
Dia melesat maju menggunakan Langkah Awan, sambil mengumpulkan aura Amukan Pedang di telapak tangannya.
Dan saat jarak antara dirianya dan gunung itu sudah dekat, Gu Lang langsung menarik pedangnya sambil menyalurkan kekuatan yang sudah dia kumpulkan.
Dan hasilnya, sebuah suara ledakan yang cukup keras pun terdengar, bersamaan dengan kabut yang mengepul menutupi pemandangan di area gunung batu itu.
Namun saat kabut itu menghilang, gunung batu itu sudah terbelah menjadi dua.
Gu Lang tersenyum sambil kembali menyarungkan pedang di tangannya, "Lumayan, aku akan menamai jurus ini dengan nama Pedang Neraka."
Setelah itu, Gu Lang kembali mencoba mengkombinasikan jurus itu dengan Pukulan Sembilan Matahari miliknya.
Di sisi lain, Luxia yang tengah berjaga di kejutkan oleh suara seorang pria yang tiba-tiba datang menghampirinya.
"Halo gadis cantik, bisakah kita berteman?" tanyanya dengan senyum licik yang terlihat jelas di wajahnya itu, yang tentu saja membuat Luxia tau jika orang itu datang bukan untuk berteman melainkan mencari masalah.
Luxia mencari keberadaan Gu Lang, namun dia tak melihat Gu Lang dimanapun.
"Gu Lang, kau dimana?" batin Luxia dengan sedikit cemas, karena dia sadar jika kekuatannua lebih lemah dibandingkan dengan pria di hadapannya itu.
Dan Xiao San juga masih belum selesai dengan kegiatannya, dan Luxia tak ingin mengganggunya. Akhirnya Luxia pun harus menghadapi pria itu sekuat tenaga, sambil menunggu Gu Lang kembali.
"Katakan, sebenarnya apa tujuanmu!?" Luxia berusaha untuk tidak terlihat takut di hadapan pria itu.
"Kau benar-benar ingin tau? Kalau begitu aku akan memberitahumu. Aku adalah orang suruhan kakak Leng Han, yang akan membawamu ke hadapannya."
Mata Luxia membulat saat mendengar nama orang yang mengirim pria itu untuk mengganggunya. Luxia sudah mengetahui hal ini akan terjadi cepat atau lambat.
"Cuih! Aku tidak sudi!" Luxia meludah ke arah pria itu, membuat pria itu tampak marah.
__ADS_1
"Jangan tidak tau di untung, Xia Luxia! Kakak Leng bisa menyukaimu adalah suatu kehormatan untukmu, jadi berhentilah melawan dan ikut denganku sekarang juga, sebelum aku membawamu secara paksa."
Luxia tak mengindahkan ancaman pria di hadapannya, dia tak akan menyerah meski harus mati sekalipun. Baginya mati adalah pilihan terbaik daripada harus menjadi mainan bagi pria bernama Leng Han itu.
Leng Han adalah tuan muda kedua keluarga Leng, yang sudah di jodohkan dengannya. Tapi semua itu karena ayah Luxia terpaksa, demi melindungi seluruh keluarga Xia agar tidak dihabisi oleh keluarga Leng.
"Apa kau lupa perjanjian antara keluargamu dan keluarga tuan Leng, nona Luxia? Apa kau ingin seluruh keluargamu mati mengenaskan?"
"Siapa yang akan mati mengenaskan?" Suara yang tiba-tiba saja terdengar itu, membuat Luxia akhirnya bisa bernafas lega.
Gu Lang berjalan kearahnya dengan percaya diri, dan membuat pria itu menatap Gu Lang dengan tatapan membunuh yang kuat.
Namun tentunya saja hal itu tak membuat takut sedikitpun, justru dia semakin bersemangat untuk melawan anjing keluarga Leng itu.
"Siapa kau bajingan!? Lebih baik kau pergi, sebelum aku membuatmu tau apa itu keputusasaan!" serunya.
Namun Gu Lang tentu saja tidak terpengaruh, dia justru mengembalikan kata-kata itu padanya.
Pria itu menggeram kesal, dan langsung menyerang Gu Lang. Dia menerjang maju dengan akar spiritualnya yang berbentuk sebuah tongkat.
"Cih! Aku belum pernah melihat ada orang yang menggunakan alat kelaminnya, sebagai sebuah senjata." Ejek Gu Lang karena memang tongkat itu berbentuk tak ubahnya alat kelamin seorang pria.
"Bedebah! Akan kubuat kau mati di bawah kekuatan tongkat iblisku!" serunya dengan marah.
Aura iblis tiba-tiba saja menyelimuti tongkat itu, membuat Gu Lang sedikit terkejut karenanya begitu juga dengan Luxia yang langsung memperingati Gu Lang untuk berhati-hati.
"Jangan sampai kau menyentuh tongkat itu, Gu Lang. Dia akan membuat tubuhmu dikuasai oleh iblis dan berubah menjadi abu!"
"Kekuatan iblis ya? Apakah akar spiritualku juga termasuk iblis? Kalau begitu mari kita coba."
__ADS_1
Gu Lang tidak berniat untuk menghindar sama sekali, dan dia justru mengeluarkan akar spiritual langkanya, Black Shadow.
Pria itu pun tersenyum karena mengira Gu Lang sudah pasrah dan tidak mau lagi melawan saat melihat kekuatannya, hingga membuat dia hanya diam dan bersiap menunggu kematian.
Namun anehnya, saat tongkat itu mendekat pada Gu Lang, aura iblis di dalam tongkat itu justru terserap oleh aura akar spiritual Gu Lang.
Dan membuat si pemilik tongkat bingung sekaligus ketakutan, karena dia merasakan tekanan kekuatan iblis yang lebih menakutkan dari yang dia miliki.
"K-kau siapa kau sebenarnya!? Kenapa kau bisa menyerap aura iblis!?" Pria itu sampai berlutut di tanah, dan tak kuasa menggerakkan tubuhnya.
Gu Lang berjalan mendekat pada pria itu dengan perlahan, namun tekanan yang dirasakan oleh pria itu semakin bertambah seiring semakin dekatnya jarak antara dirinya dan Gu Lang.
"Aku adalah dewa kematian yang akan mengantarmu ke gerbang neraka!" Gu Lang memegang kepala pria itu dan menyalurkan aura iblis dari black shadow ke dalam tubuh si pria itu.
Teriakan kesakitan yang begitu memilukan pun terdengar, secara perlahan api iblis melahap tubuh pria itu hingga akhirnya hanya menyisakan abu dan pakaian yang tadi di kenakan olehnya.
Luxia benar-benar tercengang melihat hal itu, karena tidak banyak orang yang mengetahui tentang aura iblis.
Tapi keluarganya dan keluarga Leng adalah salah satu keturunan pewaria aura iblis yang cukup kuat, namun setelah melihat apa yang Gu Lang lakukan tadi dia pun mulai mempertanyakan siapa sosok Gu Lang yang sebenarnya.
Luxia berasal dari keluarga Xia yang masuk dalam daftar lima sekte rahasia yang beranggotakan keluarga Leng, Xia, Cang, Yuan, dan Zong.
Namun keluarga Xia adalah keluarga yang terlemah di antara kelimanya, sedangkan keluarga Leng adalah yang terkuat ketiga di daftar itu.
Dan karena itulah, ayah Luxia yang bernama Xia Hong Quan terpaksa menyetujui perjodohan antara Xia Luxia dan Leng Han, sebagai pengikat aliansi antara kedua keluarga.
Tapi Luxia belum menyetujui perjodohan itu, dan itu juga menjadi alasan kenapa dia berada di negeri Canglan ini dan masuk ke sekte bulam sabit.
"Gu Lang? Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa menggunakan aura iblis, dan bahkan begitu kuat?" tanya Luxia saat dia sudah berada di sebelah Gu Lang.
__ADS_1
"Percaya atau tidak, aku tidak tau apapun tentang aura iblis, tapi aku punya sesuatu yang sepertinya bisa mengendalikan aura iblis yang kau maksud itu. Bisakah kau beritahukan padaku, apa itu aura iblis?"