Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
75. Menikamati Waktu Bersama Keluarga


__ADS_3

Di tempat lain.


Xu Tian bersama Qing Ling dan Xu Yue Lin, terus berjalan di tengah-tengah keramaian Ibu kota.


Xu Yue Lin terlihat sangat bahagia, berada di tengah-tengah antara Xu Tian dan Qing Ling, dengan posisi berjalan saling menggandeng satu sama lain.


Aura kebahagiaan dari keluarga kecil itu, menarik perhatian semua orang, hingga membuatnya menjadi pusat perhatian para pejalan kaki.


"Ayah, apa aku boleh makan di restoran itu?" Ucap Xu Yue Lin dengan menunjuk bangunan mewah bertingkat tiga, yang berada tidak jauh dari ketiganya.


" Tentu saja, apapun keinginan tuan putri, Ayah akan menurutinya," Xu Tian dengan tersenyum, mengelus puncak kepala Xu Yue Lin dengan penuh rasa sayang.


Qing Ling sendiri hanya diam dengan tersenyum lembut, melihat bagaimana kedekatan mereka berdua.


" Meski Lin'er bukan anak kandung aku dan Gege, tapi aku akan selalu menjaga dan menyayanginya seperti anakku sendiri," Batin Qing Ling dengan mengelus perutnya.


Mereka bertiga lalu melangkahkan kaki mendekati bangunan mewah berlantai tiga itu.


Hingga tidak lama kemudian, mereka bertiga akhirnya tiba di restoran.


" Selamat datang, Tuan, Nyonya, dan nona kecil, di restoran kami," Sambut pelayan dengan tersenyum ramah menatap keluarga kecil itu.


" Pelayan, aku ingin ruangan khusus, apa ada?"


" Tentu saja ada, tuan. Mari..." Pelayan kemudian mengajak mereka bertiga untuk naik ke lantai tiga.


Xu Tian bersama keluarga kecilnya, lalu mengikuti pelayan di belakangnya.


Setelah tiba di lantai tiga, pelayan kemudian membawa mereka menuju ruangan khusus yang hampir mirip seperti sebuah kamar.


" Pelayan, aku ingin memesan makanan dan minuman terbaik di tempat ini," Ucap Xu Tian setelah duduk.


" Baik, tuan. Apa tuan tidak ingin memesan arak terbaik restoran kami?"


" Baik, aku akan memesannya satu,"


Pelayan tersenyum senang, lalu pamit undur diri untuk menyiapkan pesanan.


Setelah kepergian pelayan, Qing Ling terus menatap Xu Tian dengan lembut. Sedangkan Xu Yue Lin, saat ini berada di pinggir jendela untuk melihat pemandangan ibu kota.

__ADS_1


Setelah menunggu selama beberapa saat, dua orang pelayan kemudian masuk ke dalam membawakan pesanan.


Pelayan menghidangkan makanan di atas meja, setelah itu kembali pamit undur diri meninggalkan mereka.


" Lin'er..." Panggil Qing Ling dengan lembut.


Xu Yue Lin yang sedang asik menikmati keindahan ibu kota, segera berlari ke arah kedua orang tuanya.


" Asik... ini sangat lezat," Xu Yue Lin dengan wajah berbinar.


Qing Ling menatap ke arah Xu Tian, Xu Tian yang mengerti maksud tatapan itu, tersenyum lembut.


" Wushhh...." Xie Yang, Xie Yong, dan Xie Yeng muncul di dalam ruangan.


" Hihihi.... Kakak Xie Xie juga ada di sini," Xu Yue Lin dengan tertawa kecil.


Xu Yue Lin memang memanggil ketiga anak Xie Heng, dan Xie Su dengan panggilan XieXie.


Menurutnya, akan sangat menyebalkan saat mengucapkan nama mereka satu persatu dalam satu kalimat. Sehingga saat melihat ketiganya secara langsung, Xu Yue Lin akan memanggil mereka dengan XieXie.


Xie Yang, Xie Yong, dan Xie Yeng terlihat sangat senang. Ini pertama kalinya mereka melihat dunia luar selain saat berada di dalam gua.


Qing Ling tersenyum lembut menatap ketiganya. " Yang'er, Yong'er, dan Yang'er, ayo duduk,"


Setelah semuanya duduk pada tempatnya masing-masing, Qing Ling dengan telaten mengambilkan makanan untuk suaminya, dan keempat bocah kecil itu.


Mereka menikmati kebersamaan dengan penuh canda tawa. Xu Tian tersenyum, menatap kebahagiaan yang terpancar dari wajah semua orang.


" Mungkin aku tidak akan selamanya bisa menjaga, dan melindungi kalian. Namun aku akan selalu berusaha untuk menemani kalian dan berada di sisi kalian, hingga kalian mampu melindungi diri sendiri," Batin Xu Tian menatap mereka semua.


Selama satu hari itu, Xu Tian benar-benar meluangkan waktunya untuk keluarga kecilnya dan ketiga anak kembar Xie Heng.


******


Di Dalam Kamar.


Xu Tian saat ini sudah berada di dalam kamar penginapan, sedangkan Qing Ling bersama yang lainnya, sudah kembali ke dalam dunia jiwa.


" Sangat melelahkan harus menuruti keinginan mereka. Meski begitu, aku benar-benar menikmatinya," Ucap Xu Tian dengan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

__ADS_1


" Wushhh..." Xu Tian menghilang dari tempatnya, memasuki dunia jiwa.


Di dalam dunia jiwa.


Xu Tian muncul di halaman Istana Langit, lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam.


" Apa mereka sudah tidur?" Ucap pelan Xu Tian, saat melewati semua ruangan yang ada tidak menemukan siapapun.


Tidak lama kemudian, Xu Tian tiba di depan kamar Xu Yue Lin.


" Ceklek..." Pintu terbuka, memperlihatkan dua wanita berbeda umur itu sedang tertidur di atas tempat tidur dengan saling memeluk.


Xu Tian tersenyum, lalu kembali menutup pintu. Dia berniat menemui Patriak Jun Tao, dan beberapa anggota Teratai Hitam yang telah dia masukan ke dalam dunia jiwa sebelumnya.


" Wushhh.... " Xu Tian muncul di penjara yang berada di bagian barat dunia jiwa. Dengan tenang dia melangkahkan kaki masuk ke dalam.


Patriak Jun Tao dan anggota Teratai Hitam yang melihat kedatangan Xu Tian, hanya mampu menundukkan kepala.


" Bagaimana keadaan kalian?" Tanya Xu Tian setelah tiba di hadapan meraka.


" Tuan muda, mohon pengampunan anda," Ucap Liang Ji dengan berlutut, di ikuti dua orang yang sebelumnya tertangkap bersama Liang Ji.


" Cih! Percuma saja kalian meminta pengampunan dengan orang seperti dia!" Dengus Patriak Jun Tao dengan pelan.


Xu Tian terkekeh pelan mendengar ucapan itu. " Aku akan mengampuni kalian bertiga, dengan satu syarat, bagaimana?"


Ketiganya dengan cepat menganggukkan kepala, sedangkan Patriak Jun Tao terlihat sangat terkejut.


" Bodoh! Mengapa aku tidak melakukan hal yang sama seperti mereka," Batinnya merutuki kebodohannya.


" Aku akan mengampuni kalian, jika kalian bertiga mampu membuat dia hidup dalam kesakitan. Siksa dia dengan berbagai cara yang kalian bisa. Jika aku puas dengan apa yang kalian bertiga lakukan, aku akan memberikan pengampunan. Tapi ingat, jangan sampai dia mati!" Ucap Xu Tian dengan santai, membuat wajah Patriak Jun Tao memerah.


Xu Tian sendiri, sama sekali tidak memperdulikan kemarahan Patriak Jun Tao, yang menatap ke arahnya dengan penuh kebencian.


" Baik, tuan muda. Aku dan kedua temanku akan melaksanakan perintah tuan muda, dengan sebaik mungkin," Ucap Liang Ji dengan semangat, lalu menatap ke arah kedua rekannya.


Mereka bertiga kemudian segera melakukan tugasnya, dengan menampar, menendang, menggoreskan pedang ke kulit, dan berbagai penyiksaan lainnya.


Xu Tian tersenyum, andai saja dia tidak menyegel dantian Patriak Jun Tao, sudah di pastikan Liang Ji dan kedua temannya yang akan terbunuh.

__ADS_1


" Dasar b*jingan! Tunggu balasan tuanku nanti!" Teriak Patriak Jun Tao dengan tubuh bergetar, saat tubuhnya kini terluka dengan darah segar yang terus mengalir keluar.


" Aku akan kembali satu minggu lagi. Jika kalian gagal, aku akan membunuh kalian juga pada saat itu tiba," Xu Tian kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2