
" Trak..., Wushhh..." Ledakan petir dan api yang sangat luar biasa tiba-tiba muncul mengitari tubuh Xu Tian dengan sangat cepat.
Dewa Lu Shen dan Dewa Huan Shen terlihat sangat terkejut dengan perubahan Xu Tian.
" Dewa Huan Shen, apa ini perubahan wujud sang penguasa yang sesungguhnya?" Ucap Dewa Hei Shen dengan bergedik ngeri, saat aura yang di keluarkan Xu Tian mulai menekannya.
" Aku juga tidak mengetahuinya dengan pasti. Meski dulu aku ikut bertarung melawannya, namun di saat memasuki puncak, aku segera pergi meninggalkan medan pertarungan," Jelas Dewa Huan Shen dengan tatapan tidak lepas dari sosok Xu Tian.
" Trakkk... Trakk..." Belasan tombak petir muncul di atas langit.
" Dhuaaarrrr...." Ledakan dahsyat menggetarkan tempat di sekitarnya.
Pasukan Istana Langit yang berada lebih dekat dengan Xu Tian, terpental terkena sapuan gelombang ledakan petir yang terus berderak dengan liat.
" Ini sangat mengerikan!" Ucap Dewa Hei Shen dengan terus membuat perisai pertahanan.
" Krakk..." Perisai pertahanan kelima Dewa terus retak.
Tombak Naga dan Pedang Naga mulai bergetar, hingga beberapa saat kemudian mulai melesat dengan kecepatan tinggi ke arah kelima Dewa.
" Dhuaaarrrr.... Dhuaaarrrr..." Ledakan dahsyat terus bergema dengan sapuan gelombang petir yang terus menggelar di atas langit.
Langit yang sebelumnya cerah, kini mulai menggelap di penuhi suara gemuruh petir.
" Boom..." Perisai pertahanan yang di ciptakan kelima Dewa hancur, setelah mendapatkan serangan tombak dan pedang secara terus menerus .
" B*jingan! dia masih saja merepotkan!" Dewa Huan Shen dengan terus bergerak menghindari lesatan tombak.
Di hadapan mereka, Xu Tian terus fokus membuka celah pertahanan kelima Dewa.
" Sekarang!"
" Wushhh...." Belasan tombak petir mulai melesat ke arah mereka.
Xu Tian bergerak mendekati Dewa Lan Shen, saat jaraknya tersisa lima meter, Xu Tian melepaskan serangan tapak dewa naga.
" Dhuaaarrrr..." Ledakan dahsyat menggema bersamaan dengan serangan tapak dewa naga menghantam tubuh Dewa Lan Shen dengan keras, hingga melemparnya beberapa meter kebelakang.
Terlihat beberapa teguk darah segar keluar dari mulut Dewa Lan Shen. Saat ingin bangkit, tiba-tiba tombak petir muncul dan kembali membuatnya terlempar.
Keempat Dewa yang melihat hal itu, tidak dapat melakukan apapun saat tombak naga dan pedang naga terus bergerak dengan liar melesat ke arah mereka.
" B*jingan! Senjata ini benar-benar mengganggu," Ucap Dewa Lu Shen dengan marah.
Apalagi gelombang tombak petir yang terus bergerak ke arah mereka berempat, membuat mereka hanya dapat bertahan dan bergerak menghindar.
__ADS_1
Xu Tian muncul di hadapan Dewa Lan Shen, dengan gerakan yang sangat cepat melepaskan pukulan dewa naga secara beruntun di bagian dada.
" Dhuaaarrrr..... Dhuaaarrrr...." Tubuh Dewa Lan Shen terjatuh ke tanah dengan bagian dada hancur.
Ke empat Dewa Istana Langit yang lain begitu terkejut, mereka tidak menyangka akan seperti ini.
Dengan wajah memerah, mereka mulai bergerak membuat formasi.
" Formasi!"
" Wushhh.." Ke empatnya bergerak mendekat, kemudian saling melepaskan kekuatan penuh untuk menghancurkan tombak petir yang terus bergerak ke arah mereka.
" Dhuaaarrrr..."
" Dhuaaarrrr...."
Dewa Hei Shen dan Dewa Hong Shen terlempar terkena serangan tombak petir. Dengan gerakan cepat Dewa Lu Shen dan Huan Shen menghancurkan tombak petir yang sudah melemah.
" Wushhh..." Pedang Naga melesat ke arah Xu Tian, dengan gerakan secepat kilat, Xu Tian menggenggam pedang Naga tersebut.
" Slash... Slash..." Pedang Naga melesat menebas tubuh Dewa Lan Shen yang sudah terluka parah.
" Akh...." Teriak Dewa Lan Shen tubuhnya terpotong menjadi dua, dengan bagian dada hancur.
Darah segar terus mengalir dengan deras, hingga beberapa saat kemudian Xu Tian melemparkan api untuk membakar tubuh yang terbelah menjadi dua.
" Pergi!" Teriak Dewa Huan Shen dengan mata membulat, melihat tubuh dan jiwa Dewa Lan Shen yang kini terbakar.
Api penyucian seakan hidup dengan terus melahap habis tubuh dan jiwa tersebut.
Dewa Hei Shen, Dewa Hong Shen, dan Dewa Lu Shen segera melepaskan serangan terkuat mereka.
" Dhuaaarrrr...." Keempatnya terlempar, namun dengan cepat bangkit dan melesat ke atas langit.
" Melarikan diri? Kalian sungguh bermimpi! Sebelumnya aku memang sengaja melemahkan formasi kubah emas, tapi tidak untuk membiarkan kalian pergi dari tempat ini!"
Dengan gerakan secepat angin, Xu Tian kembali membuat segel tangan hingga tujuh warna berbeda mengambang menuju sajak kuno yang menopang formasi kubah emas.
" Wushhh...." Udara di sekitarnya berhembus dengan kencang, sesaat kemudian formasi kubah emas mulai menampilkan urat-urat berbeda warna.
Ke empat Dewa Istana Langit begitu terkejut melihat perubahan formasi kubah emas, mereka semua menatap ke arah Dewa Huan Shen yang lebih menguasai formasi di bandingkan ketiga Dewa yang lainnya.
Dewa Huan Shen yang mendapatkan tatapan dari ketiga rekannya, menggelengkan kepala dengan wajah memucat.
" B*jingan! Kita benar-benar salah perhitungan!" Teriak Dewa Lu Shen dengan putus asa.
__ADS_1
" Wushhh...."
" Dewa sampah! Kalian terlalu naif jika ingin membunuhku! Mati!" Teriak Xu Tian yang muncul di dekat mereka dengan melepaskan serangan secara membabi buta.
" Saudara Tian! Maa-..."
" Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu lagi!" Ucap Xu Tian dengan tajam.
" Dhuaaarrrr...." Dewa Huan Shen terlempar menabrak dinding formasi, membuat getaran hebat.
" Ughh..." Seteguk darah segar keluar dari mulutnya.
Dewa Hei Shen, Dewa Hong Shen, dan Dewa Lu Shen tubuhnya bergetar dengan hebat, saat pandangan mereka bertemu dengan Roh Naga.
" Roarghh...." Roh Naga mengaum dengan keras, mulai melesat ke arah ketiganya.
" Oh Tidak. Ini!" Teriak Long Hei dengan khawatir, saat Roh Naga ingin melahap ketiga Dewa Istana Langit.
" Bersiap! Apapun yang akan terjadi kita harus melindungi Penguasa!" Teriak Feng Huang, yang kemudian bertransformasi menjadi seekor Phoenix berwarna merah.
Feng Louzhi, Long Hei, dan Bai Hu mengikuti Feng Huang dengan transformasi mereka masing-masing.
" Dhuaaarrrr...."
" Dhuaaarrrr..."
Ratusan ribu pasukan Istana Langit terlempar berubah menjadi kabut darah, membuat tempat di sekitarnya seperti hujan.
Bai Luan bergerak meminta semua saudara-saudaranya untuk menjauh.
" Saudara, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Yin Song dengan tubuh berlumuran darah.
" Penguasa akan membangkitkan kembali Roh Naga Long Zi. Ini akan menyebabkan energi yang sangat besar muncul di tempat ini!" Teriak Bai Luan dengan sangat serius.
Mereka semua kemudian bertransformasi sesuai dengan wujud mereka, agar Roh Naga dapat lebih mengenali orang-orang yang berada di pihaknya.
" Wushhh..." Tombak Naga dan Pedang Naga muncul di tangan kanan dan kiri Xu Tian.
Dengan gerakan cepat, Xu Tian mulai membentuk sebuah segel untuk menyatukan kedua senjata tingkat tinggi tersebut.
" Penyatuan Jiwa dan Roh Naga Suci Yang Agung!" Teriak Xu Tian dengan keras, hingga membuat kedua senjata itu menyatu, lalu melesat ke arah Roh Naga.
" Wushhh...." Roh Naga menggigit senjata tersebut, kemudian berputar 360 derajat hingga membentuk sebuah lingkaran.
" Wushhh....." Ketiga Dewa Istana Langit tertarik menuju lingkaran, bahkan kini seluruh pasukan Istana Langit juga ikut tertarik ke dalamnya.
__ADS_1
" Dhuaaarrrr....." Langit bergemuruh dengan sangat kuat, membuat seluruh alam dewa menggelap menampilkan gemuruh petir.