berada di dalam dunia jiwa terbangun dari tidurnya.


" Gege..." Ucap Qing Ling yang baru saja memasuki kamar.


" Aku akan segera keluar, sepertinya Xie Heng sudah kembali," Ucap Xu Tian yang kemudian bangkit dari tempat tidurnya.


Qing Ling menganggukkan kepalanya.


" Berhati-hatilah," Ucapnya dengan lembut.


Xu Tian tersenyum, kemudian berjalan mendekati Qing Ling.

__ADS_1


" Jangan membuat Ibu susah," Ucap Xu Tian yang kini mensejajarkan wajahnya di depan perut Qing Ling.


Qing Ling tertawa kecil melihat tingkah Xu Tian.


Xu Tian kemudian mengecup perut Qing Ling, lalu beralih mengecup kening Qing Ling.


" Aku pergi.." Ucap Xu Tian yang di balas anggukan kepala dan senyumnya.


Qing Ling melihat kepergian Xu Tian dengan mengelus perutnya, dia tersenyum sendiri melihat bagaimana tingkah suaminya itu.


Setelah berpamitan kepada Qing Ling, Xu Tian lalu keluar dari dalam dunia jiwa.


" Swusshh...." Sosoknya muncul di dalam kamar, kemudian melangkah kaki keluar untuk menemui Xie Heng.


*****


Di lantai dasar penginapan.


Xie Heng yang sedang bersantai di restoran penginapan, akhirnya melihat kedatangan Xu Tian yang kini berjalan ke arahnya.


" Tuan," Ucap Xie Heng bangkit dari duduknya, bahkan kini dia telah mengubah nama panggilannya. Dia berfikir cukup aneh memanggil seseorang yang sudah menikah dengan sebutan tuan muda.


Xu Tian menganggukkan kepala, lalu meminta Xie Heng untuk duduk kembali.


" Xie Heng, bicaralah," Ucap Xu Tian setelah mereka berdua duduk berhadapan.


" Tuan, semuanya sudah berjalan sesuai rencana. Hanya saja aku tidak mendapatkan informasi mengenai peta kuno itu," Xie Heng menjelaskan kepada Xu Tian kejadian di rumah lelang Bing dengan detail.


" Tidak masalah, yang terpenting kita sudah memiliki ruangan khusus untuk mengikuti lelang nanti."


Karena hari masih sangat pagi, mereka berdua memutuskan untuk sarapan di restoran penginapan yang ada di lantai dasar itu.


Hingga satu jam kemudian, mereka berdua mulai pergi meninggalkan penginapan menuju rumah lelang Bing.


Di perjalanan, terlihat banyaknya pejalan kaki maupun kultivator yang sedang berjalan ke arah yang sama dengan Xu Tian dan Xie Heng.


" Sepertinya mereka akan pergi ke rumah lelang," Ucap Xie Heng yang berjalan di samping Xu Tian.


" Aku berharap mereka datang ke acara lelang ini," Ucap Xu Tian dengan terus berjalan.


Xie Heng sendiri merasa penasaran dengan sosok yang di nantikan tuannya itu. Xu Tian sendiri hanya tersenyum tanpa berniat menjelaskan kepada Xie Heng.


Hingga tidak lama kemudian, mereka berdua akhirnya tiba di depan rumah lelang.


Penjaga yang melihat kedatangan Xie Heng segera masuk ke dalam untuk melaporkan kepada Bing Gu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya bisa 5 bab hari ini. Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar kalian.

__ADS_1


__ADS_2