Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 43


__ADS_3

"Siapkan semua senjata tersembunyi di lingkungan kediaman!"


"Baik, kepala keluarga!" Para tetua pun segera pergi untuk menyampaikan titah kepala keluarga pada para penjaga kediaman.


Sebagai keluarga ahli senjata, tentu saja kediaman Xi dilengkapi dengan berbagai senjata tersembunyi. 


Bahkan tembok yang mengelilingi bangunan megah itu sangat tinggi dan dibuat seperti banteng pertahanan, dengan berbagai alat yang sudah tersedia di atas setiap menara penjaga yang ada dan juga di hampir setiap sudut rumah itu.


Meskipun sebelum ini, tak pernah ada peperangan antar keluarga atau kelompok yang terjadi di kota Biluo, tapu tetap tidak mengubur kemungkinan adanya serangan dari pihak lain.


Dan itulah yang mendasari kepala keluarga Xi membangun pertahanan yang sedemikian rupa, demi melindungi kediaman dan para penghuninya. 


Selain itu, kuatnya pertahanan keluarga Xi juga membuat semua orang mengakui mereka sebagai keluarga ahli senjata, dan mereka juga memesan berbagai senjata dari keluarga Xi.


Bahkan pemimpin kota Biluo juga menjalin kerjasama dengan keluarga Xi, untuk menyediakan berbagai senjata yang bisa digunakan di perbatasan untuk melawan para monster yang sering kali menggila dan mencoba menerobos masuk ke kota.


Di saat yang sama, rumah keluarga Tang...


"Bencana, ini bencana!" Tetua agung keluarga Tang, Tang Rong yang juga merupakan seorang peramal handal langsung terkejut setelah mencoba meramal masa depan.


"Ada apa tetua agung? Bencana apa?" tanya Tang Guoqi, kepala keluarga Tang yang juga ayah dari Tang Yin dan Tang Yu Long.


"Gelap, hanya ada darah dan kabut kematian di kota Biluo. Dia datang, dia akan segera datang. Kita harus segera pergi secepatnya, lebih cepat lebih baik." 

__ADS_1


Tentu saja perkataan tetua agung membuat kepala keluarga dan tetua lainnya merasa bingung, namun mereka juga tak berani membantah. Karena selama ini ramalan tetua agung tidak pernah salah, tapi yang ingin mereka tau siapa yang dimaksud oleh tetua agung dengan orang yang akan segera datang itu.


"Siapkan semuanya, kita akan segera pergi dari kota ini!" Titah sang kepala keluarga yang langsung dilaksanakan oleh para tetua keluarga Tang. Sedangkan Tang Guoqi sendiri langsung menanyakan siapa sebenarnya orangyang tetua agung maksudkan itu, "Tetua agung, sebenarnya siapa orang yang akan segera datang itu? Apakah dia sangat berbahaya, sampai kita harus melarikan diri seperti ini? Memangnya apa salah kita padanya?"


"Pendekar bertopeng emas yang datang membalaskan dendam keluarga Gu yang binasa, aku tidak bisa melihat wajah di balik topenh itu tapi sipapun dia, dia sangat berbahaya."


"T-tapi kan keluarga kita tidak ikut andil dalam pemusnahan itu, bahkan hanya aku yang ikut saat pemusnahan itu. Itupun aku juga tidak melakukan apapun kecuali melihat mereka menghabisi nyawa seluruh keluarga Gu, apalagi menikmati hasil jarahan seperti keluarga lainnya."


Tetua agung pun menggelengkan kepalanya pertanda dia sendiri juga tidak tau, tapi yang jelas mereka harus segera pergi karena cepat atau lambat mereka juga akan mengalami nasib yang sama dengan keluarga Gu, yaitu dibumihanguskan dan diratakan hingga hanya ada mayat dan juga reruntuhan bangunan yang tersisa.


Gu Lang saat ini sedang berada di rumah keluarga Gong, tepatnya di atas tembok tinggi menjulang yang mengelilingi rumah keluarga Gong.


Dia sedang mendengarkan beberapa orang penjaga yang tengah berjaga di depan pintu utama rumah keluarga besar Gong, "Apa kalian sudah dengar berita kalau keluarga Gu sudah musnah tak bersisa dalam semalam?" 


Mereka pun terus berbisik dan membuat Gu Lang bisa memastikan, jika memang hanya para petinggi serta pasukan khusus dari kelima keluarga besar saja yang mengetahui tentang rencana pembantaian keluarganya.


Gu Lang melompat turun dari tembok itu dan mendarat tepat di belakang para penjaga, dia langsung memukul tengkuk ketiga penjaga hingga tumbang dan kehilangan kesadaran.


"Siapa kau?!" Seorang penjaga yang tersisa pun langsung mundur menjauh beberapa langkah dari Gu Lang, dan mengacungkan ujung pedangnya ke arag Gu Lang.


Namun Gu Lang malah menyentuh ujung pedang itu, kemudian dia menggunakan langkah awan dan berpindah dengan cepat ke belakang penjaga itu dengan pedang yang kini justru berada tepat di depan leher si penjaga.


"S-sejak kapan kau-" 

__ADS_1


"Kau tidak perlu tau siapa aku. Yang perlu kau lakukan adalah beritahu padaku, dimana kamar kepala keluarga dan tetua kalian berada. Aku tidak akan menyakitimu jika kau mengatakannya, tapi jika kau memilih untuk diam maka aku akan membuatmu segera bertemu dengan raja neraka."


Karena begitu ketakutan, penjaga itu pun menunjuk ke arah utara di mana kediaman yang paling besar dan megah tempat para petinggi dan juga kepala keluarga mereka tinggal, berada.


Bahkan dia tak berani lagi mengeluarkan sepatah katapun, tubuhnya bergetar hebat karena sedikit saja dia bergerak atau Gu Lang menggerakkan tangannya maka pedang itu pasti akan menyayat lehernya.


"Baiklah terimakasih, sekarang tidurlah." Gu Lang menjatuhkan pedang itu dan memukul tengkuk penjaga itu hingga ambruk dan pingsan, menyusul ketiga temannya yang sudah pingsan lebih dulu.


Gu Lang segera melesat menuju arah yang ditunjukkan oleh si penjaga tadi. Dan benar saja, di sana ada beberapa bangunan besar dengan gerbang masuk terbuat dari emas yang membuatnya begitu megah.


Dan bangunan itu di jaga oleh lebih banyak penjaga di depan pintu masuknya, yang secara tidak langsung membuktikan bahwa memang benar itulah tempat tinggal para petinggi dan juga kepala keluarga Gong.


Gu Lang pun segera melesat ke arah para penjaga itu dan membuat mereka semua pingsan dengan cara yang sama, cara efektif yang pastinya tidak menimbulkan kegaduhan.


Gu Lang pun masuk ke dalam kediaman itu dan orang pertama yang dia cari adalah Gong Cai, kepala keluarga Gong.


Dia pun sudah bisa menebak jika kediaman kepala keluarga pastilah yanag terbesar dan termegah di antara kediaman yang lain. Segera Gu Lang melesat ke atas atap kediaman yang dia pastikan adalah milik Gong Cai, dia mengintip dari atas sana untuk mencari tau bagaimana keadaan di dalam sana.


Bagaimanapun dia tetap harus berhati-hati,  karena segala kemungkinan buruk bisa saja terjadi akibat sebuah kelalaian kecil.


Ternyata perkiraan Gu Lang sangatlah tepat, dia memilih tempat yang pas yaitu tepat di atas kamar Gong Cai. Tapi sialnya dia justri harus melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat, sesuatu yang membuatnya harus menguatkan imannya.


"Sial! Kenapa aku harus melihat yang seperti ini?!" batin Gu Lang sambil berusaha untuk tetap fokus mengintai targetnya dan tidak membuat perhatiannya teralihkan.

__ADS_1


"Tuan Cai, lebih cepat sedikit..."


__ADS_2