Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 10


__ADS_3

Jurang pelatihan memang adalah tempat pelatihan yang sempurna bagi kultivator untuk mengasah kemampuan mereka, dengan cara berduel dengan satu sama lain.


Meskipun begitu, tidak jarang juga ada orang berhati jahat yang menggunakan cara licik.


Karena itulah jurang pelatihan juga disebut-sebut merupakan tempat paling berbahaya, karena meskipun ada orang yang terbunuh di sana jangankan penolong, bahkan tak akan ada orang yang perduli.


Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang kultivator yang juga memakai topeng untuknya menyembunyikan identitasnya.


Orang itu menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda hormat pada sesama kultivator, yang kuga berarti jika dia datang bukan untuk mencari gara-gara.


"Apa ada di antara kalian yang bersedia berduel denganku?" tanyanya pada Gu Lang dan yang lainnya.


Xiao San yang paling bersemangat pun langsung mengajukan dirinya, dia tidak menyangka bisa menemukan lawan dalam waktu sesingkat itu.


Gu Lang sempat memperingati Xiao San jika lawan yang akan dia hadapi itu bukanlah orang biasa, levelnya juga lebih tinggi dari Xiao San.


Namun Xiao San justru semakin bersemangat mendengarnya, menurutnya berduel dengan lawan yang kuat adalah hal yang luar biasa.


Terlebih lagi hal itu bisa mendorong dirinya untuk melampaui batasan, dan mencapai tingkatan yang lebih tinggi.


Gu Lang pun menganggukkan kepalanya setuju dengan pemikiran Xiao San, karena dia sendiri juga menerapkan pemikiran itu pada dirinya.


Dia tak akan mundur meskipun dia sudah tau jika lawannya lebih kuat darinya, dia tetap akan berjuang hingga tetes darah terakhir yang dia miliki.


"Senang bisa berduel dengan orang yang lebih kuat dariku, itu suatu kehormatan bagiku." Xiao San memberikan hormat pada orang itu.


Mereka pun segeralah memulai pertandingan persahabatan itu.


"Aku salut dengan keberanianmu." Pria itu melesat maju ke arah Xiao San dengan tinju yang siap menyapa pria berbadan besar itu.


Xiao San bersiap menahan serangan itu dengan kekuatan fisiknya yang kuat, namun terbaru tetap saja tak mampu menahan penuh serangan itu.


Dia mendapatkan sedikit luka dalam hingga memuntahkan darah dari mulutnya, namun Xiao San sama sekali tak berniat menyerah begitu saja.

__ADS_1


"Serangan yang hebat."


"Levelku satu tingkat lebih tinggi darimu, jadi kau harus mengerahkan kekuatan penuhmu untuk melawanku atau kau akan terluka parah," ujar pria itu mengingatkan Xiao San.


"Baiklah, aku akan bertarung sekuat tenagaku! Tubuh Benteng Bumi!" Xiao San menggunakan jurus andalannya yang membuat adanya perubahan pada tubuhnya, "Aaarrrghh!" Aura energi tampak meluap dari tubuh Xiao San, saat perubahan itu mulai terjadi.


Pria yang tengah menjadi lawan Xiao San pun terpana melihat jurus perubahan wujud milik Xiao San itu, sekaligus membuatnya tau akar spiritual apa yang Xiao San miliki.


Benar, akar spiritual bumi. Salah satu akar spiritual yang terbilang langka dan kuat tentunya, dan hal itu membuatnya semakin bersemangat untuk bertarung dengan Xiao San.


Karena Xiao San sudah menggunakan akar spiritualnya, pria itu pun juga akhirnya mengeluarkan aura akar spiritualnya, akar spiritual cahaya.


Keduanya pun melesat maju bersamaan dan membuat tinju mereka beradu satu sama lainnya, jingga menimbulkan suara ledakan yang cukup besar.


Keduanya terdorong mundur beberapa langkah kebelakang, Xiao San juga kembali mendapatkan luka dalam namun tetap saja pria tangguh itu tak berniat untuk mengalah karena dia belum mengeluarkan serangan terkuatnya.


"Kau benar-benar pria yang tangguh, bahkan luka dalam itu tak mampu membuatmu goyah sedikitpun."


Xiao San tersenyum, kemudian bersiap untuk kembali menyerang dan kali ini dia akan menggunakan serangan terkuatnya.


"Tinju membelah gunung!"


Aura yang besar berkumpul di tangan Xiao San, begitu juga pria itu.


"Kuharap serangan ini benar-benar semenakutkan namanya!" seru pria itu dengan semangat.


Hingga aura itu bertabrakan dan menimbulkan suara dentuman yang keras, membuat Xiao San terpental lumayan jauh dan pria itu juga terdorong mundur beberapa meter.


Ternyata meski Xiao San sudah mengerahkan seluruh kekuatannya, dia tetap saja tak mampu mengalahkan pria itu.


Dia hanya bisa menahan serangan, dan sekaligus membuat serangan pria itu menjadi serangan balik saat bertabrakan dengan kekuatannya hingga membuat pria itu terluka meskipun sedikit.


"Benar! Itu dia, karena aku tidak memaksakan seranganku padanya, aku malah bisa melukainya."

__ADS_1


Xiao San pun langsung duduk bersila saat mendapatkan pencerahan pertamanya, setelah pertarungan hebat barusan.


Gu Lang tersenyum karena Xiao San sudah mendapatkan hal yang di inginkan oleh semua kultivator, termasuk dirinya.


Pencerahan adalah sesuatu yang sangat penting bagi seorang kultivator, dimana mereka bisa mengalami peningkatan yang cukup pesat setelahnya.


Tapi di saat seorang kultivator sedang mengalami pencerahan, tak boleh ada gangguan sama sekali. Jika tidak, maka semuanya akan gagal dan menjadi sia-sia bahkan juga bisa menimbulkan luka dalam yang parah.


Karena itulah, Gu Lang memilih untuk berlatih sambil menunggu Xiao San selesai dengan pencerahannya.


Sedangkan Luxia berjaga di dekat Xiao San, karena bukan tidak mungkin akan ada hal tidak terduga yang akan terjadi.


"Pedang kematian yang akan mencabut satu nyawa, saat pedang di tarik dan amukan pedang yang memiliki kekuatan penghancur yang sangat besar. Jika aku kombinasikan keduanya, apakah bisa menciptakan jurus baru yang hebat?"


Gu Lang kembali melatih Pedang Kematian miliknya, mencoba mengkombinasikan jurus itu dengan jurus Amukan Pedang yang dia dapat dari Tang Yin.


Karena jurus Pedang Kematian sangat mengutamakan kecepatan, jadi jika ingin mengkombinasikannya dengan Amukan Pedang.


Gu Lang harus mengumpulkan kekuatan untuk menggunakan jurus Amukan Pedang secepat mungkin, lalu menyalurkannya saat dia mencabut pedang dari sarungnya.


Dan Gu Lang pun mencoba menerapkan teori itu. Pengetahuannya di dua kehidupan sedikit banyaknya dapat membantu dirinya untuk menjadi lebih kuat di dunia ini.


Sebelumnya belum pernah ada orang yang mencoba mengkombinasikan dua jurus, yang bertentangan tujuan seperti ini.


Jurus Pedang Kematian yang bertujuan untuk membunuh dan Amukan Pedang yang bertujuan menyerang dengan daya kerusakan yang besar, membuat kedua jurus ini tak dapat di satukan.


Tapi reinkarnasi saja sudah membuat Gu Lang yakin jika hal-hal yang bertentangan dengan takdir itu bisa terjadi, maka tidak ada dalahnya untuk mencoba.


Jika berhasil maka dia bisa terus mengkombinasikan jurus-jurus yang dia pelajari untuk menciptakan jurus baru, yang hanya diketahui olehnya.


Tapi kalaupun gagal, anggap saja itu sebagai keberhasilan yang tertunda karena Gu Lang tak akan menyerah semudah itu.


Gu Lang mengarahkan jurusnya pada sebuah gunung batu kecil yang berada tak jauh dari tempatnya saat ini, namun juga sedikit jauh dengan posisi Xiao San yang sedang mendalami pencerahannya agar tak mengganggu.

__ADS_1


__ADS_2