Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 39


__ADS_3

Suara ancaman dengan nada kemarahan itu menggelegar di seluruh ruangan, aura panas juga tiba-tiba saja menyelimuti ruangan itu.


Aura membara menyelimuti sosok Meng Wan, dan seolah ingin membakar habis tubuhnya. Namun tetap saja Gu Lang menanggapinya dengan sangat santai seolah api itu tidak akan mampu melukainya barang sedikitpun.


"Api mainan anak kecil seperti itu, untuk apa kau tunjukkan padaku?" Gu Lang melesat seorang tetua lainnya dengan langkah awan. "Akan ku perlihatkan seperti apa yang sebenarnya, agar kalian tau kalau api mainanmu itu tidak lebih dari sekedar kembang api kecil di mataku!"


Gu Lang mencengkeram kepala slah satu tetua keluarga Meng, lalu dia mengalirkan api iblis ke tangannya dan membuat api itu membakar tubuh sang tetua.


"Aaarrrghh!" Teriakan kesakitan saat perlahan tubuhnya terbakar sedangkan dia masih bisa dengan jelas merasakan setiap inci tubuhnya melepuh oleh api itu hingga terbakar tanpa sisa.


"A-api apa itu?" Semua orang yang berada di ruangan itu, merasakan perasaan yang sama saat ini.


Mereka merasakan ketakutan dan ketidakberdayaan, sama seperti saat keluarga Gu beradaptasi di posisi mereka. Tapi yang berbeda adalah mereka tidak di kepung oleh musuh yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah pasukan mereka, justru yang hendak melenyapkan mereka hanyalan satu orang saja.


Bahkan hanya dengan melihat api iblis milik Gu Lang saja, mereka sudah sulit untuk bergerak seolah api itu memiliki kekuatan yang mampu menekan mereka hingga lutut mereka teras lemas dan tidak bertenaga sama sekali.


Begitu pula dengan Meng Wan. Dia yang sempat omong besar di awal, kini hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Jangankan untuk menghentikan apa yang Gu Lang lakukan pada tetua keluarganya, bahkan kini kakinya saja seolah dipaku dengan kuat di tanah tanpa bisa dia gerakkan sedikit pun.


Api iblis miliki Gu Lang menekan mereka hingga merasakan ketakutan yang belum pernah mereka rasakan. Biasanya para pengguna aura spiritual yang berupa api akan membawa aura panas yang begitu kental saat menggunakan kekuatan aura spiritual mereka seperti milik Meng Wan, tapi api milik Gu Lang ini berbeda.


Api iblis ini justru memancarkan hawa yang mencekam, api itu lebih panas dari api biasanya bagi yang terkena langsung oleh api itu. Tapi bagi mereka yang hanya berada di sekitar api itu, maka justru hawa dinginlah yang akan mereka rasakan.

__ADS_1


Mata semua orang terbelalak saat mayat tetua itu bahkan tidak bersisa dan semuanya berubah menjadi abu mayat, dan bau pembakaran mayat yang begitu menusuk hidung membuat mereka semakin ketakutan.


"S-siapa kau sebenarnya, apa keluargaku memiliki kesalahan yang tidak termaafkan padamu anak muda? Kenapa kau berniat membumi hanguskan keluargaku?"


Dengan susah payah Meng Wan mengembalikan keberaniannya, bahkan rasanya begitu berat meski hanya untuk mengucapkan sepatah dua patah kata.


Gu Lang yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap tajam Meng Wa dan tersenyum sinis di balik topengnya, "Kesalahanmu bukan hanya tidak termaafkan, tapi kesalahanmu juga akan membuat dirimu menerima karma yang lebih menyakitkan!"


Para tetua lain yang mendengar hal itu pun semakin ketakutan, mereka yang rata-rata masih berada di tingkat prajurit level delapan sampai sepuluh memang tak akan pernah sanggup menandingi Gu Lang.


Awalnya mereka berharap Meng Wan yang sudah berada di tingkat Raja, akan mampu menandingi Gu Lang. Namun melihat Meng Wan yang sepertinya juga menahan rasa takutnya, membuat para tetua bingung harus melakukan apa.


Hingga akhirnya salah seorang tetua bersimpuh dan memohon pada Gu Lang, "T-tuan muda mohon ampuni kami. Sebenarnya apa kesalahan yang sudah kami lakukan pada anda, Tuan muda? Tidak bisakah ini dibicarakan baik-baik?"


Dia adalah yang paling anti meminta maaf, apalagi sampai menngemis maaf seperti ini. Dan melihat Meng Daduo yang yang sampai berlutut itu, tentu saja membuat mereka sangat terkejut.


Berbeda dengan para orang-orang yang terkejut itu, Gu Lang tertawa dengan keras. Suara tawa yang teredam oleh topeng itu, membuat suara tawa Gu Lang terdengar mengerikan.


Gu Lang berjalan mendekat pada Meng Daduo yang sedang bersimpuh di sana, berusaha mendapatkan belas kasihan darinya. Rasanya Gu Lang ingin sekali meludahi wajah pria tidak tau malu dan pengecut itu.


Bagaimana tidak? Masih sangat segar di ingatannya, seseorang yang dengan bahagianya mengatakan jika keluarga Gu sudah dimusnahkan. Benar, dialah orangnya.

__ADS_1


"Mengampunimu? Apa kau juga mengampuni keluarga Gu saat membantai mereka? Apa kau juga memikirkan mereka saat mereka memohon padamu?"


Semua orang terperangah mendengar ucapan Gu Lang, ucapan yang membuat mereka mengerti permasalahan yang membuat orang gila dihadapan mereka itu berani datang ke keluarga Meng dan berniat membinasakan mereka.


Tak terkecuali Meng Daduo yang kin langsung mengangkat wajahnya dan memberanikan diri menatap wajah yang ada di balik topeng itu, untuk mengetahui siapakah dia.


Karena pada dasarnya, mereka semua tau kalau yang terkuat di keluarga Gu adalah Gu Xing Yan, snag kepala keluarga.


Gu Xing Yan sudah berada di tingkat Raja level tiga, dan orang dihadapanku itu dia perkiraan juga berada di level yang sama dengan Gu Xing Yan, atau justru lebih tinggi.


"T-tuan muda, mohon ampuni aku. Aku ini hanyalah tetua biasa yang harus mengikuti perintah kepala keluarga, dan semua itu adalah perintah dari kepala keluarga."


Sontak saja ucapan Meng Daduo itu membuat Meng Wan terkejut sekaligus marah besar pada tetua keluarganya itu.


"Lancang! Berani sekali kau menjadikanku sebagai tempurungmu! Kau juga ikut andil dalam pembantaian itu, bahkan kalian semuanya juga turut andil!" seru Meng Wan menatap nyalang pada seluruh manusia yang ada di ruangan itu, "Asal kau tau saja anak muda, bukan hanya kami yang berperan dalam pembantaian keluarga Gu karena kami tidak mampu melakukannya sendiri. Keempat keluarga besar lainnya juga berperan besar!"


Gu Lang yang marah melihat orang-orang di ruangan itu saling melempar kesalahan pada satu sama lain pun menjadi semakin murka dibuatnya.


Gu Lang mencabut pedang iblis patah miliknya, mengalirkan aura black shadow keseluruh tubuh dan juga pedangnya. Aura itu benar-benar bergejolak dengan befitu mengerikan, di sekeliling Gu Lang seolah menyelimuti tubuh Gu Lang dengan aura malaikat kematian.


"Kalian semua sama, kalian adalah iblis berwajah manusia! Kalian semua pantas mati!"

__ADS_1


"Sombong sekali kau! Jangan mengira karena semua tetua sialan itu takut padamu kau sudah bisa sombong bedebah!"


__ADS_2