Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 14


__ADS_3

Di balik ketegangan yang begitu terasa saat ini, ada seseorang yang juga sedang terbakar amarah sambil menatap Gu Lang dengan tatapan membunuh yang begitu menusuk.


Bahkan sampai membuat Gu Lang juga bisa merasakan hawa membunuh itu, dia menelisik ke arah semua orang yang hadir untuk mencari siapa orang yang begitu ingin membunuhnya.


Namun dia tak bisa menemukan siapa orang itu, karena memang sebanyak itulah orang yang berkumpul di sekitar arena hidup mati.


Akhirnya Gu Lang pun memilih untuk mengabaikan hal itu. Karena jika ada orang yang benar-benar ingin membunuhnya, maka orang itu pasti akan datang untuk melakukan hal itu.


Jadi untuk apa Gu Lang bersusah payah mencari orang itu, jika pada akhirnya orang itu akam datang sendiri padanya tanpa paksaan.


"Siapapun kau, aku akan menunggumu!"


*


*


Sekte bulan sabit.


Kini Gu Lang, dan tetua Agung sudah berada di tempat tinggal Xiao San. Dan setelah tetua Agung memeriksa kondisi Xiao San, Gu Lang merasa sangat bersalah karenanya.


Saat ini bisa di bilang jika Xiao San berada dalam kondisi koma, dan hanya pil kehidupan level lima yang bisa menyelamatkannya.


Tapi pil kehidupan level lima adalah barang yang sangat langka. Karena di kota Biluo, alchemist tertinggi hanya berada di level empat.


"Tetua, aku akan mencari pil kehidupan meski jika harus menjelajah ke seluruh penjuru." Gu Lang bertekad kuat untuk menyelamatkan hidup temannya itu, "Tapi apa Xiao San bisa bertahan sampai aku menemukan pil kehidupan itu?"


Tetua Agung menghela nafas panjang, dan mengatakan satu cara untuk mempertahankan aura kehidupan yang tersisa di tubuh Xiao San.


"Ada satu cara, tapi aku tidak yakin kalau kau sanggup."


"Apapun itu akan aku lakukan, meskipun jika harus melewati gerbang kematian! Xiao San terluka karena ulahku, dan Bao Feng juga mati karena aku. Aku akan merasa sangat bersalah jika aku membiarkan Xiao San mati," ujar Gu Lang dengan tegas.


Tetua Agung sangat memuji sikap Gu Lang itu, dia sangat setia kawan.


Derani mengakui dan bertanggungjawab atas apa yang sudah ia lakukan, dan juga berani melewati rintangan seberat apapun untuk mencapai tujuan mulianya itu.

__ADS_1


Akhirnya tetua Agung pun memberitahukan caranya pada Gu Lang.


Cara itu adalah Gu Lang harus masuk ke menara sembilan tingkat dan menyelesaikan semua tantangan yang ada di setiap tingkatan, jika dia berhasil maka pemimpin sekte akan mengabulkan satu permintaannya.


Bukannya Tetua Agung tak bisa langsung memberikan pil penyambung nyawa level empat itu, pada Gu Lang.


Tapi sebagai tetua Agung, dia tetap harus menjunjung tinggi aturan sekte yang sudah ada sejak sekte Bulan Sabit didirikan, dan masih di pertahankan hingga saat ini.


Tetua Agung juga mengingatkan, bahwa sudah seratus tahun lamanya tidak pernah ada orang yang berhasil menyelesaikan semua tantangan di menara sembilan tingkat.


Dan orang yang gagal, Tidak pernah ada yang kembali dan bisa dipastikan jika mereka semua mati di dalam sana.


Gu Lang langsung mengangguk dengan yakin, tanpa berpikir panjang lagi.


Hal itu membuat Tetua Agung semakin menyukai sosok Gu Lang dan berniat untuk menjadikannya murid pribadi, jika Gu Lang mampu menaklukkan semua tantangan di menara sembilan tingkat.


Tanpa menunggu lama, Gu Lang segera berpamitan dengan tetua Agung, memintanya untuk menjaga Xiao San sampai dia kembali.


Setelah berpamitan dengan tetua Agung, Gu Lang segera berangkat menuju Gunung Tapak Naga.


Gunung Tapak Naga adalah salah satu tempat di dalam sekte Bulan Sabit, tempat dimana menara sembilan tingkat berada.


Dan menara sembilan tingkat, adalah salah satu peninggalan dari kultivator dewa yang pernah ada di kota kecil itu.


Orang terakhir yang pernah menaklukkan menara itu adalah pemimpin sekte sebelumnya, dan terhitung sudah seratus tahun lebih sejak saat itu.


Banyak orang yang mencoba, namun semuanya gagal dan berakhir tidak pernah kembali lagi. Dan kemungkinan besar, mereka semua sudah mati.


Kebanyakan orang-orang yang mencoba masuk ke menara sembilan tingkat, adalah orang-orang yang menginginkan hal besar.


Entah itu menjadi tetua di sekte Bulan Sabit, meminta senjata atau pil level tinggi, bahkan tidak sedikit yang berkeinginan untuk menempati posisi pemimpin sekte.


Tapi Gu Lang berbeda, dia hanya menginginkan pil itu untuk menyelamatkan hidup Xiao San bukan untuk dia pakai sendiri.


Dan dia juga tak menginginkan posisi tetua atau pemimpin sekte, karena yang dia inginkan adalah menjelajahi dunia, melihat seluruh dunia dan menjadi yang terkuat di alam semesta ini.

__ADS_1


*


*


Gu Lang kini sudah berada di depan gerbang masuk gunung Tapak Naga.


Lagi-lagi hanya ada seorang tetua yang menjaga tempat itu, membuat Gu Lang berpikir jika tetua di hadapannya mungkin saja memiliki kedudukan yang sama seperti tetua Agung.


"Maaf senior, saya ingin masuk ke menara sembilan tingkat." Gu Lang menangkupkan kedua tangannya dan berbicara dengan sopan.


"Haish, lagi-lagi ada yang mau mengantar nyawa? Kenapa kalian anak-anak muda selalu saja bermain-main dengan nyawa seperti itu, hanya untuk ambisi yang tak pernah ada habisnya." Gumam tetua itu setelah menghela nafas jengah.


Dia sudah sering kali memperingati murid-murid di sekte itu untuk berlatih dengan giat lebih dulu, dan tidak mencoba untuk masuk ke menara sembilan tingkat sebelum yakin dengan kemampuan yang dimiliki.


"Siapa namamu?"


"Gu Lang, murid luar."


Tetua itu terkejut mendengar Gu Lang hanyalah seorang murid luar, tapi dia justru berani masuk ke gerbang neraka seperti ini.


Namun dia tak lagi ingin mencegahnya, melainkan hanya menasihatinya saja.


"Apa yang kau inginkan sebagai hadiah jika kau berhasil?"


"Pil penyambung nyawa, aku membutuhkannya untuk menyelamatkan hidup temanku yang terluka karena ulahku, senior."


Tetua itu lagi-lagi merasa di kejutkan dengan apa yang baru saja ia dengar.


Baru kali ini ada orang yang rela bertaruh nyawa untuk masuk ke menara sembilan tingkat, tapi bukan demi diri sendiri melainkan demi seorang teman.


Jauh di dalam lubuk hati Tetua itu, dia sangat menyayangkan keputusan Gu Lang untuk masuk ke menara sembilan tingkat.


Tapi di samping itu dia juga tak bisa memungkiri bahwa dia sangat menghargai kebaikan hati pria muda itu.


Setelah mencatat nama dan imbalan yang Gu Lang inginkan, tetua itu pun segera membuka pelindung gerbang masuk ke gunung Tapak Naga.

__ADS_1


Dia menyuruh Gu Lang menaiki anak tangga itu, untuk sampai ke menara sembilan tingkat.


"Terimakasih, senior."


__ADS_2