
Xu Tian terus bergerak menuju Klan Hong, hingga tidak lama kemudian akhirnya tiba di atas langit Klan tersebut.
" Swusshh..." Long Hei muncul di samping Xu Tian dan langsung memberikan hormat.
" Tuan muda,"
" Jelaskan padaku."
" Baik. Hubungan antara Patriak Hong Fu dan ketiga putranya, terutama Hong Dalu sudah semakin membaik, bahkan mereka bersama-sama membangun Klan ini dengan peraturan baru. Mereka juga telah memberikan hukuman pada tetua yang sebelumnya melakukan pemberontakan bersama Hong Kong, sedangkan Hong Kong sendiri telah mendapatkan hukuman dengan kehilangan tingkat kultivasi dan di bawa menuju tempat pengasingan Klan. Untuk Klan Nan sendiri, saat ini mereka telah menjalin kerja sama, Klan Nan juga telah memberikan banyak bantuan kepada Patriak Hong Fu." Ucap Long Hei menjelaskan secara detail apa saja yang telah terjadi selama Xu Tian pergi.
Xu Tian tersenyum puas mendengar semuanya, lalu meminta Long Hei untuk ikut bersamanya bertemu dengan Patriak Hong Fu dan Patriak Nan Whang.
" Wushhh....." Mereka berdua lenyap dari tempat tersebut.
Xu Tian dan Long Hei muncul di depan aula Klan Hong.
Kedatangan mereka berdua segera di sambut dengan hormat oleh Hong Yang dan Hong Tou yang sedang berjalan di sekitar tempat itu.
" Tuan muda, tuan." Ucap mereka berdua.
" Hong Yang, aku ingin menemui Patriak Hong Fu." Ucap Xu Tian kepada mereka.
" Baik, tuan muda. Mari ikuti saya," Ucap Hong Yang memimpin masuk ke dalam aula.
Anggota Klan Hong yang berada di sekitaran tempat itu, menatap kehadiran Xu Tian dengan gelisah.
" Semoga saja tuan muda Tian tidak marah,"
" Benar, aku tidak bisa membayangkan jika tuan muda Tian menghancurkan Klan kita sebelumnya."
" Huss.. Kalian berdua sebaiknya lebih berhati-hati saat berbicara, jangan sampai tuan muda Tian mendengarnya." Ucap seorang tetua yang kebetulan mendengar pembicaraan kedua murid Klan Hong tersebut.
" Baik tetua." Mereka berdua lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Setelah terjadi kekacauan sebelumnya, saat ini anggota Klan Hong saling membahu membangun kembali bangunan yang hancur.
****
Aula Klan Hong.
__ADS_1
Patriak Hong Fu, Patriak Nan Whang, Nan Zhou, Hong Dalu, serta dua tetua Klan Nan dan tetua tingkat tinggi Klan Hong, segera mengalihkan perhatian mereka saat pintu aula terbuka.
Saat melihat siapa yang datang, mereka semua segera bangkit berdiri memberikan hormat.
" Hormat kepada Tuan muda Tian!" Ucap mereka semua dengan menundukkan kepala.
" Hormat kalian aku terima, kembalilah pada tempat duduk kalian." Ucap Xu Tian dengan terus berjalan bersama Long Hei di sampingnya.
Sedangkan Hong Yang dan Hong Tou segera menuju tempat duduknya.
" Tuan muda, silahkan." Patriak Hong Fu mengarahkan Xu Tian menuju kursi Patriak Klan Hong.
Xu Tian menggelengkan kepalanya. " Patriak, tempat duduk itu milikmu, aku akan duduk di sini saja." Xu Tian menuju tempat duduk yang berada di bagian kanan.
Long Hei terus berjalan mengikuti Xu Tian, lalu berdiri di belakangnya.
" Tuan muda?" Patriak Hong Fu menatap ke arah Long Hei.
" Long Hei!"
Long Hei menganggukan kepala, lalu berjalan kedepan.
Semua orang akhirnya mengetahui sosok pria tampan yang selalu mengikuti Xu Tian di belakangnya. Mereka mulai bertanya-tanya tentang keberadaan Long Hei sebelumnya, sebagian dari mereka juga sangat penasaran akan kekuatan yang di miliki Long Hei.
Xu Tian tersenyum melihat semua orang yang terus menatap ke arah Long Hei.
" Sebaiknya kalian tidak mencari masalah dengannya. Hanya sekali serangan saja mampu meratakan kota Hong ini." Ucap Xu Tian membuyarkan pikiran semua orang.
Mereka semua cukup terkejut mendengar ucapan Xu Tian, meski begitu mereka mencoba bersikap tenang.
" Kalian benar-benar ceroboh!" Ucap Patriak Hong Fu kepada semua orang melalui telepati.
" Tuan Long Hei, saya mewakili semuanya untuk meminta maaf atas sikap kami sebelumnya." Ucap Patriak Hong Fu dengan menangkupkan kedua tangannya.
Long Hei sendiri hanya diam tanpa menjawab, hingga suara Xu Tian menggema di dalam pikirannya meminta dia untuk menjawab permintaan maaf tersebut.
Dengan malas Long Hei mengatakan tidak mempermasalahkan hal itu.
Setelah suasana di tempat tersebut kembali tenang, Xu Tian lalu berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
" Maaf telah mengganggu pertemuan kalian. Kedatanganku ke tempat ini ingin berpamitan kepada kalian semua untuk kembali menuju Desa Huli."
" Tuan muda, kami semua sangat berterima kasih. Tanpa kehadiran tuan muda di kota Hong, kami semua tidak bisa membayangkan akan menjadi apa kota ini." Ucap Patriak Nan Whang dengan hormat.
" Aku memang bukan berasal dari kota ini, tapi bagaimana juga itu sudah menjadi kewajibanku untuk melindungi orang-orang yang tidak bersalah. Aku harap kejadian ini membuat kalian lebih berhati-hati. Dan aku memiliki beberapa permintaan kepada kalian. Yang pertama, aku ingin Klan Hong dan Klan Nan untuk mengirimkan jenius yang kalian miliki menuju Desa Huli. Dan yang kedua, aku ingin membangun rumah lelang di kota ini, dan kalian berdua yang akan mengaturnya, bagaimana?" Ucap Xu Tian menatap Patriak Hong Fu dan Patriak Nan Whang bergantian.
Long Hei yang berada di belakang Xu Tian terdiam mencoba menerka rencana sang tuan muda.
" Tuan muda, kami berdua siap memenuhi permintaan tuan muda. Hanya saja..." Patriak Hong Fu menghentikan ucapannya menatap Patriak Nan Whang.
" Kalian tidak perlu khawatir mengenai biaya dan sumberdaya yang akan kita lelang. Untuk langkah awal, aku akan memberikan sumber daya yang akan menarik perhatian orang-orang di luar sana, untuk biaya pembangunan itu sangat mudah bagiku." Xu Tian lalu mengeluarkan dua cincin penyimpanan.
" Swusshh..." Dengan tenang Xu Tian melemparkan kedua cincin tersebut menuju Patriak Hong Fu.
" Kalian berdua dapat mendiskusikan hal ini nanti. Aku juga akan mengirimkan orang-orangku untuk mengawasi pembangunan rumah lelang. Untuk nama sendiri, aku ingin kalian menggunakan rumah lelang Xufelong." Ucap Xu Tian dengan terus menjelaskan hal apa saja yang harus mereka berdua lakukan.
Setelah selesai menjelaskan kepada mereka berdua, Xu Tian lalu mengeluarkan dua cincin penyimpanan kembali.
" Ini untuk kalian berdua, aku harap dengan bantuan kecilku mampu membuat Klan Hong dan Klan Nan lebih kuat lagi. Aku memiliki harapan besar kepada kalian," Ucap Xu Tian lalu menatap ke arah Long Hei.
" Aku akan pergi sekarang. Ingat untuk mengirimkan jenius yang kalian miliki." Lanjut Xu Tian, lalu mereka berdua lenyap dari pandangan semua orang.
Setelah kepergian Xu Tian, kedua Patriak lalu memeriksa cincin yang di berikan Xu Tian kepadanya.
Hingga tiba-tiba keduanya membulatkan kedua mata dengan tangan bergetar.
" Patriak, apa yang terjadi?" Tanya para tetua di dalam ruangan tersebut.
Patriak Hong Fu dan Patriak Nan Whang saling menatap satu sama lain, lalu menjelaskan tentang isi di dalam cincin penyimpanan tersebut.
Semua orang hampir saja menjatuhkan rahanganya saat mendengar ucapan kedua Patriak.
Mereka tidak menyangka Xu Tian sangat kaya, dengan memberikan koin emas melebihi kekayaan milik Klan mereka. Terlihat juga buku-buku teknik dan sumber daya tingkat tinggi.
Xu Tian melakukan itu semua bukan tanpa alasan, di mana kedua Klan ini harus memiliki pondasi yang kuat. Bagaimana juga rumah lelang akan sering di kunjungi oleh kultivator tingkat tinggi, apalagi jika rumah lelang tersebut menawarkan barang-barang yang sangat di butuhkan oleh mereka.
Hal itu akan membuat keamanan Kota Hong, terutama rumah lelang harus terjamin agar tidak mudah di tindas oleh kelompok yang nakal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Lanjut nanti siang. Tinggalkan Like dan Komentar!