
Patriak Xu Zhentian menghela nafas panjang. " Baiklah nak, kamu harus berhati-hati. Kami semua akan menunggu kedatanganmu kembali ke tempat ini,"
Xu Tian tersenyum. " Aku akan kembali secepat mungkin, karena musuh utama dunia dewa bukanlah mereka," Balas Xu Tian, lalu memberikan hormat kepada keduanya.
" Aku pergi."
" Wushhh...." Xu Tian melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan Klan Xu.
Pasukan yang melihat Xu Tian pergi, merasa sangat bingung.
" Persiapkan diri kalian semua. Kita akan tetap berada di Ibu kota. Bagi pasukan menjadi kelompok kecil, lalu mulai menyebar di setiap sudut ibu kota. Jika kalian menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera memberikan kabar pada kelompok lain untuk saling membantu." Ucap Patriak Xu Zhentian dengan tegas.
Pasukan Klan Xu terlihat sedikit kecewa, karena tidak ikut dalam pertempuran melawan kelompok Teratai Hitam. Meksi begitu, mereka dengan cepat mematuhi perintah Patriak Xu Zhentian.
*****
Di tempat lain.
Xu Tian menghentikan gerakannya menatap ke suatu tempat.
" Keluarlah!"
Hingga kemudian, dari balik awan muncul Long Hei dan Feng Louzhi.
" Penguasa," Ucap mereka berdua memberikan hormat.
" Pergi temui Bai Hu dan Xie Heng. Aku akan pergi menuju Gunung Teratai terlebih dulu. Aku akan menunggu kalian di sana," Ucap Xu Tian, yang kemudian kembali melanjutkan perjalanan.
" Wushhh...."
Long Hei dan Feng Louzhi saling menatap. Kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Di perjalanan, Xu Tian merubah tampilan wajahnya menjadi Liang Ji. Kemudian menambahkan kecepatannya.
******
Xu Tian terus bergerak meninggalkan ibu kota dengan kecepatan penuh.
10 jam kemudian, Xu Tian akhirnya tiba di bawah kaki Gunung Teratai, tempat di mana markas utama organisasi kelompok Teratai Hitam berada.
" Tempat ini terlihat sangat tenang," Batin Xu Tian menghentikan gerakannya, lalu menyebarkan persepsinya untuk merasakan keberadaan orang lain.
" Sangat aneh," Batinnya dengan terus mengitari pandangannya di tempat tersebut.
Hingga kemudian, Xu Tian mulai memahami apa yang sedang terjadi di tempat itu.
" Ternyata memang benar, danau hitam memiliki hubungan dengan mereka." Xu Tian kemudian membuat segel tangan, hingga beberapa saat kemudian muncul tulisan kuno yang mulai membentuk sebuah rune.
" Lepaskan!"
__ADS_1
" Wushhh...." Aura hitam yang sangat pekat menyapu tempat itu, hingga beberapa saat kemudian berubah menjadi aura keemasan.
" Ini lebih baik, dengan memanipulasi formasi ini hingga membuat mereka tidak menyadari perubahan padanya." Xu Tian dengan tersenyum, lalu kembali melanjutkan perjalanan memasuki Gunung Teratai.
Xu Tian telah mengubah susunan formasi di tempat itu. Di mana sebelumnya orang lain yang melewati tempat ini tidak akan dapat merasakan apapun, kini menjadi sebaliknya.
Setelah berjalan semakin dalam, Xu Tian di buat terkejut saat melihat ratusan bangunan yang berdiri di dalam Gunung Taratai.
" Aku tidak menyangka, mereka akan membangun sebuah kota di dalam gunung." Xu Tian dengan terus memperhatikan tempat di sekitarnya dari balik formasi ilusi.
Setelah mengamati dan mempelajari pertahanan kota kecil di depannya, Xu Tian yang menggunakan tampilan wajah Liang Ji lalu melesat mendekati gerbang kota.
" Tuan Liang Ji, anda ternyata masih hidup?" Ucap penjga dengan nada mengejek.
" Aku hanya sedikit beruntung karena tidak ada di markas cabang pada saat itu," Ucap Xu Tian yang kini sedang menyamar menjadi Liang Ji.
Xu Tian kemudian memberikan kedua penjaga gerbang itu pil tingkat tinggi miliknya.
" Aku mendapatkan sedikit keberuntungan saat kembali ke sini, jadi aku juga ingin membagikan kepada kalian berdua," Ucap Xu Tian, kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam.
Di dalam kota Teratai.
Sepanjang waktu, Xu Tian terus menyusuri setiap tempat tanpa di curigai oleh anggota Teratai Hitam yang lainnya.
Beberapa dari mereka, selalu menanyakan tentang keberuntungan dia selamat dalam pembantaian di markas cabang.
Saat malam tiba, Xu Tian segera berjalan menuju kediaman Liang Ji.
" Saudara Liang Ji, kamu akhirnya kembali." Ucap salah satu dari mereka dengan senang.
Xu Tian yang sebelumnya telah menyerap pengetahuan dari Liang Ji dan Bo Yosheng, kini dapat tenang saat melakukan penyamaran.
Sedikit banyaknya, dia sudah mengetahui beberapa informasi. Seperti kediaman Liang Ji, beberapa petinggi, dan anggota lainnya.
Meski sudah menyerap pengetahuan keduanya, namun Xu Tian hanya mampu mengetahui informasi dasar saja.
" Saudara Zo dan saudara Guanzi. Aku juga tidak menyangka akan selamat dalam penyerangan yang terjadi," Xu Tian mengatakan dengan nada sedih.
Keduanya menganggukkan kepala, namun terlihat kesedihan yang muncul dari raut wajah kedua pria itu.
" Saudara, semoga saja keberuntungan kali ini tetap berpihak kepada saudara." Ucap Ji Guanzi dengan pelan.
" Saudara Guanzi, mohon penjelasannya?"
" Ketua Minho memanggil saudara untuk menemuinya besok pagi," Ucap Ji Guanzi yang mendapatkan anggukan kepala dari Dong Zo.
Xu Tian menggelengkan kepala lemah. " Sepertinya sangat sulit untuk tetap bertahan hidup," Ucapnya, lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju kediamannya.
Ji Guanzi dan Dong Zo terlihat sangat perihatin dengan masih Liang Ji.
__ADS_1
" Semoga saja masih ada pengampunan untuk saudara Liang Ji."
" Benar,"
Keduanya kemudian pergi dari tempat itu, dengan pikiran tidak menentu.
*****
Kediaman Liang Ji.
Xu Tian memasuki bangunan sederhana, tempat di mana kediaman Liang Ji dengan tersenyum tipis.
" Aku akan memulai rencana besok pagi, di mulai dari ketua Minho." Ucapnya dengan tersenyum tipis, kemudian memberikan kabar kepada Long Hei untuk berada di posisinya.
Sepanjang malam, Xu Tian dengan tenang terus memulihkan kekuatannya dan berkultivasi.
Menjelang pagi, Xu Tian kemudian bangkit berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
*****
Istana Teratai Hitam.
Pemimpin organisasi kelompok Teratai Hitam bersama para tetua tingkat tinggi, sedang berkumpul melakukan pertemuan.
" Bagaimana dengan dengan Minho? Apa dia telah mendapatkan informasi dari anak buahnya yang berhasil selamat?" Tanya Pemimpin Teratai Hitam.
" Pemimpin, untuk saat ini Minho baru ingin menanyakan kepadanya, tentang siapa yang telah menghancurkan markas cabang kita, dan membebaskan para hewan bodoh itu."
" Cih! Sangat lambat!" Dengus sang pemimpin dengan gusar.
" Apa tidak sebaiknya kita menanyakan secara langsung?" Salah satu tetua tingkat tinggi memberikan usul.
" Itu bukan tugas kalian, biarkan Jenderal utama dan bawahnya yang mengurus masalah ini," Ucap pemimpin, lalu bangkit berdiri dari tempatnya.
" Mengapa perasaanku menjadi tidak enak setelah mendengar salah satu anggota yang berhasil kembali ke tempat ini,"
*****
Di tempat lain.
Xu Tian terus melangkah kaki dengan di iringi pandangan anggota lainnya. Mereka rata-rata menatap tidak suka dengan kehadirannya.
Xu Tian sendiri hanya bersikap cuek dengan terus berjalan untuk menuju kediaman ketua Minho.
Hingga tidak lama kemudian, akhirnya Xu Tian tiba, lalu segera memasuki bangunan yang dua kali lipat lebih besar dan mewah dari kediaman Liang Ji.
Ketua Minho yang sedang duduk menikmati teh, menatap ke arah pintu masuk saat merasakan seseorang memasuki kediamannya.
Xu Tian melangkahkan kaki mendekati Ketua Minho. Namun sebelum itu dia telah memasang formasi di tempat tersebut.
__ADS_1
" Plak..." Tanpa aba-aba, Xu Tian menampar wajah Ketua Minho dan melemparnya hingga menghancurkan barang-barang di sekitarnya.