
" Dhuaaarrrr....." Sosok yang menyerang Xu Tian terpukul mundur hingga belasan meter.
" Sangat kuat." Batin keempatnya saat melihat rekannya yang berada pada tingkat Dewa Perunggu terlempar belasan meter.
" Serang secara bersamaan!" Teriak ketua kelompok tersebut menyadarkan ketiganya dari kekaguman pada sosok Xu Tian.
" Baik."
" Swusshh....." Keempatnya melesat ke arah Xu Tian.
Xu Tian kemudian menggunakan langkah bayangan mengindari serangan mereka bergerak zig-zag.
Keempatnya yang melihat Xu Tian hanya menghindar, segera meningkatkan serangannya.
Xu Tian bergerak menghindari serangan mereka dengan sesekali mengayunkan pedangnya.
" Kau yang pertama!" Ucap Xu Tian bergerak ke arah tetua yang sebelumnya terlempar.
Tetua yang sedang mencoba bangkit berdiri, segera menyatukan kedua tangannya ke arah depan dada.
" Pedang Penguasa Alam!"
" Tidak!" Teriak keempatnya yang langsung bergerak ke arah Xu Tian.
" Dhuaaarrrr.."
Namun gerakan Xu Tian lebih cepat, membuat tetua tersebut kini terlempar dengan luka yang sangat parah.
" Arghhh..." Sosok itu memuntahkan seteguk darah, bahkan kedua lengannya kini telah hancur.
Andai saja tetua tersebut tidak memiliki kekuatan Dewa Perunggu, mungkin saat ini dia telah tewas.
" Tubuhku terasa hancur." Batinnya dengan tubuh terkapar di tanah di sertai darah yang mengalir dari kedua lengan maupun bagian tubuh lainnya.
Xu Tian memutar tubuhnya, lalu melesat ke arah keempat tetua yang juga sedang mengarah menuju dirinya dengan melepaskan serangan Tapak Dewa Naga yang beradu dengan serangan keempatnya.
" Swusshh......"
" Dhuaaarrrr...." Xu Tian terpukul mundur beberapa langkah, sedangkan dua tetua yang berada pada ranah Dewa Besi terlempar hingga belasan meter.
" Booooommmmsss..." Tempat di sekitarnya hancur berantakan akibat kedua serangan yang saling bertemu.
" Sangat kuat!" Dua sosok yang terpukul mundur lima meter membatin dengan tangan bergetar setelah beradu serangan dengan Xu Tian.
" Apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah tetua yang sebelumnya menjadi ketua di antara mereka.
__ADS_1
" Jika ada kesempatan kita segera pergi!"
" Tapi."
" Apa kau bodoh, dia bukan pemuda biasa. Kita semua bahkan masih belum mampu untuk melukainya." Ucapnya dengan kesal.
Sedangkan Xu Tian yang kini telah menjaga jarak sekitar lima belas meter dari mereka, mencoba mencari cara untuk membunuh mereka dengan cepat.
" Kita serang secara bersamaan menggunakan teknik terkuat milik kita." Ucap tetua Teratai Hitam melalui telepati kepada tetua lainnya.
" Sepertinya aku sudah tidak mampu." Ucap salah satu dari mereka yang lengan nya hancur.
Sedangkan ketiga yang lainnya mulai cemas saat melihat Xu Tian yang terlihat baik-baik saja.
Yang mereka tidak ketahui, Xu Tian saat ini sedang mencoba memulihkan diri setelah beradu serangan melawan keempatnya.
" Tenanglah... Jika serangan ini gagal kita akan pergi. Namun kita harus membuatnya terluka terlebih dulu."
" Baik." Ucap ketiganya yang kini mulai mempersiapkan serangan puncaknya.
Xu Tian yang melihat keempatnya sedang bersiap untuk menyerangnya, mencoba tetap bersikap tenang.
" Bagaimana? Apa sekarang kalian menyadari batas kemampuan yang kalian miliki?" Tanya Xu Tian dengan penuh senyum.
" Semoga saja berhasil." Batin Xu Tian yang sedang mencoba mengulur waktu agar dirinya dapat memulihkan diri terlebih dulu.
" Cih! Jika kau tidak licik mung-..."
" Licik? Apa kau bercanda, aku hanya seorang diri sedangkan kalian? Lalu siapa yang licik." Ucap Xu Tian dengan terus mencoba mengulur waktu.
Keempatnya menggertakan giginya, mereka sadar dengan apa yang di katakan oleh Xu Tian. Jika mereka melawan Xu Tian seorang diri mungkin kini sudah tewas.
Hingga beberapa saat kemudian salah satu dari mereka mulai menyadari jika Xu Tian hanya sedang mengulur waktu.
" Hahaha... Apa kau mencoba mengulur waktu agar dapat memulihkan diri? Kau terlalu naif!" Ucap salah satu dari mereka yang kemudian meminta rekannya untuk segera menyerang.
" Hah..." Xu Tian menghembuskan nafasnya dengan kasar saat rencananya di ketahui oleh mereka.
Kemudian segera bersiap.
" Majulah!" Ucap Xu Tian dengan ujung pedang yang diarahkan ke mereka.
Keempatnya segera mempersiapkan serangan.
" Swusshh..." Teratai Hitam di kening mereka memancarkan cahaya.
__ADS_1
Xu Tian yang melihat hal itu tidak tinggal diam, dengan menggerakkan kedua tangannya, tiba-tiba muncul sebuah tombak berwarna emas bercorak kulit naga keluar dari dalam tubuhnya.
Tombak tersebut bergetar dan berdengung membuat udara di sekitarnya menjadi sangat mencekam.
" Swusshh...." Keempatnya segera membuat segel tangan dengan saling menyatukan energi kekuatan di pusat teratai hitam.
Xu Tian secara perlahan terbang ke atas langit dengan kedua tombak yang kini telah berputar di sekitar tubuhnya.
Langit di sekitarnya berubah menjadi gelap dengan suara Guntur yang terdengar bersamaan petir yang mulai bergerak dengan liar.
Keempat tetua yang sedang mempersiapkan diri tiba-tiba mematung dengan wajah penuh keterkejutan.
" Bukankah teknik?"
" Benar, aku merasakan teknik ini sama dengan teknik yang sangat menakutkan itu.." Ucap yang lainnya dengan tubuh bergetar.
Xu Tian mulai menutup kedua matanya, hingga beberapa saat kemudian tampilan wajahnya kini telah berubah.
Meski Xu Tian mampu melawan dua tingkat kultivasi lebih tinggi dari ranah kultivasinya, tetapi berbeda dengan saat ini, di mana dia melawan lima sosok yang berada pada ranah Dewa Besi dan Dewa Perunggu.
Apalagi ini pertama kalian dia menggunakan kekuatan Jenderal Dewa.
Tombak Naga mulai melesat dan berputar di udara, Hingga secara perlahan petir berwarna hitam keemasan mulai membungkus tombak Naga.
Bai Hu yang baru saja tiba di tempat tersebut, segera membuat segel tangan untuk melindungi tempat di sekitarnya.
" Pertarungan ini akan membuat tubuh tuan muda terbiasa dengan kekuatan ranah tingkat kultivasinya. Hingga secara perlahan kemampuannya akan semakin meningkat dengan pesat. Apalagi saat tubuh fisiknya mulai di tempa dengan pertarungan yang sesungguhnya, membunuh ratusan seorang Jenderal Dewa bukanlah masalah besar." Batin Bai Hu dengan terus menatap ke arah Xu Tian.
*****
Di tempat lain.
Wilayah Tengah.
Seorang pria paruh baya yang sedang berkultivasi membuka kedua matanya secara perlahan.
" Aku merasa tidak asing dengan kekuatan yang tiba-tiba aku rasakan. Seperti sebuah ikatan yang sangat kuat terjalin, apa dia adalah?" Sosok itu dengan mengerutkan keningnya.
Hingga beberapa saat kemudian, pria paruh baya itu tersenyum. Meski dia merasa samar-samar energi yang sangat dia kenali, namun dengan kekuatan darah yang di miliki olehnya dapat merasakan energi besar yang tiba-tiba muncul itu.
" Ini adalah teknik yang sering dia gunakan dulu untuk menghancurkan lawan-lawannya. Aku tidak menyangka dia telah kembali. Semoga saja mereka kembali ke Klan." Batin Pria paruh baya itu kemudian kembali menutup kedua matanya.
******
Di tempat Xu Tian.
__ADS_1
Xu Tian kini mulai membuka kedua matanya, terlihat perubahan yang sangat mencolok dengan kedua bola mata berwarna emas dengan pupil berwarna merah.
" Saatnya menghancurkan kalian semua!" Ucap Xu Tian dengan suara tegas.