
Xu Lou Yuan yang melihat kedua gadis itu berlari ke arahnya, segera merentangkan kedua tangannya.
Xu Mei dan Xu Zishu masuk ke dalam pelukan Xu Lou Yuan.
" Kakek, kami sangat merindukanmu," Ucap Xu Zishu dengan mengeratkan pelukannya.
" Kakek juga sangat merindukan kalian," Balas Xu Lou Yuan, kemudian menatap ke arah Xu Yuan, Qian Xialin, dan Lin Hua.
" Percayakan semuanya kepada mereka," Ucap Xu Lou Yuan melalui telepati.
Ketiganya menganggukkan kepala, lalu kembali melanjutkan langkahnya memasuki Istana.
Setelah kepergian Xu Yuan, Qian Xialin, dan Lin Hua. Xu Mei dan Xu Zishu lalu melepaskan pelukannya dengan menatap serius wajah Xu Lou Yuan.
" Kakek, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya mereka berdua dengan penuh selidik.
Xu Lou Yuan tersenyum dengan mengelus puncak kepala mereka.
" Kalian akan mengetahuinya nanti. Tugas kalian saat ini berlatih lebih keras agar kalian mampu mengetahui sesuatu yang terjadi tanpa bertanya kepada orang lain,"
Wajah Xu Mei dan Xu Zishu berubah cemberut, mereka lalu meninggalkan Xu Lou Yuan sendirian.
Xu Lou Yuan terkekeh pelan melihat tingkah kedua gadis itu. " Aku rasa mereka juga akan menjadi monster kecil seperti kakaknya," Lalu berjalan memasuki Istana.
Di dalam Istana.
Semua orang kini tengah berkumpul di ruangan keluarga.
" Kalian semua akan memasuki latihan tertutup, sampai mencapai ranah Raja Dewa. Setelah itu kalian dapat menemui An'er," Ucap Xu Yuan dengan tegas menatap Xu Feng dan lainnya.
Mereka saling menatap satu sama lain dengan terkejut. Saat ini saja mereka masih berada di ranah Immortal Emperor, lalu berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk melakukan latihan tertutup hingga mencapai ranah Raja Dewa.
Xu Lou Yuan yang baru saja memasuki ruangan, menatap wajah mereka dengan serius.
" Asal kalian tau, saat ini An'er sudah berada di ranah Kaisar Dewa - Dewa Alam. Jika kalian tidak memiliki keinginan yang tinggi dalam latihan nanti, maka kalian akan semakin tertinggal jauh olehnya,"
Xu Feng, Xu Han, Xu Cang, Xu Guang, Xu Lou, Xu Jin, Xu Meng, dan Xu Ying sekali di buat terkejut akan ucapan itu.
" Tidak perlu khawatir, kalian akan memasuki Alam rahasia yang ada di Istana ini. Aku yakin kalian hanya membutuhkan kurang dari satu tahun untuk mencapai ranah Raja Dewa," Jelas Qian Xialin menatap mereka dengan tersenyum.
" Baik, sudah di putuskan besok pagi kalian akan mulai memasuki Alam rahasia. Persiapkan diri kalian.." Ucap Xu Lou Yuan kemudian menghilang dari tempat tersebut.
__ADS_1
Lin Hua berjalan ke arah mereka. " Bibi yakin kalian mampu, jadi jangan mengecewakan kita semua,"
" Baik, Bibi Hua..." Ucap mereka dengan tekad yang kuat.
Sedangkan di tempat lain, saat ini Xu Mei dan Xu Zishu mulai berjalan-jalan di Istana Awan.
" Mei, aku sangat lapar,"
Xu Mei menatap ke arah Xu Zishu dengan tersenyum.
" Jangan katakan kita harus membuat masalah terlebih dulu."
" Tentu saja, jika ingin makan harus berkerja terlebih dulu," Ucap Xu Mei yang melihat beberapa tetua sedang bersantai.
" Apa rencana kita?"
Xu Mei terdiam, hingga beberapa saat kemudian tersenyum lebar membayangkan sesuatu yang sangat akan terjadi setelah rencananya berhasil.
" Sedikit memberikan pelajaran kepada mereka. Salah sendiri tidak mau menjelaskan kepada kita," Ucap Xu Mei kemudian membisikkan sesuatu pada Xu Zishu.
" Mei, apa itu tidak berlebihan?" Tanya Xu Zishu dengan ragu setelah mendengar rencana Xu Mei.
Xu Mei mendengus dengan kesal." Iya sudah jika kamu tidak mau," Xu Mei kemudian berjalan meninggalkan Xu Zishu.
" Aku setuju dengan rencanamu, tapi kamu harus berjanji untuk memasak banyak makanan untukku!" Teriak Xu Zishu berlari mengejar Xu Mei.
Xu Mei yang mendengar teriakkan Zishu, tersenyum kecil.
Xu Mei memang sangat jago dalam memasak, hal ini membuat Xu Zishu selalu menuruti segala keinginan Xu Mei agar bisa menikmati masakannya.
Hal itu sendiri tidak lepas dari kehidupan masa kecilnya, di mana dia akan ikut ke dapur untuk membantu Lin Hua memasak. Hingga pada akhirnya, Xu Mei memiliki kemampuan yang luar biasa dalam memasak.
*******
Di Wilayah Tengah.
Dua aura yang sangat kuat terus merembas keluar memenuhi segala sudut Arena Dewa.
Hingga beberapa saat kemudian, Qing Ling mulai membuka kedua matanya membuat seluruh tempat menjadi bongkahan es.
Bai Hu dan Feng Huang segera mengirimkan kekuatan menuju formasi, saat melihat bagaimana formasi mulai mengalami keretakan seperti helaian rambut.
__ADS_1
" Bantu mereka untuk menopang formasi ini," Perintah Patriak Xu Zhentian dengan cepat, saat melihat retakan semakin terlihat jelas.
Keempat patriak, Tetua Agung Xu Huangshen, dan Leluhur Ling Zhengji segera membantu Feng Huang dan Bai Hu dengan mengirimkan kekuatan mereka.
Xu Tian menutup kedua matanya, beberapa detik kemudian penampilannya berubah dengan rambut emas dan pupil mata berbeda warna. Namun kali ini sedikit berbeda, di mana mahkota Penguasa Alam juga ikut muncul.
" Apa!" Ucap semua orang yang berada di dalam Arena Dewa dengan terkejut melihat perubahan Xu Tian.
" Wushhh..." Roh seekor Phoenix berwarna biru muda muncul dari punggung Qing Ling yang secara perlahan mulai membesar.
Xu Tian tersenyum melihat hal itu, dengan cepat dia melepaskan Roh Naga dari dalam tubuhnya.
" Wushhh..." Dua hewan suci tertinggi itu saling menatap satu sama lain.
" Kau tidak akan bisa membawa Istriku pergi!" Ucap Xu Tian dengan penekanan.
" Hahahaha... Penguasa Alam, kau tidak layak untuk menjadikan tuanku sebagai istrimu. Kau telah gagal menjaganya!"
" Roarghh...." Roh Naga mengaum dengan marah mendengar ucapan itu.
" Long Zi bodoh! Kau masih saja setia terhadap penguasa lemah sepertinya!" Ucap Roh Phoenix dengan nada mengejek.
" Sepertinya otak mu mulai membeku setelah sekian lama terkurung!" Ucap roh Naga suci, yang tidak lain Long Zi.
Xu Tian mulai berjalan mendekati Qing Ling, lalu menggenggam tangannya yang kini terasa sangat dingin.
" Kembalilah, apa kamu tidak kasihan dengan anak kita?" Ucap Xu Tian dengan sedih, saat merasakan aura kehidupan kandungan Qing Ling mulai melemah.
" Aku tidak akan membiarkan tuan putriku memiliki anak dari pria sepertimu!" Ucap Roh Phoenix dengan marah.
Xu Tian menatap ke arah Roh Phoenix dengan tatapan tajam. " Jangan memaksaku untuk menghancurkan Rohmu itu! Aku tidak akan segan melakukan apapun, agar aku dapat terus bersama Istriku,"
Roh Phoenix tiba-tiba merasakan kesakitan yang sangat luar biasa. Hingga beberapa saat kemudian, aura berwarna hitam keluar dari Roh Phoenix.
" Wushhh..." Long Zi dengan cepat melesat mengejar aura hitam tersebut.
Xu Tian dengan cepat menggerakkan tangannya membuat formasi di tempat tersebut, terlihat air mata yang kini mulai menetes keluar membasahi wajah Xu Tian, saat merasakan aura kehidupan di dalam kandungan Qing Ling secara perlahan menghilang.
" Tidak!" Batin Xu Tian dengan penuh kesedihan, ia benar-benar merasakan hatinya seperti tertusuk ribuan pedang.
Bai Hu dan Feng Huang juga ikut meneteskan air mata, melihat bagaimana keadaan Xu Tian.
__ADS_1
" Oh langit, apa ini akan selalu terjadi pada penguasa di setiap perjalanannya menuju puncak," Batin Feng Huang yang kini mulai terduduk lemah.
" Penguasa Alam Kehampaan! Kalian memang licik!" Batin Bai Hu yang kini mulai menyadari hal yang terjadi.