Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
73. Pengakuan Xu Tian


__ADS_3

Kelima Patriak dan Leluhur Ling Zhengji, sama-sama terdiam menyadari kecerobohannya.


" Apa rencana yang akan kalian lakukan selanjutnya, setelah mengetahui hal ini?" Tanya Xu Tian dengan serius.


Leluhur Ling Zhengji menatap Xu Tian dengan serius. " Tuan muda, apakah tidak sebaiknya kita mencari tempat yang lebih cocok untuk membicarakan hal ini?" Ucapnya dengan menatap anggota Klan Jun yang masih berlutut di bawah sana.


" Wushhh...." Xie Heng muncul di samping Xu Tian.


" Kalian berdua tetap berada di tempat ini. Urus mereka dengan baik, aku akan kembali setelah urusanku selesai." Ucap Xu Tian menatap Xie Heng dan Bai Hu secara bergantian.


" Baik, tuan." Mereka berdua dengan hormat.


Kelima Patriak dan Leluhur Ling Zhengji terlihat sangat penasaran dengan cara kedatangan Xie Heng, mereka benar-benar tidak merasakan kehadiran orang lain, hingga tiba-tiba Xie Heng sudah muncul di samping Xu Tian.


" Di mana kita akan melakukan pembicaraan?" Tanya Xu Tian menatap mereka semua.


" Bagaimana jika di Klan Xu?" Patriak Xu memberikan pendapat.


Keempat Patriak dan Leluhur Ling Zhengji setuju dengan hal itu, Xu Tian menganggukkan kepala.


" Wushhh..." Patriak Jun Tao kembali lenyap dari kehampaan.


Hal itu, sekali lagi membuat kelima Patriak dan Leluhur Ling Zhengji terkejut, bahkan beberapa dari mereka hampir saja terjatuh dari atas langit.


" Kita berangkat sekarang."


" Wushhh...." Mereka semua akhirnya meninggalkan Klan Jun menuju Klan Xu.


Setelah kepergian mereka semua, Xie Heng yang baru pertama kali bertemu Bai Hu, saling memperkenalkan diri.


" Hahahaha... akhirnya aku mendapatkan saudara yang lebih baik dari mereka semua," Tawa Bai Hu dengan keras, membuat anggota Klan Jun sangat ketakutan.


Bai Hu lalu menatap anggota Klan Jun yang masih diam di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun.


" Masuklah, aku akan memberikan sedikit pelajaran kepada kalian semua!" Ucap Bai Hu memberikan perintah.


" Baik, tuan!" Ucap mereka semua, lalu masuk ke dalam Klan Jun.


Xie Heng dan Bai Hu segera mengikuti mereka masuk ke dalam Klan Jun.


******


Di tempat lain.


Tujuh kilatan cahaya melesat dengan kecepatan tinggi, membelah awan ibu kota Wilayah Tengah.

__ADS_1


Hingga beberapa menit kemudian, mereka semua akhirnya memasuki kawasan Klan Xu.


Dengan tenang mereka turun menuju gerbang, lalu meminta murid yang sedang berjaga untu membukakan gerbang.


" Baik, Patriak!" Ucap murid klan Xu dengan hormat sekaligus penasaran akan kedatangan orang-orang penting di Wilayah Tengah.


Di dalam klan Xu.


Patriak Xu Zhentian membawa rombongannya menuju aula klan, dia juga tidak lupa mengirimkan pesan kepada para tetua untuk berkumpul di aula.


Kedatangan mereka semua, benar-benar menarik perhatian semua anggota Klan Xu yang tidak sengaja melihat kedatangan mereka.


Hingga tidak lama kemudian, mereka semua akhirnya tiba di aula klan.


Di dalam aula.


Terlihat di dalam aula Klan Xu kini sudah duduk beberapa tetua. Saat melihat kedatangan kelima Patriak, Leluhur Ling Zhengji, dan seorang pemuda yang tidak lain Xu Tian, mereka semua segera bangkit berdiri, lalu memberikan hormat.


" Hormat kepada para patriak, serta Leluhur Ling Zhengji!" Ucap mereka semua dengan hormat.


Xu Tian yang kedatangannya tidak di sambut oleh mereka, hanya diam tidak memperdulikan hal itu. Dia juga tidak membutuhkan penghormatan dari siapapun.


Patriak Xu Zhentian tersenyum ramah menatap Xu Tian, lalu memintanya untuk duduk di kursi yang berada di sampingnya.


" Siapa pemuda itu?" Tanya tetua klan Xu melalui telepati kepada tetua yang lainnya.


Tetua yang sebelumnya pernah bertemu dengan Xu Tian, segera menjelaskan kepada mereka.


" Ehem..." Patriak Xu Zhentian berdehem, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan aula klan Xu, segera fokus menatap ke arahnya.


Patriak Xu Zhentian menatap semua orang yang hadir dalam pertemuan mendadak ini.


" Terima kasih atas kehadiran kalian semua di tempat ini. Aku Patriak Xu Zhentian, mewakili Klan Xu mengucapkan selamat datang kepada keempat Patriak, Leluhur Ling Zhengji, dan tuan muda Tian,"


" Pertemuan yang di lakukan secara mendadak ini, bertujuan untuk membahas tentang sikap kita terhadap kejahatan yang terjadi di Wilayah Tengah," Lanjut Patriak Xu Zhentian, lalu menatap ke arah Xu Tian.


Xu Tian yang kini menjadi pusat perhatian, masih duduk dengan tenang di tempatnya.


" Sangat tenang," Batin Patriak Ling Guangxi.


Tetua klan Xu sendiri terus memperhatikan Xu Tian, mereka dapat merasakan jika Xu Tian memang benar-benar memiliki darah Klan Xu.


" Nak, sebelum kita membahas lebih jauh lagi. Bolehkah aku menanyakan akan identitasmu yang sebenarnya?" Tanya Patriak Xu Zhentian dengan sangat penasaran.


Sejak awal, Patriak Xu Zhentian sudah tidak sabar ingin menanyakan hal ini kepada Xu Tian.

__ADS_1


" Apa itu perlu?" Tanya Xu Tian tanpa mengubah raut wajahnya.


Patriak Xu Zhentian menganggukkan kepala dengan cepat. " Nak, karena yang akan kita bicarakan sangat sensitif, kami semua ingin mengetahui tentang latar belakangmu terlebih dulu, sebelum kita menjelaskan banyak hal nantinya,"


Xu Tian menganggukkan kepala, lalu bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju Patriak Xu Zhentian.


" Xu Tian memberikan hormat kepada Kakek Zhentian." Ucapnya dengan posisi berlutut.


Wajah semua orang menegang saat mendengar ucapan Xu Tian. Bahkan tubuh Patriak Xu Zhentian bergetar mendengar pengakuan itu.


Patriak Lin Zhao Chen meneteskan air mata, kemudian melangkah kakinya berjalan ke arah Xu Tian.


Xu Tian yang melihat Patriak Lin Zhao Chen berjalan ke arahnya, segera melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan kepada Patriak Xu Zhentian sebelumnya.


" Xu Tian memberikan hormat kepada Kakek Lin Zhao Chen." Ucap Xu Tian kembali berlutut.


Patriak Lin Zhao Chen membantu Xu Tian untuk bangkit berdiri, lalu memeluknya dengan menangis haru.


" Oh langit, akhirnya kau mempertemukan aku dengan cucuku," Ucapnya menangis tersedu-sedu.


Patriak Xu Zhentian segera turun dari tahta Patriak Klan Xu, lalu ikut memeluk Xu Tian.


Kejadian itu membuat semua orang yang ada di dalam ruangan, dapat merasakan rasa kesedihan, kerinduan, dan kebahagiaan, atas pertemuan di antara mereka.


Semua tetua Klan Xu yang ada di tempat itu, segera berlutut memberikan hormat kepada Xu Tian.


" Hormat kepada tuan muda, Xu Tian." Ucap mereka semua.


Patriak Xu Zhentian dan Patriak Lin Zhao Chen melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah Xu Tian dengan penuh kerinduan.


Xu Tian tersenyum, lalu membalikkan badan menatap tetua yang kini sedang memberikan hormat kepadanya.


" Hormat kalian aku terima, bangunlah.." Ucap Xu Tian dengan ramah.


Para tetua Klan Xu bangkit berdiri, lalu menatap ke arah Xu Tian dengan penuh kegembiraan.


" Wushhh...." Qing Ling dan Xu Yue Lin muncul di dalam ruangan itu.


" Ling'er, Lin'er, berikan hormat kepada Kakek dan kakek buyut." Ucap Xu Tian dengan lembut kepada istri dan putrinya.


" An'er, dia...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


1 Bab kak, aku masih kurang fit buat hari ini 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2