
" Dhuaaarrrr..." Ledakan keras terdengar bersamaan dengan salah satu dari mereka yang tewas menjadi kabut darah.
" Apa!" Keempatnya dengan sangat terkejut.
" Sudah terlambat untuk menyesali apa yang kalian lakukan!" Teriak Xie Heng yang muncul di samping mereka.
Dengan gerakan cepat, Xie Heng menghancurkan kepala mereka satu persatu tanpa mampu merek hindari.
Setelah membunuh mereka semua, Xie Heng mengumpulkan cincin penyimpanan yang terjatuh di tanah.
Dengan sekejap lima anggota Klan Jun yang berada pada tingkat Prajurit Dewa terbunuh.
" Cepat atau lambat, kalian semua akan hancur menjadi debu!" Ucap Xie Heng dengan tersenyum tipis.
Xie Heng kemudian membereskan tempat itu dengan menghilangkan jejak aura pertarungan, setelah itu segera melesat menuju penginapan.
****
Di Penginapan.
Xu Tian dengan tenang duduk menunggu Xie Heng dengan menikmati arak.
Hingga tidak lama kemudian, datang dua orang tetua yang berjalan ke mejanya.
" Tuan," Ucap tetua itu dengan ramah.
" Maaf, sepertinya ini kali pertama kita bertemu. Apa tetua sekalian membutuhkan sesuatu?" Tanya Xu Tian, meski sebenarnya dia sudah mengetahui siapa mereka.
" Tuan, aku Ling Mukai, dan di samping saya Ling Nou. Kami berdua di perintahkan oleh Patriak untuk mengundang tuan ke Klan Ling kami." Ucap tetua Ling Mukai, dari Klan Ling.
Xu Tian menganggukkan kepala. " Jelaskan padaku, maksud Patriak Klan Ling mengundang seorang pengembara sepertiku."
Kedua tetua itu saling menatap satu sama lain. " Tuan, kami akan menjelaskannya nanti. Untuk saat ini kami mohon kesediaan anda untuk ikut bersama kami menuju Klan Ling."
Xie Heng yang baru saja tiba, dengan cepat berjalan ke arah Xu Tian dan kedua tetua Klan Ling.
" Tetua, aku minta kalian untuk tidak memaksakan tuan saya."
Tetua Ling Mukai dan Ling Nou, menatap kehadiran Xie Heng dengan terkejut.
" Bukankah sebelumnya dia pergi, mengapa sekarang sudah ada di sini?" Tanya tetua Ling Nou melalui telepati.
" Aku rasa dia tidak sesederhana yang terlihat. Akan sangat aneh jika patriak tiba-tiba mengundangnya datang ke Klan Ling."
Xu Tian dan Xie Heng sendiri mengerti, jika keduanya sedang berdiskusi melalui telepati.
" Apa yang aku dapatkan jika aku mengikuti kalian?" Tanya Xu Tian dengan menenggak araknya.
" Dan, untuk kalian yang bersembunyi, keluarlah. Aku sangat tidak menyukai di awasi oleh orang lain seperti ini!" Ucap Xu Tian dengan mengibaskan tangannya membuat formasi di tempat itu.
__ADS_1
Sedangkan Xie Heng sendiri, segera melesat melumpuhkan para pengunjung yang ada di lantai dasar itu menggunakan racun, agar mereka semua terjatuh pingsan.
Semua sosok yang mengikuti Xu Tian, terlihat sangat terkejut. Hingga satu persatu dari mereka keluar dari tempat persembunyiannya.
Terlihat sekitar empat sosok tetua yang keluar dari tempat persembunyiannya.
" Tuan, mohon maaf telah membuat kalian tidak nyaman."
" Kembalilah, katakan pada patriak kalian untuk tidak lagi mengawasi keberadaanku. Aku akan menemui mereka setelah urusanku selesai." Ucap Xu Tian dengan tenang.
" Tap-..."
" Aku mohon tetua sekalian untuk tidak menggangu tuanku. Dan bukankah tuanku juga sudah berjanji akan menemui patriak kalian nanti?" Ucap cepat Xie Heng memotong ucapan salah satu dari mereka.
" Baik, jika begitu, kami akan kembali." Ucap mereka semua.
Tetua dari Klan Ling, Klan Xu, Klan Lin, dan Klan Qing akhirnya pergi meninggalkan penginapan.
Setelah kepergian mereka, Xie Heng menatap ke arah Xu Tian dengan bingung.
" Tuan, bukankah-..."
" Aku hanya ingin sedikit bermain dengan mereka." Xu Tian dengan cepat, lalu menanyakan tentang orang-orang dari Klan Jun.
Xie Heng menjelaskan secara singkat, lalu memberikan cincin penyimpanan milik mereka kepada Xu Tian.
Xu Tian menerimanya, lalu memasukkan kedalam cincin penyimpanan.
" Berikan mereka masing-masing lima ribu koin emas, anggap saja sebagai hadiah untuk mereka." Xu Tian melemparkan satu cincin penyimpanan berisi ratusan ribu koin emas.
Xie Heng tersenyum mendengar ucapan Xu Tian. Dia juga merasa bersalah telah membuat pingsan pengunjung yang sedang bersantai di tempat itu.
Xie Heng segera melakukan perintah Xu Tian, dengan meletakkan masing-masing lima ribu koin emas di pakaian mereka.
" Tuan muda, lalu apa yang harus aku lakukan?"
" Berlatih di dalam dunia jiwa. Aku sudah meminta Bai Hu untuk datang ke tempat ini." Xu Tian dengan membuka gerbang dunia jiwa.
Xie Heng menganggukkan kepala dengan patuh.
Setelah Xie Heng masuk ke dalam dunia jiwa, Xu Tian segera menghilangkan formasi yang ada di tempat itu.
" Swusshh..." Xu Tian muncul di atas bangunan penginapan menatap ke suatu tempat.
" Aku tidak menyangka, kita akan bertemu secepat ini," Ucap sebuah suara.
" Aku juga tidak menyangka, senior akan sangat cepat datang untuk menemuiku."
" Hahahaha... Setelah mendengar cerita Ling Guangxi, aku langsung pergi mencarimu." Ucap Leluhur Ling Zhengji yang muncul dari kehampaan.
__ADS_1
" Sepertinya patriak Klan Ling sangat penasaran denganku,"
" Tentu saja dia akan penasaran denganmu. Saat berada di gunung zhengji, kamu tidak sengaja menyerap aura azura milikku." Jelas Leluhur Ling Zhengji.
Xu Tian menganggukkan kepala, dia kini mengerti mengapa aura spiritual yang dia serap waktu itu sedikit berbeda.
" Apa kau ingin mengejar mereka?"
" Sepertinya demikian." Xu Tian dengan tersenyum, lalu melesat dengan kecepatan tinggi di ikuti Leluhur Ling Zhengji.
Di tempat lain.
Dua sosok yang sebelumnya berada di penginapan mengawasi Xu Tian, tiba-tiba merasakan aura yang bergerak ke arahnya.
" Sepertinya dia mengetahui keberadaan kita,"
" Bagaimana bisa? Selama ini teknik ilusi bunga teratai tidak ada yang mampu menembusnya."
" Jangan sampai tertangkap, atau kita tidak bisa kembali."
Mereka berdua lalu menambahkan kecepatannya.
Xu Tian dan Leluhur Ling Zhengji terus bergerak mengejar dua sosok tersebut.
" Swusshh...." Xu Tian menambahkan kecepatannya.
Leluhur Zhengji tersenyum tipis melihat kecepatan Xu Tian.
" Sangat cepat, dia benar-benar sangat mengerikan." Leluhur Zhengji membatin, yang kemudian segera menambahkan kecepatannya mengejar Xu Tian yang sudah berada di depannya.
Empat kilatan cahaya terus melesat dengan kecepatan tinggi membuat tempat yang di lewati bergetar.
Dua sosok yang merasa jaraknya dengan Xu Tian dan Leluhur Ling Zhengji semakin dekat, terlihat sangat cemas.
" B*jingan!" Umpat salah satu sosok dengan kesal, karena sudah merasa kelelahan.
" Terus bergerak atau kita akan dalam masalah besar. Bukan hanya tidak mendapatkan peta kuno saja, bahkan kini nyawa kita benar-benar di ujung tanduk!" Rekannya dengan serius.
Mereka berdua terus bergerak dengan perasaan cemas. Mereka sebelumnya telah gagal dalam lelang, hingga akhirnya berniat merebut peta itu dari tangan Xu Tian.
" Swusshh...." Xu Tian tiba-tiba muncul lima puluh meter di depan kedua sosok tersebut.
Keduanya menatap kaget saat melihat Xu Tian sudah berada di hadapannya.
" Tapak Dewa Naga!" Xu Tian bergerak ke arah mereka dengan melepaskan serangan tapak.
Salah satu sosok segera bergerak menghindar, sedangkan satu sosok lainnya melepaskan tinju untuk menghalau serangan Xu Tian.
" Bodoh!" Dengus sosok itu dengan tersenyum, dia sangat yakin Xu Tian akan terluka dengan parah saat beradu dengan tinjunya.
__ADS_1