
Bai Mo, Bai Luan, dan lainnya terus berkerja sama dengan saling melindungi satu sama lain.
Serangan dari berbagai arah terus melesat ke arah mereka. Long Hei melesat dengan kecepatan tinggi menuju Bai Luan dan lainnya yang terlihat mulai kelelahan, saat di paksakan secara terus menerus menahan gempuran serangan dari pasukan Istana Langit.
Jika saja Ibu kota tidak di lindungi formasi kubah emas, sudah dapat di pastikan pertempuran itu akan menghancurkan Ibu kota, bahkan bisa saja kehancuran itu mencapai ke seluruh tempat yang ada di Wilayah Tengah ini.
Dari luar formasi dan berbagai tempat yang menjadi tempat persembunyian orang-orang yang sebelumnya berada di Ibu kota, terus saja merasakan getaran yang begitu hebat, membuat mereka semua menjadi sangat cemas dan khawatir dengan situasi yang sedang terjadi saat ini.
Kelima Patriak, tetua dari kelima klan terkuat, serta Leluhur Ling Zhengji sebenarnya ingin bergabung dalam pertempuran, hanya saja terhalang oleh formasi kubah emas.
Hingga beberapa saat kemudian, tiba-tiba dari berbagai arah muncul pasukan berpakaian hitam yang merangsak masuk ke dalam pusat ibu kota.
Semua orang segera mengalihkan pandangan mereka menuju pasukan berpakaian hitam tersebut.
" Mereka adalah anggota organisasi kelompok Teratai Hitam yang berada di markas cabang!" Ucap Patriak dari Wilayah Selatan.
" Hahahaha... Akhirnya aku dapat bertarung juga!" Leluhur Ling Zhengji tertawa dengan senang.
Dengan gerakan cepat, Leluhur Ling Zhengji mengeluarkan aura azura miliknya.
" Whung..." Saber berwarna hitam kemerahan muncul di kedua tangan Leluhur Ling Zhengji.
Kelima patriak, tetua klan, serta anggota sekte Istana Xufelong juga melakukan hal yang sama. Mereka semua segera mengeluarkan aura pertempuran mereka untuk menghadapi pasukan markas cabang kelompok Teratai Hitam.
" Wushhh...., Wushhh..." Sekali lagi pasukan besar yang ada di luar formasi mulai melesat dengan melepaskan serangan mereka.
" Dhuaaarrrr...., Dhuaaarrrr...." Ledakan keras mulai terdengar di bagian luar formasi.
" Formasi!" Teriak pemimpin kelompok Teratai Hitam.
Semua pasukan yang muncul dari berbagai arah berbeda mulai berkumpul membentuk formasi.
Hingga tiba-tiba cahaya kehitaman melesat dengan kecepatan tinggi menuju pusat pertempuran.
" Swusshh... , Booomms..." Tembakan angin yang membentuk tornado muncul dan mengacaukan formasi kelompok Teratai Hitam.
" Kalian sendiri yang mendatangi kematian! Maka terimalah!" Ucap Leluhur Ling Zhengji yang mulai bergerak seperti angin melepaskan tebasan saber.
Di dalam formasi kubah emas.
Xu Tian terus bergerak mencoba mengacaukan formasi yang di buat ketiga Dewa Istana Langit.
__ADS_1
" Berhati-hatilah, kita sudah mengetahui sejak lama tentang siapa sosok yang kita hadapi saat ini," Ucap Dewa Lan Shen dengan terus menahan serangan Xu Tian.
" Benar, dia memang selalu sangat merepotkan!" Dewa Hong Shen menimpali.
Xu Tian menghentikan gerakannya, lalu berdiri dengan tenang menatap ketiga Dewa Istana Langit.
" Bagaimana? Apa kalian sudah mulai menyadari?" Tanya Xu Tian dengan tersenyum, menatap wajah keraguan yang kini mulai muncul di wajah ketiganya.
Xu Tian kembali mengeluarkan senjata tingkat tinggi, kali ini terlihat pedang naga yang muncul dengan terus berputar mengelilingi tubuhnya.
Dengan menggoreskan ujung jari, darah naga suci muncul mengambang di udara, hingga beberapa saat kemudian melesat terbang ke arah kedua senjata tingkat tinggi tersebut.
" Whung...." Kedua senjata berdengung dengan keras, dengan gerakan tangan, kedua senjata itu mulai melesat terbang menyerang ke arah ketiga Dewa Istana Langit.
" Trak..., Trakk..." Sekali lagi Xu Tian melepaskan kekuatan petir yang secara perlahan membentuk sebuah tombak.
" Dhuarrrr..." Serangan yang sangat kuat muncul dari kehampaan menghancurkan tombak petir.
" Booms..." Xu Tian terkena efek balik dari teknik yang di hancurkan.
" Wushhh..." Dua sosok berpakaian hijau dan kuning muncul di dalam formasi, menatap Xu Tian dengan tersenyum.
" Dewa Huan Shen! Dewa Lu Shen!" Ucap ketiga Dewa Istana Langit saat melihat kedatangan kedua Dewa lainnya.
Xu Tian yang sebelumnya terlempar setelah tidak dapat merasakan kehadiran mereka, berusaha bangkit berdiri dengan menghapus darah segar yang keluar di sudut bibirnya.
" Kebetulan sekali, dengan ini aku tidak perlu mencari kalian di Istana Langit!" Ucap Xu Tian menatap tajam kelima Dewa Penghianat itu.
" Swusshh..." Tubuh Xu Tian melesat dengan kecepatan tinggi.
Saat jarak antara Xu Tian dan Dewa Huan Shen tersisa tiga meter, tiba-tiba dari arah samping melesat sebuah cairan hijau.
Xu Tian berputar di udara menghindari racun tingkat tinggi tersebut.
" Dhuaaarrrr..." Xu Tian kembali terkena serangan dari Dewa Lan Shen.
" Wushhh...." Roh Naga muncul di belakang punggung Xu Tian, menatap kelima Dewa Istana Langit dengan marah.
Bai Hu yang melihat penguasanya terus terkena serangan, mulai terlihat tidak nyaman dengan situasi yang terjadi.
Apalagi saat melihat bagaimana saudara-saudara yang lain mulai kelelahan di paksa untuk terus bertahan.
__ADS_1
" Wushhh..." Xu Tian yang kini belum sepenuhnya menggunakan perubahan penguasa alam, mulai menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menutup kedua matanya, hingga perlahan energi yang sangat kuat, menenangkan, dan mendominasi berputar di sekitarnya.
Tubuh Xu Tian mulai mengalami perubahan dengan rambut panjang berwarna emas dengan corak ketujuh warna berbeda pada bagian ujung, pupil mata memiliki tujuh warna berbeda, dan zirah naga yang muncul di tubuhnya.
Ketujuh warna itu sendiri melambangkan kehidupan yang ada di seluruh alam semesta, langit dan udara di sekitarnya mulai menampakkan sebuah fenomena, di mana udara di sekitarnya menjadi lebih terasa hidup.
Gelombang air di lautan mulai membentuk tornado yang berputar mengeluarkan sebuah aura kehidupan dari dasarnya.
Tumbuh-tumbuhan mulai mengeluarkan tetesan embun, yang secara perlahan menyatu.
" Teknik Penyatuan - Kebangkitan Sang Penguasa!" Ucap Xu Tian dengan mengangkat kedua tangannya di udara membentuk sebuah sajak-sajak kuno.
Tiba-tiba dari berbagai arah muncul sebuah kristal tujuh warna yang melesat ke arah Xu Tian, lalu mulai bergerak ke arah mahkota.
Tujuh kristal mulai menyatu sesuai dengan warna yang ada di mahkota tersebut.
Sosoknya benar-benar terlihat sangat mendominasi, dengan pahatan wajah yang begitu sempurna.
Xu Tian mulai membuka kedua matanya, bersamaan dengan itu, muncul angin yang sangat kuat menyapu tempat di sekitarnya.
Kaisar Dewa - Dewa Alam...
Immortal God - Dewa Bintang...
Immortal God - Dewa Galaxy...
Immortal God - Dewa Semesta...
Immortal God - Dewa Kuno...
Tingkat kultivasi Xu Tian melesat menjadi Immortal God - Dewa Kuno tingkat puncak.
Tubuh Feng Huang, Feng Louzhi, Bai Hu, dan Long Hei bergetar dengan hebat.
" Tidak! Ini sangat membahayakan bagi tubuh Penguasa!" Ucap mereka semua dengan penuh kekhawatiran.
Xu Tian sendiri hanya diam dengan terus menatap wajah mereka.
" Demi menghancurkan kalian! Akan aku perlihatkan bagaimana dendam ini akan selalu ada. Aku Xu Tian sejak lama telah memutuskan ikatan persaudaraan di antara kita. Aku bersumpah kepada langit, akan menghancurkan kalian, bagaimana pun caranya!" Ucap Xu Tian dengan wajah sendu mengingat bagaimana kebersamaan mereka dulu. Hingga kemudian wajahnya kini menampilkan kesan dingin dan penuh kebencian mendalam.
" Wushhh....."
__ADS_1