Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 67


__ADS_3

Namun Gu Lang sama sekali tidak menggubris apalagi menjawab pertanyaan Bong Quan, dan terus berjalan hingga mereka keluar dari penginapan itu. "Untung saja ada jalan keluar lain." Gu Lang bernafas lega saat dia melihat lautan manusia di depan penginapan itu yang masih saja berbisik-bisik tentang kejadian tadi, meskipun pancaran aura itu sudah hilang secara tiba-tiba.


Tak ingin membuang waktunya demi hal tidak berguna semacam ketenaran, Gu Lang pun segera berjalan menuju tempat penitipan tunggangan lalu mengambil kudanya dan juga Pang kemudian segera pergi dari sana.


Gu Lang memacu kudanya dengan kecepatan tinggi, meninggalkan penginapan itu melewati jalan yang ada di belakang penginapan agar dia tak perlu berhadapan dengan kerumunan penduduk setempat yang penasaran dengannya itu.


"Hiat!" Gu Lang semakin memacu kencang laju kudanya, saat dia merasakan adanya aura asing yang tengah mengikuti mereka. "Sial! Aura yang kuat. Meskipun aku bergabung dengan Bong Quan, masih sangat sulit untuk mengalahkannya." Batin Gu Lang dengan cemas, karena dia bisa merasakan jika aura dari orang yang tengah mengikutinya itu sangatlah kuat.


Bahkan setelah beberapa menit perjalanan, orang itu masih terus mengikuti mereka tanpa berniat menghentikan mereka padahal dia bisa saja melakukan hal itu, mengingat kekuatannya yang berada di atas Gu Lang.


"Sepertinya orang ini.tidak bermaksud buruk. Lebih baik aku berhenti dan bertanya apa tujuannya mengikutiku sedari tadi." Pikir Gu Lang yang sesaat kemudian segera menarik tali kekang kudanya dan membuat kuda perang itu meringkik dengan kaki terangkat dan kemudain berhenti.


"Ada apa? Kenapa berhenti?" tanya Bong Quan yang heran kenapa Gu Lang tiba-tiba saja berhenti tanpa aba-aba, hingga membuatnya hampir saja menabrak dan mencium bokong kuda yang Gu Lang tunggangi, jika saja Pang tidak berhenti tepat pada waktunya.


Namun Gu Lang justru mengangkat tangannya ke arah Bong Quan, sebagai pertanda untuknya agar diam dan tidak banyak bertanya karena ada hal yang lebih penting daripada hanya sekedar menjawab hujan pertanyaan darinya.


"Keluarlah! Apa kau tidak lelah mengikuti kami sejak tadi?" seru Gu Lang sambil menatap ke depan, tepatnya ke arah sebuah pohon besar dengan dedaunannya yang begitu rindang.

__ADS_1


Dan benar saja, sesaat setelah Gu Lang menyerukan agar si penguntit itu keluar dari tempat persembunyiannya, Pria itu pun melompat turun dari atas pohon yang sejak tadi Gu Lang pandangi dengan tatapan tajam.


"Ternyata kau sudah mengetahuinya, anak muda?" tanya pria itu, yang ternyata merupaka seorang pria yang kelihatannya sudah cukup berumur jika dilihat dari jenggot dan rambutnya yang sebagian sudah berwarna putih karena termakan usia.


Gu Lang hanya mengangguk tanpa memperlihatkan sedikitpun rasa takut atau panik saat melihat pria tua itu, meskipun dia tau jika mereka benar-benar bertarung, maka dia harus mengerahkan seluruh kekuatannya jika ingin bertahan hidup, meski tupun masih sulit.


"Aku tau anda tak berniat jahat pada kami. Jadi katakan, apa tujuan anda mengikuti kami, tuan?" Gu Lang segera menanyakan maksud pak tua itu mengikutinya.


"Ternyata kau sangat pintar, anak muda. Sepertinya aku semakin yakin untuk menjadikanmu sebagai muridku." Pria tua itu tersenyum pada Gu Lang sembari mengelus jenggot panjangnya.


"Murid?" beo Gu Lang dan Bong Quan bersamaan, karena mereka cukup terkejut mendengar alasan pak tua yang tidak lain adalah tuan Zong itu, mengikuti mereka.


Gu Lang mengerutkan dahinya mendengar penuturan tuan Zong padanya, dan berpikir keras apa alasan tuan Zong itu tiba-tiba saja menawarinya untuk menjadi murid satu-satunya yang dia pilih.


Hingga akhirnya perkiraannya jatuh pada satu praduga yang sangat kuat, yaitu pancaran aura spiritual yang tadi dia keluarkan. Dia ingat di dalam buku jurus ilusi miliknya, proses pertama yaitu pembukaan gerbang pertama yaitu gerbang Baihui yang juga merupakan proses pertama yang harus dijalani oleh orang yang ingin menjadi master array. Tapi yang Gu Lang tidak mengerti adalah, bagaimana bisa tuan Zong tau jika aura itu adalah miliknya.


"Kau bingung kenapa aku bisa tau kalau kaulah pemilik pancaran aura yang menggemparkan kota?" tanyanya yang membuat Gu Lang mengangguk tanpa ragu, "Itu karena tadi, aku tidak sengaja melihatmu dan kebetulan ada aura spiritual yang sama dengan aura dari pancaran itu, masih tertinggal di sekitar tubuhmu. Jadi aku langsung bisa memastikan jika kaulah orangnya." Jawab tuan Zong dengan lengkap.

__ADS_1


"Maaf tuan..." Gu Lang sengaja menggantung ucapannya, agar tuan Zong mengatakan siapa namanya.


"Zong. Panggil saja begitu."


"Zong?" batin Bong Quan, "Sepetinya aku pernah mendengar nama ini, tapi dimana ya?"


"Baiklah tuan Zong, Aku sangat berterimakasih karena anda menganggapku begitu tinggi. Tapi aku minta maaf karena aku tak bisa menjadi muridmu, karena aku sudah memiliki seorang guru."


Tuan Zong pun menganggukkan kepalanya, pertanda dia sudah mengerti. Namun itu tak lantas membuatnya menyerah untuk menjadikan bibit master array sebagus Gu Lang sebagai muridnya, "Bukankah tidak masalah untuk memiliki dua guru di saat yang sama?" ujarnya, "Aku akan menjadikanmu muridku, tapi kau tetap bisa menjadi murid dari gurumu itu juga. Bagaimana?" tanyanya lagi.


"Sekali lagi maafkan aku, tuan. Tapi aku punya misi penting yang harus segera kuselesaikan, dan aku juga sama sepertimu, tuan. Aku hanya akan memiliki satu guru, untuk selamanya." Gu Lang menangkupkan kedua tangannya di depan dada, sebagai permintaan maaf karena dia tak bisa menerima tawaran dari tuan Zong.


Mendengar Gu Lang yang masih bersikukuh tak mau menerima tawarannya, akhirnya tuan Zong pun hanya bisa menghela nafas pasrah karena dia juga harus menghormati keputusan Gu Lang.


"Baiklah, jika memang itu keputusanmu. Aku tak bisa memaksamu, tapi terimalah ini. Mungkin kau akan membutuhkannya, suatu sata nanti." Tuan Zong memberikan plakat giok pada Gu Lang yang memiliki ukiran phoenix dan tulisan Zong di atasnya.


"Baiklah tuan Zong, terimakasih dan maaf sekali lagi." Gu Lang pun menerima plakat itu dari tuan Zong.

__ADS_1


Namun saat tuan Zong baru saja akan pergi dari sana, Bong Quan pun berseru dan membuat tuan Zong mengurungkan niatnya.


"Tunggu!" Tuan Zong dan Gu Lang sama-sama menatap lekat kearah Bong Quan dengan wajah yang penuh dengan tanda tanya. Dan Bong Quan pun segera turun dari punggung Pang, lalu berlari menghampiri tuan Zong, "Apa anda adalah tuan Zong, sang master array yang terkenal itu?" tanya Bong Quan dengan wajah yang terlihat sangat antusias.


__ADS_2