
Waktu berlalu dengan cepat, sudah semalaman Xu Tian berada di tempat itu dengan
Terlihat senyum tipis di wajah tampannya. " Aku tidak mengetahui tujuan dia sebenarnya. Aku juga tidak merasakan ancaman saat dia mengawasiku sejak tadi," Ucap pelan Xu Tian.
Xu Tian bangkit berdiri, lalu menatap tempat di sekitarnya yang memiliki udara sejuk serta pohon-pohon hijau yang menjulang tinggi, membuat tempat itu terlihat indah dan menenangkan.
" Gunung yang cukup berbeda di bandingkan gunung-gunung yang telah aku singgahi sebelumnya. Meski terlihat sama, tapi di sini aku bisa merasakan ketenangan yang tidak aku temui di tempat lain." Xu Tian lalu berjalan dengan merenggangkan kedua tangannya.
" Saatnya kemb-..."
" Nak, kau benar-benar tidak memiliki sopan santun pada yang tua ini," Ucap suara pria paruh baya yang berada di bagian perut gunung.
Xu Tian tersenyum menghentikan gerakannya. " Oh... aku hampir melupakan seseorang yang sejak tadi terus mengawasi keberadaanku."
" Swusshh...." Sosok pria paruh baya berjanggut putih, muncul di hadapan Xu Tian dengan tersenyum ramah.
" Perkenalkan, namaku Ling Zhengji," Ucapnya memperkenalkan diri dengan mengubah tampilan fisiknya menjadi seorang pria dewasa dengan wajah tampan.
" Senior. Mohon maaf atas sikapku sebelumnya. Namaku Xu Tian," Xu Tian dengan menangkupkan kedua tangannya.
Ling Zhengji tersenyum menatap Xu Tian. " Tidak perlu sungkan, aku bahkan sangat merindukan momen seperti ini. Sudah sangat lama aku tidak merasakannya."
Meski mereka baru saja saling mengenal, tetapi tidak ada kecanggungan sedikit pun dari keduanya. Bahkan mereka kini berbincang layaknya seorang sahabat yang sudah sangat lama tidak bertemu.
" Bagaimana jika kita lanjutkan obrolan ini di kediamanku?" Ling Zhengji dengan penuh harap.
Xu Tian sendiri tertawaan kecil." Aku tidak menyangka senior akan menganggap tempat ini sebagai rumah,"
" Di tempat ini aku menemukan cahaya saat semuanya menjadi gelap. Tidak peduli apa arti rumah bagi orang di luar sana, pasti ada sesuatu kenangan tentang tempat yang kita sebut rumah. Ini adalah tempat di mana kita makan, tempat bersama teman dan keluarga, di mana kita menikmati barang-barang dan dekorasi rumah kita, dan itu adalah tempat melihat memori lama kita sendiri. Dan kamu tau, aku mendapatkannya di tempat ini. Aku tidak bisa merasakan kenangan itu semua di tempat asalku yang sesungguhnya di sebut rumah, aku merasa di sana adalah kenangan buruk saat semua menjadi gelap, sehingga aku menemukan cahaya dan mampu mengingat semua kenangan itu di tempat ini."
Xu Tian terdiam, lalu menatap lekat wajah Ling Zhengji yang menjadi sendu.
" Senior, apa hubungan senior dengan Klan Ling wilayah Tengah?"
" Aku Leluhur mereka," Ucap Ling Zhengji dengan bangga, namun beberapa saat kemudian dia menghela nafas panjang.
" Aku sekarang memahami apa yang senior rasakan. Rumah adalah tempat di mana cinta berada, kenangan diciptakan, teman selalu menjadi milik, dan tawa tidak pernah berakhir. Sebaiknya senior kembali ke Klan Ling sebelum semuanya terlambat. Ubah kenangan buruk di tempat itu menjadi kenangan indah."
__ADS_1
Ling Zhengji menggelengkan kepala. " Aku sudah memutuskan untuk menetap di tempat ini hingga kematian menjemputku."
Xu Tian berjalan mendekati Ling Zhengji, lalu meminta Ling Zhengji menatap ke arahnya.
" Apa yang senior lihat dariku saat ini?"
Ling Zhengji terdiam dengan mengerutkan keningnya, namun di mencoba berusaha membaca raut wajah Xu Tian.
" Apa maksudmu?" Ucap Ling Zhengji dengan penasaran. Dia dapat melihat dan merasakan sebuah kerinduan.
" Itu yang mereka semua alami. Senior telah meninggalkan banyak orang yang kini sangat merindukan sosok leluhurnya. Generasi muda selalu menjadikan leluhur mereka sebagai contoh nyata. Apa senior tidak merindukan mereka? Apa senior tidak ingin melihat bagaimana perkembangan mereka yang memiliki darah yang sama seperti senior. Aku memang tidak mengetahui bagaimana masa lalu senior, tapi aku harap senior dapat berdamai dan belajar dari masa lalu itu."
Ling Zhengji terdiam dan membenarkan kata-kata Xu Tian. Beberapa saat kemudian, dia kembali menatap Xu Tian dengan lekat.
" Untuk saat ini aku masih belum bisa untuk kembali. Tapi aku berjanji akan kembali, tetapi dengan satu syarat. Bagaimana?"
Xu Tian terkekeh pelan. " Senior sangat aneh, bagaimana bisa senior memberikan penawaran dan mengajukan persyaratan kepadaku,"
Ling Zhengji tersenyum kecut mendengar ucapan Xu Tian.
" Haish... Sudahlah, aku hanya ingin kamu menjadi muridku." Ling Zhengji dengan cepat.
" Tidak. Aku sejak awal sudah tertarik denganmu." Ling Zhengji kemudian melepaskan aura putih yang membuat tempat di sekitarnya menjadi bergetar, angin berhembus dengan kencang membuat bebatuan di sekitarnya berputar membentuk pusaran angin.
Xu Tian bergerak mundur sekitar lima meter, lalu menggerakkan tangannya dengan kecepatan angin membentuk perisai pertahanan.
" Aria Dewa Naga!"
" Tubuh Dewa Naga!"
" Swusshh...." Tubuh Xu Tian di selimuti sisik naga dengan mata dan pupilnya yang berubah.
Aura berwarna emas muncul di tempat itu yang langsung bertabrakan dengan aura putih milik Ling Zhengji.
" Sangat kuat," Batin Xu Tian dengan terus mencoba mendorong aura yang kini menekan dirinya.
Ling Zhengji sendiri tertawa dengan keras.
__ADS_1
" Luar biasa! Ini sangat luar biasa! Hahaha..."
Xu Tian mendengus dengan kesal melihat bagaimana tingkah laku Ling Zhengji.
Ling Zhengji sendiri sama sekali tidak memperdulikan wajah Xu Tian yang terlihat kesal terhadap dirinya.
" Nak, berikan aku sedikit hiburan," Ucap Ling Zhengji yang kemudian menghilang dari tempatnya.
" Swusshh...."
" Tapak Azura!" Sebuah tapak berwarna biru langit melesat ke arah Xu Tian dengan kecepatan tinggi.
Xu Tian yang melihat datangnya bahaya, dengan cepat bergerak menggunakan langkah dewa naga.
" Swusshh...." Xu Tian muncul di samping Ling Zhengji, Tapak Azura melesat menghancurkan tempat berdiri Xu Tian sebelumnya.
" Gerakan yang cukup baik. Tapi itu masih belum cukup," Ling Zhengji menggerakkan tangannya, hingga beberapa saat kemudian muncul pusaran angin di sekitar tubuhnya yang membuat Xu Tian terlempar akibat gesekan angin membentuk tornado.
" Tornado Azura!"
" Swusshh...." Angin di sekitarnya membentuk tornado setinggi sepuluh meter.
" Hancurkan!" Ling Zhengji dengan menggerakkan tangannya ke arah tempat Xu Tian yang kini sedang menyeimbangkan tubuhnya.
" Swusshh..." Tombak Naga muncul di tangan kanan, dengan gerakan cepat Xu Tian mengayunkan Tombak Naga menuju Tornado Azura.
" Dhuaaarrrr....." Ledakan keras terjadi saat Tornado Azura di hancurkan menggunakan Tombak Naga.
" Booms...." Xu Tian terlempar menghantam batu yang sebelumnya di tempati.
Ling Zhengji bergerak menuju Xu Tian, lalu membantunya bangkit berdiri.
" Aku tidak menyangka kamu memiliki teknik legendaris itu." Ucap Ling Zhengji yang merasa takjub.
" Andai saja tingkat kultivasimu tidak terlalu jauh dariku, mungkin aku yang akan terluka parah akibat serangan balik Tornado Azura yang kau hancurkan sebelumnya." Lanjut Ling Zhengji, lalu melemparkan pil penyembuhan yang dia miliki kepada Xu Tian.
Xu Tian menerima, lalu segera menelannya.
__ADS_1
" Kau hanya mengetahui namaku, tetapi tidak mengetahui siapa aku sebenarnya. Aku adalah Dewa Azura."