Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
91. Istana Xufelong Vs Istana Langit


__ADS_3

" Wushhh...." Udara di sekitarnya menjadi sangat mencekam dengan ledaka aura yang sangat kuat muncul dari dalam tubuh Xu Tian.


" Patriak, serahkan mereka semua pada pasukan Istana Xufelong. Dan bawa semua orang pergi ke tempat yang lebih aman!" Ucap Xu Tian dengan serius menatap kelima patrik klan terkuat.


" Tapi, nak-..."


" Patriak, situasi saat ini berbeda dengan rencana kita yang seharusnya menyerang mereka. Aku harap kalian dapat mengerti," Ucap Xu Tian memotong ucapan Patriak Xu Zhentian.


" Jika begitu, kalian berhati-hatilah..." Ucap para patriak klan, tetua agung Xu Huangshen, dan Leluhur Ling Zhong yang kemudian segera pergi untuk membantu orang-orang yang ada di Ibu kota.


" Wushhh...." Feng Louzhi bersama abdi Xu Tian yang lain bergerak ke belakang Xu Tian.


" Penguasa," Ucap mereka semua memberikan hormat.


" Hari ini adalah hari pertama kita melakukan pertempuran bersama. Kerahkan semua kemampuan yang kalian miliki, dan saling menjaga satu sama lain. Aku harap tidak ada di antara kalian yang tewas dalam pertempuran ini," Ucap Xu Tian dengan penuh ketenangan.


Mahkota Penguasa Alam secara perlahan memancarkan warna yang lebih terang, hingga beberapa saat kemudian berputar dengan bagian di sekitarnya memunculkan urat-urat berwarna emas.


" Wushhh..." Feng Louzhi, Feng Huang, Long Hei dan Bai Hu juga mengalami perubahan.


Bai Hu dengan perubahan Harimau suci, Long Hei perubahan Naga hitam, sedangkan Feng Huang dan Feng Louzhi dengan perubahan Phoenix.


Di belakang mereka, terlihat berdiri dengan gagah berani para abdi Xu Tian. Bai Mo, Bai Luan, Yuan Qi, Fu Li Guan, Shang Hai, Shang Gou, Shang Lou, Ying Song, Hei Wuya, She Cong, Gui Lou, dan dua puluh satu hewan buas lainya, yang sebelumnya di selamatkan Xu Tian.


Ledakan aura yang sangat kuat itu menarik perhatian kelima patriak klan, dan para petinggi lain yang berasal dari keempat Wilayah yang ada di Dunia Dewa.


" Sangat menakutkan!" Ucap salah satu Patriak dari Wilayah Utara.


Hal yang sama juga terjadi pada Patriak lainnya, di mana mereka tidak menyangka akan kekuatan Istana Xufelong yang sebelumnya mereka remehkan.


Dewa Lan Shen, Dewa Hong Shen, dan Dewa Hei Shen menatap dengan tidak percaya akan kekuatan lawan mereka.


Ratusan ribu pasukan Istana Langit terlihat bimbang saat mengetahui lawan yang mereka hadapi ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi mereka semua.


" Dewa Lan Shen, mereka sangat kuat. Apa sebaiknya kita memanggil bantuan?" Ucap salah satu prajurit Istana Langit.


Dewa Lan Shen menggelengkan kepalanya. " Tidak perlu, kita memiliki banyak pasukan. Serang dan kuras habis tenaga mereka!"


Xu Tian tersenyum, lalu menghentakan kakinya ke tanah.


" Wushhh..." Awan hitam menggelap bersamaan dengan munculnya petir yang saling bersahutan.

__ADS_1


" Roarghh...." Siluet Naga muncul di atas langit dengan terus meliuk-liuk menatap ratusan ribu pasukan Istana Langit.


" Hancurkan mereka!" Teriak Xu Tian dengan keras memberikan perintah.


" Hancurkan mereka!" Teriak seluruh abdi Xu Tian.


" Wushhh...."


" Wushhh..."


Mereka semua melesat ke atas langit dengan melepaskan serangan.


" Habisi mereka!" Teriak Dewa Hei Shen memberikan perintah.


Dua pasukan dari Istana Xufelong dan Istana Langit saling melesat dengan melepaskan serangan terkuat mereka.


" Dhuaaarrrr.... Dhuaaarrrr...." Ledakan keras mulai terdengar, saat serangan tapak maupun pukulan hingga senjata tingkat tinggi yang mereka gunakan saling bertabrakan.


Langit Ibu kota Wilayah Tengah menjadi medan pertempuran dua kekuatan besar, beberapa bangunan di bawahnya mulai mengalami kehancuran saat kilatan cahaya terus menghantam ke bawah.


" Wushhh..." Xu Tian muncul lima puluh meter dari ketiga Dewa Istana Langit.


Kubah berwarna emas dengan aura yang sangat kuat muncul mengurung kedua pasukan yang sedang bertempur.


Xu Tian menghilang dari tempatnya.


Ketiga Dewa Istana Langit sangat terkejut saat tidak dapat merasakan keberadaan Xu Tian.


Hingga sebuah Tapak Dewa Naga tiba-tiba muncul dari kehampaan, bersamaan dengan Xu Tian yang kembali muncul dengan tombak naga di tangan kanannya.


" Booms..." Ledakan dahsyat mengguncang perisai, saat serangan yang di lepaskan Xu Tian di tahan Dewa Lan Shen.


Dewa Lan Shen terpukul mundur beberapa langkah, kemudian meminta Dewa Hei Shen dan Dewa Hong Shen untuk mulai menyerang.


Mereka bertiga menggerakkan tangannya secara bersamaan, hingga beberapa saat kemudian wajah mereka mengalam perubahan.


Di mana Dewa Lan Shen memiliki pupil mata berwarna biru, Dewa Hong Shen merah, dan Dewa Hei Shen hitam.


" Wushhh..." Dewa Hei Shen dan Dewa Hong Shen menghilang, lalu muncul di samping kanan dan kiri Xu Tian.


Dengan gerakan cepat, keduanya melesatkan pukulan ke bagian tubuh Xu Tian.

__ADS_1


" Kalian masih saja terlalu percaya diri!" Ucap Xu Tian kemudian menggunakan Tombak Naga untuk menghalau serangan keduanya.


Tombak Naga berputar dengan kecepatan tinggi, bergerak ke arah kanan dan kiri menahan pukulan keduanya.


" Mati!" Teriak Dewa Lan Shen yang kemudian muncul di depan Xu Tian dengan melepaskan serangan tapak.


" Tubuh Dewa Naga! Aura Dewa Naga! Auman Dewa Naga!"


" Roarghh...." Xu Tian menggunakan ketiga teknik secara bersamaan untuk menahan serangan ketiganya.


Dewa Naga untuk melindungi tubuh, Aura Dewa Naga untuk menekan dan memperlambat pergerakan, dan Auman Dewa Naga untuk mengganggu konsentrasi.


Dewa Lan Shen terdorong mundur setelah energi yang sangat kuat menghantam tubuhnya.


Auman Dewa Naga menghasilkan gelombang energi yang mampu menekan orang-orang di sekitarnya.


Hal itu membuat ketiga Dewa Istana Langit terdorong mundur.


Xu Tian kemudian kembali menghilang dari tempatnya.


" Trakkk... Trak...." Ledakan petir hitam keemasan muncul bersama dengan kobaran api yang sangat panas membentuk tiga Golem besar yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


" Dhuaaarrrr..." Ketiga Golem melesat ke arah ketiganya, namun dengan mudah dapat di hancurkan.


Semua orang yang berada di luar perisai, menatap ke arah pertempuran besar ini dengan khawatir.


Mereka dapat melihat bagaimana pertempuran itu bukan sesuatu yang dapat mereka hadapi, meski kelima Wilayah telah bersatu sekalipun.


Ketiga Dewa Istana Langit yang sudah mencapai ranah Immortal God, dan pasukan Istana Langit yang berada pada ranah Prajurit Dewa hingga Jenderal dewa, membuat orang-orang dari kelima Wilayah berharap pada pasukan Istana Xufelong dapat mengalahkannya.


Pertempuran di langit Wilayah Tengah semakin memuncak, saat ratusan ribu pasukan Istana Langit satu persatu mulai terbunuh menjadi kabut darah.


Cipratan darah dari atas langit membuat pemandangan yang sangat mengerikan.


Feng Huang dan lainnya saling berkerja sama untuk membunuh habis ratusan ribu pasukan itu, dengan saling melindungi satu sama lain.


" Shang Hai!" Teriak Bai Hu dengan keras, saat melihat salah satu saudaranya terkena sabetan pedang.


" Wushhh..." Bai Hu muncul dengan melepaskan serangan, membuat pasukan Istana Langit yang ingin menyerang Shang Hai berubah menjadi kabut darah.


" Bantu saudara yang lainnya!" Teriak Feng Louzhi saat melihat abdi Xu Tian yang memiliki tingkat kultivasi lebih rendah di bandingkan Feng Louzhi, Feng Huang, Bai Hu, dan Long Hei semakin di buat terpojok.

__ADS_1


__ADS_2