
Namun bagi Gu Lang, semua itu tak ada artinya sama sekali. Karena sebentar lagi, semua ini akan hancur dan musnah, "Cih! Sebentar lagi semua lambang kesombongan dan keangkuhan kalian ini akan hancur dan hilang, bersama dengan nyawa kalian!" batin Gu Lang dengab tangan terkepal erat.
Pintu itupun terbuka dan memperlihatkan sebuah ruangan yang begitu luas, dengan satu kursi kebesaran yang berada di ujung depan ruangan itu. Jika digambarkan, maka suasa di ruangan itu benar-benar seperti sebuah singgasana seorang raja.
Ada dua patung singa besar, di kiri dan kanan kursi yang sudah pasti milik kapala keluarga Xi itu.
Tapi saat ini, hanya ada satu orang di dalam ruangan itu yang tidak lain adalah tetua pertama keluarga Xi. Gu Lang sebenarnya tidak mengenali pria paruh baya dihadapannya itu, tapi mendengar dari apa yang pemuda tadi katakan jika orang yang memanggil mereka adalah tetua pertama, maka bisa di simpulkan jika pria itu adalah tetua pertama.
Meskipun Gu Lang adalah seorang tuan muda dari salah satu keluarga besar di kota Biluo, tapi dia yang lebih sering berada di sekte tidak terlalu perduli dengan pergantian pemimpin di keluarga besar lainnya.
Jadi yang dia ketahui hanyalah sekedar, siapa kepala keluarga saat ini di setiap keluarga besar di kota Biluo.
"Memberi hormat pada tetua pertama." Semua orang pun memberi hormat pada tetua pertama, dan Gu Lang juga dengan terpaksa ikut melakukannya.
"Terimakasih Xi Guan." Pria itu menatap pada pemuda yang ternyata bernama Xi Guan Ming itu, yang di balas oleh pemuda itu dengan anggukan kepala. "Aku memanggil kalian kesini karena aku punya misi penting untuk kalian."
Tetua pertama pun mulai mengatakan tujuannya memanggil para elite untuk datang menemuinya. Dan entah kenapa, Gu Lang sepertinya mencium bau-bau sesuatu yang tidak beres dari sosok tetua pertama ini.
__ADS_1
"Aku ingin kalian membunuh Xi Peng An!" ujar tetua pertama yang tentu saja membuat semua orang di sana terkejut bukan main, kecuali Xi Guan Ming yang sepertinya memang sudah tau tujuan sang tuan.
Dan hal itu memang benar. Sebagai pengawal pribadi tetua pertama, tentu saja Xi Guan Ming juga adalah tangan kanan serta orang kepercayaan tetua pertama yang mengetahui banyak hal tentang tuannya itu.
"M-maksud tetua apa?" tanya salah seorang dari elite itu dengab sedikit tergagap.
"Bukankah aku sudah mengatakannya dengan jelas? Bunuh kepala keluarga Xi yang bodoh itu, dan aku akan menggantikan posisinya memimpin keluarga Xi menuju puncak!" Tetua pertama mengepalkan erat tangannya seolah dia ingin menggenggam seluruh dunia di tangan kotornya itu.
Semua elite masih terdiam karena terkejut dan juga bingung. Mereka tentu saja tak berani membunuh kepala keluarga mereka yang jelas-jelas tingkat kultivasinya lebih tinggi daripada mereka, karena itu juga sama saja bunuh diri bukan?
"Maaf tetua pertama, sepertinya kami tidak bisa mengikuti keinginan tetua. Kami akan menganggap tetua tidak pernah mengatakan hal ini."
"Jangan macam-macam, banyak orang yang bergantung dengan keputusan kalian. Kalian mengerti bukan? Anak Istri dan orang tua kalian, menunggu kalian pulang." Xi Guan mengisyaratkan jika keluarga para elite sudah ada di tangan mereka, dan dia akan menghabisi mereka semua jika para elite menolak tugas yang tetua pertama berikan.
Sontak saja para elite terdiam dan berpikir keras. Mereka tidaklah bodoh untuk tidak mengetahui maksud ucapan Xi Guan. Dan akhirnya demi keselamatan seluruh anggota keluarga mereka, mereka pun setuju.
"Tapi tetua pertama, basis kultivasi kami berada di bawah kepala keluarga. Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri? Dan array itu, bukankah itu tidak memandang kawan atau lawan? Kami bisa mati jika tidak sengaja mengaktifkan array itu."
__ADS_1
"Tenanglah, aku sudah mengaturnya. Ahli array itu sudah ada di pihakku, dan dia akan menonaktifkan semua array di kediaman ini saat aku memberikan perintah padanya." Tetua pertama mengambil sebuah bungkusan kain hitam yang entah apa isinya, dan menyerahkannya pada elite itu.
"Lemparkan bungkusan ini ke dalam kamarnya dan ini adalah penawar dari efek bungkusan itu untuk kalian. Setelah itu bereaksi padanya, segera habisi dia, dan kita bisa menjadikan pendekar bertopeng itu sebagai kambing hitam." Tetua pertama menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang menggambarkan betapa licik dirinya itu.
Sedangkan para elite kini tau kenapa tetua pertama yang selama ini hanya diam, sekarang baru memperlihatkan wajah aslinya. Alasannya adalah ini waktu yang tepat, dimana dia memiliki seseorang yang sangat pas untuk dia jadikan sebagai kambing hitam.
Sedangkan Gu Lang tentu saja merasa sangat kesal, meskipun sekaligus dia juga berterimakasih pada tetua pertama atas rencana busuknya itu.
"Dasar pak tua bau tanah sialan! Berani-beraninya dia berkata mau menjadikanku kambing hitam di depan wajahku?! Sepertinya aku perlu mengajarimu tata cara menggunjing orang lain dengan benar!" Geram Gu Lang dalam hati, "Tapi terimakasih atas rencana licikmu ini, jadi aku tidak perlu bersusah payah mencari keberadaan master array itu. Aku hanya perlu menjadi penonton yang bersorak menyemangati kalian berperang saudara dan menuai hasil akhirnya kan?" Dalam hati, Gu Lang tertawa begitu keras melihat kebodohan manusia di hadapannya itu.
Melihat musuhnya saling membunuh adalah sesuatu yang sangat menarik dan menyenangkan untuk di lihat. Meskipun Gu Lang tak membunuh mereka dengan tangannya sendiri, tapi melihat mereka mati di tangan orang-orang kepercayaan mereka membuat Gu Lang merasa lebih puas.
Dan kini dia mengerti, jika dimana ada kekuatan, kedudukan dan kekuasaan, maka di sana juga akan ada pergolakan, pengkhianatan dan pemberontakan untuk memperebutkannya.
Bisa-bisanya dia menggunakan kondisi rumit ini menjadi sebuah peluang pemberontakan atau lebih tepatnya pengkhianatannya, pada kepala keluarga mereka. Padahal Gu Lang, sang malaikat pencabut nyawa yang sebenarnya sudah siap untuk meratakan kediaman mereka dengan tanah dan mengubur tubuh mereka di bawah reruntuhan benteng yang mereka banggakan itu.
Ternyata bukan hanya keluarga Gu saja yang memiliki konflik internal. Keluarga Xi yang selalu terlihat damai pun, ternyata menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
__ADS_1
"Baiklah tetua pertama. Kami akan melaksanakan perintah anda." Para elite pun akhirnya di antarkan oleh Xi Guan, keluar dari ruangan itu.
Sedangkan di dalam ruangan tetua pertama menyeringai dan tertawa, lalu bergumam, "Bunuh dia. Bunuh Xi Peng tidak berguna itu, dan setelahnya aku yang akan membunuh kalian untuk mencuci darah di tanganku!"