Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
35. Rencana Untuk Wilayah Timur


__ADS_3

" Mungkin orang lain akan merasa kaget serta kagum atas pencapaianmu itu, hingga senior mendapatkan gelar Dewa Azura. Tapi sayangnya itu semua tidak berlaku untukku yang sama sekali tidak tertarik dengan gelar dan nama besar yang senior miliki. Gelar tinggi akan membuat kita memiliki beban yang lebih banyak di bandingkan orang lain, di mana kita harus mampu menunjukkan pada semua orang jika gelar yang kita peroleh bukan hanya untuk pajangan saja. Meski begitu, aku turut menghargai pencapaian senior," Ucap Xu Tian tanpa membuka kedua matanya.


Ling Zhengji yang mendengar ucapan Xu Tian terlihat sangat kesal.


Xu Tian sendiri tersenyum saat mendengar nafas Ling Zhengji seperti seorang yang sedang menahan amarah.


" Pencapaian terbaik seseorang bukan di ukur dari gelar yang dia dapatkan. Pencapaian menjadi bukti usaha keras dan pengorbanan dari yang sudah kita lakukan. Setiap orang memiliki pencapaiannya masing-masing, jika senior merasa bangga akan pencapaian saat ini, senior sama sekali belum mengetahui luas dunia dan keajaiban serta misteri tersembunyi yang ada di dalamnya. Gelar akan menghilang, gelar tidak akan membantumu saat menghadapi seseorang yang lebih kuat.." Xu Tian membuka kedua matanya.


" Dan yang terpenting, gelar tidak akan membuat kita terus hidup di dunia yang keras ini. Yang tumbuh akan mati, yang hancur akan berdiri lagi. Jadi senior harus mulai mengerti perjalanan yang telah di tempuh hingga berada pada titik ini, jangan hanya karena gelar Dewa Azura membuat senior merasa semua akan baik-baik saja." Xu Tian menghentikan ucapannya, lalu berjalan mendekati Ling Zhengji.


" Senior dapat mewarisi Teknik Azura pada jenius Klan Ling. Aku rasa mereka lebih memerlukan itu untuk keberlangsungan Klan Ling." Ucap Xu Tian, lalu menangkupkan tangannya di depan dada.


" Aku meminta maaf jika perkataanku sebelumnya melukai perasaan, senior. Aku akan segera kembali, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan," Xu Tian tersenyum menatap Ling Zhengji.


Ling Zhengji membalas senyum Xu Tian, lalu mengeluarkan lencana berwarna hijau.


" Terima kasih, Nak. Setelah mendengar ucapanmu, aku memutuskan untuk kembali ke Klan dalam waktu dekat ini. Aku harap kita dapat bertemu kembali, aku akan sangat menantikan kehadiranmu di Klan Ling." Ling Zhengji memberikan lencana berwarna hijau bergambar angin.


Xu Tian menganggukkan kepala, lalu menerima lencana tersebut.


" Tentu saja, aku akan mengunjungi senior saat berada di Wilayah Tengah nanti. Untuk pertanyaan yang sedang senior pikirkan, aku akan menjawabnya di pertemuan kita selanjutnya." Ucap Xu Tian yang memahami jika Ling Zhengji ingin bertanya banyak hal kepada dirinya.


" Sampai jumpa..." Xu Tian lalu melesat dengan kecepatan tinggi.


Setelah kepergian Xu Tian, Ling Zhengji tersenyum menatap arah Xu Tian menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


" Klan Xu selalu memiliki jenius yang luar biasa. Tidak heran Leluhur mereka mampu naik ke Alam Surga." Ucap Ling Zhengji lalu menghilang dari tempatnya.


*****


Di tempat lain.


Xu Tian terus bergerak dengan berbagai pikiran yang kini terus berputar di dalam kepalanya.


Setiap kali menghadapi lawan yang lebih kuat serta dalam keadaan bahaya, ingatan Xu Tian secara perlahan kembali meski secara bertahap.


" Aku rasa ini adalah pilihan yang tepat. Aku tidak memerlukan banyak teknik untuk diriku, yang terpenting untuk saat ini adalah membangun kekuatan dengan caraku sendiri. Mungkin saja dulu aku memiliki banyak pasukan yang aku peroleh dari orang lain, bukan dari hasil kerja keras yang aku lakukan hingga membuat mereka berkhianat dan menyimpan rasa tidak suka terhadapku. Untuk kali ini aku akan membangun pasukan dengan cara yang lebih baik hingga mereka semua tidak melakukan hal yang sama nantinya." Batin Xu Tian dengan terus bergerak menuju Kota Hong.


Xu Tian merasa tidak memerlukan teknik Azura, menurutnya membangun hubungan baik akan lebih membantu dia di masa depan.


Seperti yang baru saja terjadi, di mana Ling Zhengji yang kini telah menyimpan rasa kagum pada sosok Xu Tian.


" Aku harus segera menyelesaikan urusanku di kota Hong lalu kembali menunju desa Huli untuk menyusun rencana selanjutnya." Xu Tian segera menambahkan kecepatannya.


******


Desa Huli.


Feng Huang dan Feng Louzhi sedang berada di Istana Desa Huli. Mereka berdua sedang membahas tentang informasi yang di berikan oleh Xu Tian sebelumnya.


" Huang, aku tidak menyangka Desa ini menyimpan rahasia yang sangat mengerikan," Ucap Feng Louzhi dengan serius.

__ADS_1


" Aku juga tidak menyangka dengan hal ini. Untung saja tuan muda mengetahui lebih cepat sebelum bencana besar itu datang,"


Saat mereka berdua sedang berbincang, tiba-tiba Bai Hu datang menghampiri keduanya.


" Jenius dari beberapa Klan telah tiba di Desa Huli. Ketiga Sekte juga sudah memberikan arahan kepada mereka untuk menunggu beberapa hari lagi sebelum upacara penerimaan murid di lakukan. Apa kalian telah mengirimkan pesan kepada tuan muda mengenai masalah ini?" Ucap Bai Hu yang kemudian duduk bergabung bersama mereka berdua.


" Aku hanya mengirimkan pesan kepada Long Hei yang sedang mengawasi Klan Hong. Untuk masalah tuan muda sendiri, aku akan mengabarinya saat dia sudah tiba di Klan Hong." Ucap Feng Huang yang sedang menuangkan arak kedalam gelas.


Bai Hu kemudian mengambil gelas yang sudah di isi arak, lalu menenggaknya. " Lalu apa rencana kita selanjutnya?"


" Seperti yang di jelaskan tuan muda, kita akan mencoba memeriksa altar kuno terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan," Ucap Feng Louzhi.


" Aku khawatir informasi mengenai keberadaan altar kuno ini sudah di ketahui oleh beberapa pihak. Hal ini akan membuat kekacauan yang sangat besar di Dunia Dewa, bahkan aku yakin kultivator Alam surga bisa saja datang ke tempat ini," Ucap Bai Hu menjelaskan tentang kekhawatirannya.


" Tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang belum benar-benar terjadi. Tugas kita saat ini hanya menjalankan apa yang di perintahkan tuan muda, aku sangat yakin tuan muda telah memiliki rencana mengenai hal ini," Feng Huang mencoba menenangkan.


Altar Kuno kini menjadi ancaman terbesar untuk Dunia Dewa, di mana kedua alam bisa saja datang ke tempat ini. Mereka khawatir kehadiran mereka membuat segel pembatasan Dunia Kultivator dan Dunia Dewa menjadi melemah.


Mereka terus melanjutkan obrolan, hingga tidak lama kemudian mereka keluar untuk menemui petinggi ketiga sekte.


*****


Kota Hong.


Xu Tian menghentikan gerakannya di atas langit Kota Hong, pandangannya terus mengitari setiap sudut kota dari tempatnya saat ini.

__ADS_1


" Kota Hong memiliki tempat yang cukup strategis untuk membangun sebuah rumah lelang. Aku rasa tidak ada salahnya aku membangun rumah lelang di kota ini untuk rencana yang sudah aku buat nantinya. Dengan adanya rumah lelang, akan membuat kota ini menjadi daya tarik pusat perdagangan di Wilayah Timur." Ucap Xu Tian dengan tersenyum, kini dalam pikirannya sudah tersusun rapih rencana yang akan dia lakukan untuk memperkuat pasukan pertamanya.


Setelah mengawasi kota, Xu Tian lalu segera melesat menuju Klan Hong.


__ADS_2