
Xu Tian mengalihkan pandangannya ke arah Feng Huang.
" Bagaimana dengan perwakilan Istana Xufelong?"
" Penguasa tenang saja, selama seminggu ini aku telah memberikan latihan khusus kepada mereka," Ucap Feng Huang menatap ke arah Bai Mo yang menganggukkan kepala.
Para Patriak dan Leluhur sekte terlihat bergedik ngeri, saat mengingat bagaimana menu latihan yang di dapatkan dari ketujuh anggota Istana Xufelong.
Xu Tian yang menatap ke arah mereka, akhirnya menyadari jika selama seminggu itu Feng Huang telah benar-benar memberikan latihan keras kepada perwakilan Istana Xufelong.
Dua kelompok berbeda perwakilan dari kedua wilayah mulai berjalan menaiki arena pertandingan.
Para penonton terlihat sangat antusias, mereka semua terlihat lebih menjagokan Wilayah Utara, di bandingkan Wilayah Timur yang setiap kompetisi di adakan menjadi wilayah terlemah.
" Bagaimana aku bisa mengembalikan kerugian ku, jika kalian semua memasang taruhan kepada Wilayah Utara!" Ucap salah satu penonton dengan cukup keras.
" Hahahaha... Orang bodoh mana yang mau memasang taruhan untuk wilayah lemah itu," Penonton lain menimpali hingga membuat suasana arena pertandingan di penuhi gelak tawa dari mereka.
Bai Hu yang mendengar mereka menertawakan perwakilan Istana Xufelong, terlihat sangat kesal.
" Aku akan memasang sepuluh juta koin emas untuk wilayah timur. Kalian dapat mengumpulkan semua koin emas kalian untuk bertaruh denganku!" Teriak Bai Hu dengan kesal.
" Hahahaha... Lihatlah, bagaimana orang bodoh itu ternyata sama-sama berasal dari wilayah timur,"
Sekali lagi gelak tawa dari semua penonton pecah, bahkan ketiga wilayah lain mulai membicarakan kebodohan Bai Hu.
" Aku akan memasang taruhan dua puluh juta untuk wilayahku sendiri," Ucap Patriak dari Wilayah Utara dengan tersenyum penuh kemenangan.
Bai Hu tersenyum kecil. " Aku akan menerima. Dan aku juga ingin menambahkan taruhan lain, bagaimana?"
" Oh.. sangat menarik, katakan apa yang ingin kau pertaruhkan selain koin emas?" Tanya Patriak Wilayah Utara yang lain, membuat para perwakilan Wilayah Utara semakin tertawa.
" Aku ingin tangan kanan kalian," Ucap Xu Tian dengan tenang.
Bai Hu yang mendengar hal itu, segera mengalihkan pandangan ke arah Xu Tian dengan tersenyum.
Semua orang terdiam menatap ke arah Xu Tian yang begitu berani mengatakan kata-kata tersebut, bahkan kelima Klan terkuat juga terlihat sangat terkejut dengan taruhan yang di tawarkan oleh Xu Tian.
__ADS_1
" Nak, apa maksudmu mengatakan itu?" Tanya salah satu Patriak Wilayah Utara.
" Bukankah yang aku katakan cukup jelas? Apa kalian kini mulai tidak percaya akan perwakilan kalian itu?" Ucap Xu Tian dengan mengerutkan kening.
" Aku juga menginginkan wanita yang ada di sampingmu, bagaimana?" Ucap Seorang tuan muda dari Wilayah Utara dengan penuh kemenangan.
Orang-orang dari Wilayah Utara terlihat semakin tertawa mendengar ucapan salah satu tua muda wilayah mereka, bahkan beberapa penonton juga ikut tertawa.
" Wushhh...." Arena Dewa bergetar dengan hebat dengan ledakan aura yang sangat luar biasa.
Feng Yue, Bai Mo, Patriak dan Leluhur sekte segera membuat perisai untuk melindungi Qing Ling, Xu Yue Lin, Xie Su, dan ketiga putra kembar Xie.
Ketiga perwakilan Istana Langit langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu menatap ke arah Xu Tian, Feng Huang, dan Bai Hu yang tiba-tiba melepaskan aura yang sangat kuat itu.
" Wushhh..." Xu Tian menghilang dari tempat duduknya, kemudian muncul di samping tuan muda yang sebelumnya telah berbicara lancang terhadap Qing Ling.
" Dhuaaarrrr..." Dengan gerakan cepat Xu Tian menampar wajah tuan muda itu, hingga membuatnya tewas seketika menjadi kabut darah.
" B*jingan!" Teriak marah Patriak Wilayah Utara yang melihat putranya tewas.
" Plak!" Xu Tian menampar dengan keras Patriak itu hingga melemparnya keluar dari Arena Dewa.
" Nak, apa yang kamu lakukan? Hah!" Teriak Dewa Hong Shen dengan tatapan tajam.
" Aku hanya menyingkirkan orang yang telah lancang menginjak harga diri dari istriku, apa itu salah?" Ucap Xu Tian dengan tenang, kemudian menatap ke arah orang-orang dari Wilayah Utara.
" Jika kalian tidak terima dengan apa yang aku lakukan, kalian semua dapat pulang mempersiapkan diri untuk pertempuran besar yang akan terjadi. Aku dan orang-orangku akan dengan senang hati pergi menuju Wilayah Utara!" Ucap Xu Tian, yang kemudian berjalan turun untuk kembali menuju tempat duduknya.
Semua orang terus memperhatikan Xu Tian yang terlihat sangat tenang berjalan di tengah-tengah keramaian.
Kelima klan terkuat sendiri hanya diam melihat apa yang di lakukan oleh Xu Tian. Mereka juga akan melakukan hal yang sama, jika ada anggota keluarga mereka yang di hina seperti itu, apalagi orang yang paling berharga.
" Patriak," Panggil salah satu tetua dari Klan Xu.
" Tidak perlu khawatir, aku yakin dengan kemampuan yang di miliki An'er," Jawab Patriak Xu Zhentian, saat melihat bagaimana wajah ketiga perwakilan Istana Langit.
Xu Tian yang berjalan, menghentikan langkahnya saat berada tidak jauh dari arena pertandingan.
__ADS_1
" Kalian bebas melakukan apa saja. Bahkan membunuh mereka. Aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada kalian," Ucap Xu Tian dengan menatap kelima perwakilan wilayah timur.
" Baik, Penguasa!" Ucap kelimanya dengan penuh hormat.
Bagi mereka yang sudah menjadi anggota Istana Xufelong, kata-kata Xu Tian adalah perintah. Mereka menyadari kemarahan yang masih menyelimuti penguasa Istana Xufelong.
" Nak, bukankah kamu sudah menghukum orang yang telah menghina istrimu itu? Lalu bagaimana bisa kamu membebani kesalahan orang lain kepada mereka yang tidak bersalah?" Ucap Dewa Lan Shen dengan marah.
" Benar! Apa kau tidak menghargai keberadaan kami?" Dewa Hei Shen menimpali.
Xu Tian mengalihkan pandangan ke arah ketiga perwakilan Istana Langit.
" Dia memang sudah menjadi abu, tapi penghinaan ini akan tetap ada, bahkan semua orang di dalam Arena Dewa ini dapat mendengar bagaimana Istriku mendapatkan sebuah penghinaan! Bagaimana bisa aku tetap diam, jika aku tidak memiliki belas kasihan, mungkin aku telah membunuh mereka semua yang telah ikut menertawakan!" Ucap Xu Tian dengan penuh penekanan, membuat semua penonton mulai menundukkan wajah.
Xu Tian kemudian mengalihkan pandangan ke arah kelima klan terkuat.
" Para Patriak, Leluhur, dan tetua, aku meminta maaf karena telah membuat kekacauan di tempat ini," Ucap Xu Tian dengan menangkupkan kedua tangan.
Patriak Xu Zhentian tersenyum, bahkan seluruh anggota dari kelima Klan terkuat itu juga tersenyum hangat menatap Xu Tian.
" Nak, apa yang kamu lakukan sudah benar. Kami semua memahami apa yang kamu rasakan," Ucap Tetua Agung Xu Huangshen.
Ketiga perwakilan Istana Langit sendiri terlihat semakin marah, karena tidak di anggap keberadaannya oleh Xu Tian.
" Benar-benar Lancang!" Teriak Dewa Lan Shen dengan melesat ke arah Xu Tian.
" Wushhh...." Dengan cepat Feng Huang menghalanginya.
" Dhuaaarrrr..." Dewa Lan Shen terpukul mundur.
" Kembalilah, jangan sampai membuat penguasa semakin marah," Ucap Feng Huang dengan tenang.
Dewa Hong Shen dan Hei Shen sangat terkejut melihat Dewa Lan Shen yang terlempar.
" Cih!" Dewa Lan Shen yang mendengus dengan kesal, lalu kembali berdiri menatap Feng Huang dengan tatapan tajam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian