Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
27. Restoran Kota Hong


__ADS_3

Xu Tian tersenyum kecil dan mengabaikan tetua dan kelompok yang datang bersamanya.


Hingga beberapa saat kemudian cincin penyimpanan miliknya bergetar. Tanpa menghiraukan keberadaan tetua yang kini terus menatap tajam ke arahnya, Xu Tian segera memeriksa pesan tersebut.


" Tuan muda, kami memiliki informasi baru mengenai Klan Hong yang sebelumnya pergi meninggalkan pertemuan. Ternyata sedang terjadi konflik di dalam Klan Hong antara Patriak dan Tetua Agung Klan mereka." Isi pesan yang di kirimkan Feng Huang.


Di dalam pesan tersebut, Feng Huang menjelaskan situasi yang ada di Klan Hong saat ini.


Di mana perebutan kekuasaan sedang terjadi membuat Klan tersebut terpecah menjadi dua kelompok.


Hal itu sendiri terjadi karena ketidakpuasan Tetua Agung Klan Hong yang menginginkan jabatan Patriak. Hingga sebuah aib yang selama ini di jaga oleh Patriak Hong mulai menyebar di mana istrinya yang telah tiada pernah memiliki hubungan gelap dan menghasilkan seorang putra dengan Tetua Agung Klan Hong.


Saat ini Patriak Hong Fu sedang berada di penjara bawah tanah Klan Hong, setelah Tetua Agung Hong Kong mendapatkan bantuan dari Klan istri Patriak Hong Fu.


Bantuan yang di berikan Klan Lu sendiri bukan tanpa alasan, di mana Tetua agung Hong Kong telah memfitnah Patriak Hong Fu atas kematian Lu Ning istrinya.


Hal itu membuat Klan Lu sangat marah dan ingin menuntut balas dendam atas kematian adik dari Patriak Klan Lu.


Dalam pertemuan sebelumnya, Hong Kong sengaja membuat semua orang tidak menyukai Klan Hong dan berharap nama baik Patriak Hong Fu menjadi buruk di mata semua orang yang hadir dalam pertemuan


Meski dengan bantuan Klan Lu, Hong Kong masih belum mampu melengserkan Hong Fu dari kedudukan Patriak. Hal itu terjadi karena peraturan yang ada, hingga Hong Kong yang tidak mampu memberikan bukti atas apa yang di lakukan oleh Hong Fu mendapatkan penolakan dari tetua tingkat tinggi.


Xu Tian yang telah mendengar cerita tersebut, kemudian menghela nafas dengan menatap tetua yang ada di depannya.


" Aku akan pergi dari tempat ini sesuai dengan permintaanmu." Ucap Xu Tian yang kemudian bangkit dari tempat duduknya.


Tetua itu mendengus dengan kesal. " Kau boleh pergi dari restoran ini setelah memberikan sumber daya yang mau miliki. Aku akan memastikan dirimu keluar dengan keadaan baik-baik saja jika menuruti kemauanku," Ucap tetua tersebut dengan tersenyum, lalu menatap ke arah kelompoknya.


Empat orang tetua dan lima pemuda kemudian berjalan mendekat ke arah Xu Tian.


" Jika kalian menginginkan sumber daya milikku, ambillah jika kalian mampu." Ucap Xu Tian yang kemudian melangkah kaki menuju pintu keluar.


" Tangkap dia! Jangan sampai dia pergi dengan keadaan baik-baik saja. Dan untuk kalian semua, aku ingin memperingati siapa saja yang telah mengabaikan peringatanku untuk meninggalkan tempat ini, Klan Hong tidak akan segan untuk membunuh dan menghancurkan keluarga kalian saat ini juga!" Ucap salah satu pemuda yang tidak lain tuan muda Klan Hong, Hong Jun.

__ADS_1


Semua orang yang mendengar ucapan itu, dengan cepat mulai pergi meninggalkan tempat tersebut.


Di ujung ruangan, terlihat satu kelompok yang masih diam di tempatnya.


" Apa kalian tidak mendengarkan ucapanku sebelumnya?" Ucap tuan muda Klan Hong menatap kelompok tersebut.


Sedangkan Xu Tian sendiri saat ini telah menghentikan langkah kakinya tepat di pintu keluar.


" Kalian tidak perlu khawatir. Restoran ini di bangun untuk umum dan siapapun itu bisa datang dan pergi sesuka hati. Jangan hanya karena ancaman dari beberapa semut kecil kalian menjadi takut." Ucap Xu Tian menghentikan beberapa orang yang hendak pergi.


Sedangkan kelompok yang berada du ujung ruangan, perlahan bangkit berdiri.


" Aku merasa telah terjadi sesuatu pada Klan Hong. Akhir-akhir ini kalian bertindak menjadi liar, apa Patriak Hong Fu baik-baik saja?" Ucap salah satu pemuda dari kelompok yang berada di ujung ruangan dengan tersenyum.


Tetua yang sebelumnya mendatangi meja Xu Tian tertawa dengan keras.


" Aku tidak menyangka, ternyata di dalam restoran ini ada tuan muda Klan Nan." Ucap tetua itu dengan tersenyum ramah.


" Aku rasa kalian telah mengusik orang yang salah kali ini," Ucap tuan muda Klan Nan yang kini menatap ke arah Xu Tian.


Semua orang kemudian mengikuti arah pandangan tuan muda Klan Nan.


" Apa kalian semua bodoh! Sudah aku katakan untuk menangkap b*jingan itu!" Teriak Tuan muda Klan Hong dengan kesal kepada anggotanya.


Empat tetua dan lima pemuda dari Klan Hong hanya diam tidak menanggapi ucapan tuan muda mereka.


" Sepertinya tuan muda dari dua Klan di kota ini memiliki perbedaan yang cukup jauh. Di mana Klan Hong memiliki tuan muda dengan sikap yang sangat buruk!" Ucap Xu Tian yang kemudian membalikkan badannya menatap empat tetua dan lima pemuda Klan Hong yang masih terdiam tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.


Tuan muda Klan Nan menahan nafasnya sesaat setelah melihat tatapan mata Xu Tian.


" Tuan muda, apa yang terjadi?" Tanya tetua yang berada di belakangnya melalui telepati.


" Tetua, aku melihat lubang tanpa dasar saat melihat kedalam matanya. Sebaiknya kita tidak mengusik pemuda itu." Jawab Tuan muda Nan.

__ADS_1


" Baik."


Tuan muda Klan Nan sendiri merasa sangat gemetar ketakutan, bahkan jantungnya berdetak dengan sangat kencang setelah bertemu tatap dengan mata Xu Tian.


Xu Tian sendiri tersenyum tipis, sebelumnya dia hanya fokus terhadap pembicaraan para pengunjung sehingga tidak menyadari adanya pemuda yang kini menarik perhatiannya.


Tuan muda Klan Nan sendiri memiliki mata khusus yang mampu melihat dan mengetahui kemampuan orang lain. Hanya saja saat ini dia belum mampu untuk memaksimalkan potensi dari mata khusus tersebut.


Xu Tian kini mulai tertarik dengan tuan muda Klan Nan. Dengan mata khusus yang di miliki, akan membuat tuan muda Klan Nan sangat membantunya di masa depan nanti. Apalagi setelah potensi mata khusus itu bangkit.


Xu Tian perlahan berjalan mendekati empat tetua dan lima pemuda Klan Hong, hingga tidak lama kemudian kini telah berdiri di hadapan mereka.


" Jelaskan padaku siapa dia?" Tanya Xu Tian kepada salah satu tetua Klan Hong.


" Dia adalah putra ketiga Patriak Hong Fu. Tuan muda, Hong Dalu." Ucap tetua itu menjawab pertanyaan Xu Tian.


Tuan muda Hong Dalu dan tetua yang berada di sampingnya terlihat sangat bingung saat melihat bagaimana tetua dari Klan mereka seperti sangat patuh terhadap Xu Tian.


Xu Tian menganggukkan kepala. " Aku tau kalian terpaksa melayani sampah sepertinya." Ucap Xu Tian dengan tersenyum ramah.


Tiba-tiba keempat tetua dan lima pemuda Klan Hong itu mulai dapat menggerakkan tubuhnya.


" Tuan muda, terima kasih banyak," Ucap mereka dengan hormat kepada Xu Tian.


Hal itu sekali lagi membuat semua orang terdiam dengan mulut terbuka.


" Apa yang telah kau lakukan terhadap mereka hah!" Teriak Tuan muda Hong Dalu dengan marah


Xu Tian mengalihkan pandangannya menatap tajam Hong Dalu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih buat kalian semua yang selau kasih like, komentar dan support Penguasa Alam Dewa. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2