
1 Bulan kemudian...
Di dalam Dunia Jiwa.
Qing Ling menatap ke arah danau dengan pandangan mata yang kosong. Tidak jauh dari tempatnya, terlihat roh Phoenix yang dengan setia selalu menemani.
Sudah hampir satu bulan dia melakukan hal seperti ini.
Sejatinya, hidup di dunia ini tidak ada yang abadi. Di mana para kultivator menapaki jalan kultivasi untuk mencapai keabadian. Keabadian di sini hanya bersifat memperpanjang kehidupan mereka, menembus tingkatan yang hanya dapat di capai oleh orang-orang tertentu.
Hingga mereka dapat mencapai titik di mana Reinkarnasi itu.
Demikian juga dengan apa yang kita miliki dalam hidup seperti keluarga, harta, dan kedudukan. Ada masa di mana hal-hal tersebut akan hilang sekejap mata yang menandakan bahwa tak ada keabadian.
Saat anak atau buah hati yang selama ini dinanti-nantikan pergi, membuat orang tua akan merasa sedih, karena tidak mampu menjaga dengan baik, bahkan sang buah hati belum sempat untuk hadir dan melihat keindahan dunia.
Qing Ling kembali meneteskan air mata. Dia merasa sangat kesepian, bahkan hingga saat ini dia belum bertemu dengan Xu Tian.
" Gege..." Ucap pelan Qing Ling, dengan bibir bergetar.
Qing Ling yang merasa lelah, akhirnya tertidur di Gazebo.
Roh Phoenix menatap Qing Ling dengan sedih, apalagi selama di Dunia Jiwa dia yang selalu menemani.
" Sudah menjadi takdir bagi seorang penguasa harus menghadapi ujian yang sangat berat. Badai dan angin kencang akan selalu datang menerpa. Aku percaya, penguasa dan penguasa putri mampu melewati ini semua." Batin Roh Phoenix dengan menghembuskan nafas.
***
Istana Awan.
Lin Hua dengan setia menemani sang putra, yang hingga saat ini masih setia menutup matanya.
Sedangkan Xu Yue Lin sendiri selalu menangis merindukan sang Ibu, dia juga selalu datang setiap hari untuk melihat Ayahnya. Bahkan beberapa kali dia meminta untuk tidur bersama Xu Tian.
Xu Mei dan Xu Zishu dengan setia menjaga keponakannya itu, sedangkan Xu Yuan dan Xu Lou Yuan sendiri entah di mana keberadaan mereka berdua.
Pintu ruangan terbuka, memperlihatkan Feng Huang yang memasuki ruangan.
__ADS_1
" Nyonya Penguasa.." Feng Huang dengan hormat.
Lin Hua mengalihkan pandangan, menatap ke arah Feng Huang.
" Bagaimana? Apa semua baik-baik saja?"
" Mungkin hanya tinggal menunggu Penguasa tersadar, agar Long Zi dapat segera bangkit kembali. Untuk urusan Dunia Dewa, Feng Louzhi telah kembali untuk menyelesaikan segala urusan di sana." Jelas Feng Huang.
Lin Hua menganggukkan kepala, lalu meminta Feng Huang untuk segera mempersiapkan diri. Dia sangat yakin, setelah kejadian ini sang putra akan kembali melakukan pergerakan yang semakin mengerikan.
" Lalu bagaimana dengan Ras Naga? Apa hamba perlu pergi ke Alam Suci, untuk mencari beberapa informasi di sana?" Tanya Feng Huang dengan serius.
Lin Hua menggelengkan kepala dengan cepat. " Tidak perlu. Biarkan An'er melakukan itu semua dengan caranya sendiri. Untuk saat ini tetap awasi pergerakan Istana Langit. Meski para penghianat telah berhasil di hancurkan, namun di sana masih ada para Dewa lainnya."
" Baik!" Ucap Feng Huang, memberikan hormat. Setelah itu segera pergi keluar dari dalam ruangan.
***
Alam Rahasia.
Sudah satu tahun berlalu, di mana perbedaan waktu antara Alam Rahasia dan Dunia luar berbeda.
Kekuatan Xu Feng, Xu Han, Xu Cang, Xu Lou, Xu Jin, Xu Gang, Xu Meng, dan Xu Ying juga sudah mengalami peningkatan yang pesat.
Di mana mereka akan melakukan pertarungan setiap hari, tanpa memiliki waktu untuk beristirahat.
Terlihat pakaian mereka saat ini di penuhi darah, bekas pertarungan yang baru saja mereka alami.
" Aku sama sekali tidak merasakan kehadiran mereka, apa kita akan mencari tempat untuk beristirahat?" Tanya Xu Han menatap tempat di sekitarnya.
" Bukan ide yang buruk. Aku sudah sangat lelah harus bertarung dengan mereka semua." Xu Meng dengan nafas tak beraturan.
" Jika begitu, kita akan mencari tempat untuk beristirahat. Jangan pernah lengah, dan tetap waspada." Perintah Xu Feng, yang kemudian membawa mereka semua pergi.
Alam Rahasia sendiri memiliki beberapa tingkatan, di mana setiap satu tahun sekali mereka akan di pindahkan ke tingkatan yang berbeda.
Tingkat kultivasi mereka semua juga telah meningkat, menjadi ranah Prajurit Dewa, Dewa Putih - Dewa Hitam.
__ADS_1
Di tingkat pertama, mereka akan menghadapi kawanan hewan buas dengan tingkat kultivasi Prajurit Dewa.
Hingga tingkat selanjutnya akan bertemu dengan Boneka kayu yang telah di rancang sedemikian rupa, memiliki tingkat kultivasi ranah Jenderal Dewa.
***
Di dalam alam bawah sadar.
Terlihat Xu Tian yang sedang duduk menatap ke arah langit.
" Takdir adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi, sudah sesuai dengan kehendak langit. Kita hanya mampu berjalan mengikuti takdir itu sendiri. Seberapa besar keinginan kita untuk menentang sebuah takdir, dan merubah takdir, kita tidak akan mampu. Kau sudah di takdirkan menjadi seorang Penguasa-..." Ucap sebuah suara terdengar.
Xu Tian tersenyum mendengar suara itu. " Kau mengatakan jika aku di takdirkan menjadi seorang Penguasa? Sepertinya itu salah besar! Aku tidak pernah memiliki keinginan untuk menjadi seorang penguasa! Dapat menjaga dan melindungi orang-orang yang aku sayangi, itu adalah tujuan utamaku. Dapat mencapai titik ini adalah hasil kerja keras dan tekad yang aku miliki, bukan dari takdir sampah itu!" Ucap Xu Tian dengan mengepalkan tangannya.
" Wushhh...." Tubuh Xu Tian tiba-tiba terikat oleh rantai hitam, yang kemudian memperlihatkan masa lalu milik Xu Tian.
Terlihat bagaimana Qing Ling yang tiba-tiba datang melindungi Xu Tian, hingga membuatnya terluka dengan parah.
Serta Ayah, Ibu, Kakek, dan Nenek Xu Tian yang bertarung melindungi Xu Tian yang pada saat itu masih lemah.
Xu Tian menatap semua masa lalu yang menyakitkan itu dengan menahan kesedihan serta kebencian terhadap dirinya sendiri.
Bola mata Xu Tian memerah, dengan air mata darah yang mengalir membasahi wajahnya.
Dia kembali mengingat, bagaimana dia juga telah gagal menjaga anak yang masih ada di dalam kandungan Qing Ling.
Saat Xu Tian akan kehilangan kendali pada dirinya sendiri, tiba-tiba Ia mendengar suara Qing Ling yang memanggilnya.
Xu Tian tersadar, lalu menatap tempat di sekitarnya. " Ling'er..." Ucap pelan Xu Tian, dia melupakan Istrinya selama satu bulan, dengan terus menutup diri merenungi segala sesuatu yang telah terjadi.
Di Dunia Luar.
Lin Hua yang baru saja memasuki ruangan bersama Xu Yue Lin, segera mempercepat langkah mendekati Xu Tian.
" Ling'er...." Xu Tian terus memanggil nama Qing Ling.
" Nenek, apa yang terjadi pada Ayah?" Tanya Xu Yue Lin dengan sedih, bahkan kini air matanya kembali keluar.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...