Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
26. Mempelajari Teknik


__ADS_3

Xu Tian terdiam dengan menutup kedua matanya saat merasakan sesuatu yang tiba-tiba muncul di dalam ingatannya.


Hingga beberapa saat kemudian, cahaya yang di lepaskan oleh Leluhur Su Jingse perlahan meredup bersamaan dengan Xu Tian yang membuka kedua matanya.


" Apa ini teknik rahasia Klan Su? Tapi sangat aneh, karena teknik ini sama sekali tidak mudah untuk di pelajari oleh sembarangan orang. Dari penjelasan secara menyeluruh yang ada di dalam pikiranku saat ini, teknik yang di berikan Leluhur Su merupakan teknik yang hanya bisa di pelajari oleh mereka yang memiliki tubuh khusus." Xu Tian menghentikan ucapannya, hingga beberapa saat kemudian dirinya mulai memahami semuanya.


" Itu artinya Leluhur Su mengetahui jika aku pemilik tubuh khusus," Ucap kaget Xu Tian.


Xu Tian terdiam sibuk dengan pikirannya, hingga beberapa menit kemudian dia memutuskan untuk mulai mempelajari teknik yang di berikan oleh Leluhur Su kepada dirinya.


Dengan tenang Xu Tian mulai memposisikan dirinya mengambil sikap kultivasi. Lalu mulai memahami penjelasan secara menyeluruh.


Lima belas menit kemudian, Xu Tian selesai mempelajari hal-hal penting yang harus di perhatikan.


" Teknik Perubahan Dewa adalah teknik yang dapat mengubah bentuk fisik dan aura seseorang menyerupai orang lain dengan sempurna tanpa kecacatan. Pantas saja teknik ini memiliki syarat yang cukup sulit untuk di pelajari. Jika tidak ada batasan khusus untuk mempelajari teknik ini, maka kehancuran sudah dapat di pastikan terjadi." Ucap Xu Tian dengan pelan.


Teknik perubahan dewa sendiri mengharuskan seseorang yang mempelajari memiliki kekuatan fisik dan tubuh yang kuat. Maka dari itu hanya pemilik tubuh khusus yang dapat mempelajari teknik ini.


Saat telah menguasainya, maka orang tersebut di haruskan menggunakan kekuatan darah orang yang ingin dia gunakan tampilan fisik dan auranya.


Hal ini yang menyebabkan seseorang yang mempelajari harus memiliki pondasi yang kuat agar kekuatan darah orang lain yang di serap tidak menindas kekuatan darah miliknya.


Tiga jam telah berlalu, Xu Tian kini telah memahami secara menyeluruh tentang teknik perubahan dewa, bahkan jika saat ini ingin mempraktekkannya, Xu Tian telah mampu melakukan itu semua.


" Akhirnya aku berhasil menguasai teknik ini. Sebaiknya aku berkultivasi menunggu pagi datang," Ucap pelan Xu Tian saat merasakan hari telah malam.


*****


Keesokan paginya.


Xu Tian yang sedang berkultivasi membuka kedua matanya. " Ternyata sudah pagi. Feng Huang dan Feng Louzhi masih belum memberikan kabar. Tidak ada salahnya aku berjalan-jalan ke kota terdekat untuk menikmati suasana di Dunia Dewa." Batin Xu Tian, yang kemudian segera turun dari atas batu yang di tempati.


Setelah berada di luar gua, Xu Tian kemudian melesat dengan kecepatan sedang menuju arah Barat.


" Swusshh....." Kilatan cahaya di atas langit bergerak dengan cepat membuang hewan buas yang ada di bawah segera bergerak menjauh.

__ADS_1


Dua jam kemudian, mulai merasakan adanya kota sekitar sepuluh kilometer dari tempatnya saat ini.


Saat jaraknya dengan kota berada sekitar lima puluh meter, Xu Tian lalu turun ke bawah untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Dengan langkah tenang Xu Tian berjalan menuju gerbang kota yang di jaga lima orang prajurit.


Kehadiran Xu Tian cukup menarik perhatian para pengunjung yang juga ingin masuk ke dalam kota karena parasnya yang tampan dan masih berusia sangat muda.


Xu Tian sendiri terus berjalan tanpa menghiraukan tempat di sekitarnya. Hingga akhirnya tiba di depan penjaga gerbang.


" Prajurit." Ucap Xu Tian membuyarkan lamunan prajurit yang terus menatap ke arahnya.


" Ah.. tuan muda, tunjukan tanda pengenal anda." Ucap prajurit setelah tersadar.


Xu Tian dengan tenang memberikan lencana Sekte Macan Putih yang telah di berikan oleh Leluhur Dong Feng sebelumnya.


" Aku dengar sekte Macan Putih sedang melakukan perekrutan murid, apa pemuda ini murid yang di tugaskan untuk merekrut para jenius yang ada di wilayah ini?" Batin prajurit setelah memeriksa lencana milik Xu Tian.


Prajurit kemudian mengembalikan lencana milik Xu Tian, lalu mempersilahkan nya untuk masuk ke dalam kota Hong.


Di dalam kota Hong, Xu Tian terus berjalan dengan menatap tempat di sekitarnya. Saat ini tujuan pertamanya mencari restoran untuk bersantai dan mencari beberapa informasi.


Setelah berjalan selama lima belas menit, Xu Tian akhirnya melihat sebuah bangunan restoran yang cukup mewah berada sekitar lima puluh meter dari tempatnya.


Dengan cepat Xu Tian berjalan menuju bangunan tersebut.


" Tuan muda, selamat datang di restoran kami," Sapa pelayan wanita dengan tersenyum ramah.


" Pelayan, aku ingin memesan makanan dan juga minuman terbaik di tempat ini," Ucap Xu Tian cepat.


" Baik tuan muda, mari.." Pelayan mengajak Xu Tian menuju meja kosong, setelah itu pelayan berpamitan untuk menyiapkan pesanan.


" Tuan muda, mohon tunggu sebentar." Ucap pelayan dengan hormat.


Xu Tian kemudian duduk dengan tenang di tempatnya, sesekali dia akan mencoba mendengarkan pembicaraan dari para pengunjung lainnya.

__ADS_1


" Kebetulan sekali banyak pengunjung di tempat ini." Ucap Xu Tian dengan pelan.


Saat ini, Xu Tian berniat mencari beberapa Informasi di kota Hong. Terutama tentang Klan Hong yang sebelumnya menolak ikut dalam pertemuan.


Dari apa yang di perhatikan Xu Tian, bagaimana sifat perwakilan Klan Hong yang terkesan tidak menghormati kehadiran ketiga sekte cukup mencurigakan.


Saat sedang mendengarkan pembicaraan pengunjung di meja lain, akhirnya pesanan Xu Tian.


Pelayan segera menghidangkan makanan dan minuman di atas meja, setelah itu pamit undur diri.


Xu Tian yang merasa sangat lapar menyantap makanan dengan cepat. Hal itu sendiri menarik perhatian pengunjung lain.


" Lihatlah, pemuda yang sangat menyedihkan." Ucap salah satu pengunjung.


" Benar, pemuda miskin yang berpura-pura kaya dengan menggunakan pakaian mewah." Rekannya menimpali.


Xu Tian sendiri tidak memperdulikan obrolan mereka dengan terus menyantap makanan di atas meja.


Saat ini memang Xu Tian menggunakan pakaian yang cukup mewah, dengan pakaian berwarna putih dengan corak keemasan, membuat Xu Tian lebih tampan.


Pandangan sebagian pengunjung menatap dengan jijik, dan sebagian dari mereka menatap dengan kagum serta penasaran akan identitas Xu Tian.


Para pengunjung yang datang di tempat itu, kebanyakan penduduk kota Hong. Namun ada beberapa pengunjung yang berasal dari kota lain, sekedar untuk singgah sebelum melanjutkan perjalanan.


Xu Tian yang sedang fokus menikmati makanan nya, segera mengalihkan pandangan ke arah pintu masuk saat kedatangan beberapa kelompok pemuda bersama tetua yang mendampingi mereka.


Dengan sombong kelompok itu meminta semua orang untuk pergi dari restoran tersebut.


Salah satu tetua menghampiri meja Xu Tian yang terlihat cuek dengan kedatangan mereka.


" Nak, kami ingin menggunakan tempat ini untuk merayakan keberhasilan tuan muda kami. Sebaiknya kau pergi sekarang juga." Ucap tetua itu dengan wajah sombong menatap rendah Xu Tian.


Xu Tian hanya diam tidak menanggapi ucapan tetua tersebut. Hal itu membuat wajah tetua yang berada di depannya memerah karena merasa di abaikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Like dan Komentar!...


__ADS_2