
Dunia Jiwa.
Xu Tian saat ini sedang duduk di Gazebo dengan memperhatikan Qing Ling yang sedang berlatih bersama Feng Yue.
Pandangannya terus tertuju pada sosok yang sedang mencoba mengendalikan energi Es di sekitarnya.
Feng Yue sendiri, dengan sabar terus memberikan arahan pada Qing Ling.
Hingga beberapa saat kemudian, energi es mulai berkumpul membentuk seekor burung.
" Cakar Phoenix Es!" Qing Ling dengan menggerakkan tangannya.
" Kiakkk...." Burung Phoenix terbuat dari energi es tersebut melesat dengan kecepatan tinggi mengayunkan cakarnya.
" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terjadi saat cakar Phoenix menghantam dengan telak tanah di sekitarnya.
" Wushhh...." Qing Ling bergerak ke atas langit, lalu menggerakkan tangannya kembali.
Terlihat dari bawah tanah muncul sulur es yang siap mengikat siapa saja yang ada di sekitarnya.
Feng Yue dan Xu Tian yang melihat hal itu tersenyum puas, akhirnya Qing Ling mulai menguasai teknik yang di berikan oleh Feng Yue.
Saat sedang terus memperhatikan Qing Ling, tiba-tiba Xu Tian mendapatkan kabar dari Feng Huang.
Xu Tian lalu menatap ke arah Feng Yue untuk memberitahukan kepada Qing Ling dengan mengirimkan pesan memalui telepati jika dia akan pergi lagi.
Feng Yue menatap ke arah Xu Tian dengan hormat, lalu menganggukan kepalanya.
Xu Tian lalu segera keluar dari dalam dunia jiwa untuk menemui Feng Huang dan lainnya yang sudah berada di lorong bawah tanah Istana Desa.
******
Di tempat lain.
Feng Huang dan Feng Louzhi terus berjalan mendekati lorong, mereka dapat merasakan aura kematian yang sangat mengerikan keluar dari dalam lorong tersebut.
Bai Hu dan Long Hei sendiri berjaga tidak jauh dari keduanya.
Hingga beberapa saat kemudian, Xu Tian muncul di samping Bai Hu dan Long Hei.
" Tuan muda," Ucap mereka berdua.
__ADS_1
" Bagaimana? Apa kalian telah menemukan sesuatu?"
" Sudah tuan muda, aku rasa lorong ini adalah jalan yang menghubungkan menuju altar kuno." Ucap Feng Huang yang menyadari kehadiran Xu Tian.
Xu Tian menganggukkan kepala, lalu berjalan mendekati lorong tersebut.
Setelah berada di dekat lorong, Xu Tian mulai memperhatikan serta mempelajari lorong tersebut dengan sangat serius.
" Tuan muda, aku merasakan beberapa aura kehidupan, hanya saja aura ini sangat mengerikan," Ucap Feng Louzhi yang berada di samping Xu Tian.
" Aku bisa merasakan formasi yang cukup kuat berada di ujung lorong. Jika bukan kalian, mungkin saja orang lain yang tidak mengetahui dan merasakan aura kematian ini, tubuhnya akan terjatuh dengan sendirinya," Ucap Xu Tian, lalu membuat segel tangan dengan kecepatan angin.
" Wushhh..." Saja kuno muncul di kehampaan, lalu memecahkan diri membentuk butiran-butiran kecil yang langsung menyegel tempat tersebut.
" Kita akan mencoba memeriksanya, aku sengaja membuat formasi di tempat ini untuk berjaga-jaga." Ucap Xu Tian, lalu muncul api berwarna merah kebiruan mengambang di udara.
Dengan langkah tenang dan waspada, Xu Tian mulai masuk ke dalam lorong.
Feng Huang, Feng Louzhi, Long Hei, dan Bai Hu segera mengikuti Xu Tian di belakangnya.
" Mengapa kalian semua berjalan di belakang tuan muda?" Ucap Bai Hu melalui telepati.
Feng Huang, Feng Louzhi, dan Long Hei menatap Bai Hu tajam. Mereka menyadari kesalahan itu, dengan membiarkan tuan mudanya berjalan di barisan terdepan.
Xu Tian sendiri sama sekali tidak memperdulikan mereka berempat, dia hanya terus fokus memperhatikan dinding yang terbuat dari batu di sekitarnya.
Feng Louzhi dan Long Hei saling menatap, lalu segera bergerak mendahului Xu Tian.
" Tuan muda, kami khawatir ada bahaya di depan sana, sebaiknya aku dan Feng Louzhi yang berjalan di barisan terdepan." Ucap Long Hei, lalu kembali melanjutkan perjalanan.
Bai Hu dan Feng Huang yang melihat hal itu hanya dapat menahan tawanya.
Xu Tian mengerutkan keningnya, lalu menatap Feng Huang dan Bai Hu yang hanya diam dengan menahan tawa.
Sedangkan Feng Louzhi dan Long Hei merasa sangat geram ingin memukul kepala Bai Hu.
" Bocah tengik, tunggu saja nanti." Batin keduanya dengan menyusun rencana.
Mereka akhirnya kembali melanjutkan perjalanan, di setiap lorong terlihat tulisan kuno yang mulai menghilang.
" Tuan muda, apa ini teknik formasi menggunakan kuas?" Tanya Long Hei menatap dinding lorong tersebut.
__ADS_1
" Aku rasa demikian." Jawab Xu Tian dengan tenang.
Hingga setengah jam telah berlalu, namun mereka semua masih saja belum mampu mencapai ujung lorong tersebut.
Xu Tian terdiam, dia merasa sedikit aneh. Dari apa yang dia rasakan, jika ujung lorong hanya berjarak sekitar lima kilometer saja, namun setiap langkah yang mereka ambil, seakan ujung lorong semakin menjauh.
Hingga beberapa saat kemudian, Xu Tian tersenyum tipis. " Terus fokuskan pikiran kalian pada ujung lorong ini menggunakan persepsi masing-masing. Jangan melihat tulisan pada dinding." Ucap Xu Tian memberikan perintah.
Dia akhirnya menyadari mengapa formasi pada dinding menggunakan kuas, itu semua ternyata untuk mengecoh siapa saja yang memasuki tempat ini.
Keempatnya mengikuti perintah Xu Tian tanpa banyak bertanya, hingga dua puluh menit kemudian, mereka merasakan aura kematian yang lebih kuat hingga menekan mereka.
" Sangat kuat." Ucap Feng Louzhi dengan mengedarkan kekuatan miliknya.
" Aura kematiannya saja sangat kuat, aku tidak dapat membayangkan bagaimana pertempuran tiga alam itu terjadi," Batin Xu Tian mengingat penjelasan Leluhur Su Jingse.
" Bersiap!" Teriak Feng Louzhi saat merasakan adanya serangan dari arah depan.
Long Hei bergerak kedepan bersama Feng Louzhi, lalu segera membuat perisai pertahanan.
Xu Tian sendiri sangat terkejut karena tidak mampu merasakan adanya bahaya sebelumnya.
Feng Huang dan Bai Hu tidak mau tinggal diam, dia juga membuat formasi pertahanan, bisa saja sewaktu-waktu akan ada serangan dadakan dari arah belakang.
" Wushhh...." Terlihat bola hitam yang memiliki aura kematian sangat kental melesat ke arah mereka.
Xu Tian segera melepaskan aura dewa naga untuk mengurangi laju kecepatan bola hitam tersebut.
" Dhuaaarrrr...." Bola hitam menabrak perisai, lalu menghilang.
" Cih!" Feng Louzhi mendengus dengan kesal melihat serangan yang tidak seberapa itu, hampir saja dia terkecoh karena aura kematian yang ternyata lebih mendominasi di bandingkan kekuatan bola hitam tersebut.
Xu Tian yang melihat reaksi Feng Louzhi, hanya menggelengkan kepala. " Jangan pernah menganggap remeh apapun itu!" Xu Tian memperingati.
Feng Louzhi menyadari kesalahannya, lalu mulai fokus kembali.
" Tuan muda,"
" Aku juga merasakan hal yang sama, mereka sepertinya sudah tidak sabar menunggu kedatangan kita," Ucap Xu Tian yang kini telah mengubah tampilannya menjadi mode naga.
Terlihat keempat abdi Xu Tian sangat bersemangat, akhirnya mereka dapat bertarung bersama-sama.
__ADS_1
" Aku sudah tidak sabar tiba di ujung lorong menyebalkan ini," Batin Feng Louzhi dengan terus bergerak.