
Gu Lang terperanjat tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Menjadi seorang alchemist bukanlah hal yang mudah, seperti membalikkan telapak tangan.
Dan itu juga alasan kenapa alchemist sangat dihormati di dunia itu, karena tidak banyak orang yang mampu menjadi alchemist hebat.
Para alchemist biasanya sudah mempunyai bakat bawaan seorang alchemist sejak mereka lahir, dan untuk meningkatkan level alchemist juga bukan hal yang mudah.
Tapi tidak boleh ada kata ragu dalam diri Gu Lang untuk situasi saat ini.
Melihat ekspresi Gu Lang, Luo Luo pun kembali menjelaskan dengan detail.
"Tuan hanya perlu menyelesaikan ujiannya, dan bakat alchemist milik tuan tua akan menjadi milik tuan. Untuk membuka ruang alchemist, hanya dibutuhkan plakat giok pembuka."
Gu Lang pun mengangguk dan meminta Luo Luo untuk mengantarkannya ke tempat ujian untuk membuka ruang alchemist.
Dia akan melakukan apapun itu, dan sekecil apapun kemungkinannya.
"Ini ruangannya tuan."
Sebuah ruangan dengan pintu yang menjulang tinggi, dan kokoh. Luo Luo membuka pintu ruangan itu, dan seketika itu juga Gu Lang melangkah masuk ke dalam sana, lalu pintu itu kembali tertutup dengan sendirinya.
"Semoga berhasil, tuan." Gumam Luo Luo.
Sedangkan di dalam ruangan ujian, Gu Lang kini tengah berhadapan dengan seseorang yang tidak dia kenal.
Orang itu berdiri di hadapannya dan menatap tajam kearahnya, seolah menelisik dirinya.
"Jadi kau penerus yang selanjutnya?" tiba-tiba saja, orang itu bertanya pada Gu Lang.
Gu Lang pun bingung mendengarnya, namun dia tetap mengangguk-anggukkan kepala. Dia sempat berpikir, yang da di hadapannya adalah tuan tua alias pemilik menara ini sebelumnya.
Tapi di saat yang sama dia juga bingung, bukankah tuan tua itu sudah mati? Lalu yang ada di hadapannya saat ini, apakah hanya proyeksi atau apa?
__ADS_1
"Nama saya Gu Lang, senior. Saya ingin menerima ujian alchemist."
Orang itupun mengangguk dan memberi isyarat pada Gu Lang untuk mengikutinya ke suatu tempat.
Tanpa bertanya apapun, Gu Lang mengikutiku langkah orang itu yang ternyata menuju ke sebuah aliran sungai.
Tentu saja hal itu membuat Gu Lang sangat terkejut, bagaimana bisa ada sungai di dalam menara langit. Benar-benar sesuatu yang tidak dia duga sama sekali.
"Kau ingin menjadi kuat dengan cepat kan? Lepas bajumu dan masuklah ke dalam sungai es itu, itupun kalau kau berani mengambil resiko. Berlatih di sungai es akan memperpendek umurmu, tapi kau bisa mengatasi itu jika kau bisa menjadi seorang alchemist."
Meskipun awalnya Gu Lang terkejut, kenapa orang dihadapannya bisa mengetahui tujuannya menerima ujian itu.
Tapi akhirnya Gu Lang pun tetap mengangguk tanpa ragu, melepaskan bajunya dan melangkah masuk ke dalam sungai es itu.
"Alirkan aura spiritualmu, dan aku akan mengajarkan dasar-dasar alchemist padamu. Kau harus bisa fokus berlatih dan mendengarkan penjelasanku di saat yang sama, karena fokus adalah sesuatu yang penting bagi seorang alchemist."
Gu Lang mengangguk dan mulai mengalirkan aura spiritualnya, namun orang itu tampak terkejut melihat aura spiritual milik Gu Lang yang sangat dia kenali.
Meskipun tetap saja hal itu mengganjal dihatinya, bagaimana bisa aura iblis yang begitu kental berada dalam tubuh Gu Lang.
Dan aura iblis itu bukanlah sembarangan aura iblis, aura sekuat dan sekental itu hanya dimiliki oleh keturunan langsung dari bangsawan ras iblis.
Dia pun mulai mengajarkan dasar-dasar alchemist pada Gu Lang, tentang bagaimana cara mengatur api, bagaimana urutan membuat pil, juga bahan terpenting yang harus dimiliki oleh seorang alchemist yaitu api suci.
"Kau tidak perlu bingung tentang api suci, karena api iblis di dalam tubuhmu adalah salah satu api suci tertinggi dalam dunia alchemist."
Gu Lang terkejut mendengarnya. Dia memang menyadari jika di dalam dirinya ada aura iblis, seperti yang pernah Luxia katakan.
Tapi dia tidak menyangka, jika aura iblis di dalam tubuhnya juga adalah sebuah api suci bahkan api suci di tingkatan tertinggi.
"Aku tidak tau kenapa di dalam tubuhmu bisa ada aura iblis yang sekuat itu. Tapi kau adalah orang yang terpilih, orang yang akan menyelamatkan dunia dari kehancuran."
__ADS_1
Tubuh Gu Lang sudah terasa hampir membeku, karena dinginnya air sungai es itu. Tapi memang benar, berlatih di sungai es itu membuat dantiannya cepat sekali terisi penuh.
Terlebih lagi aura spiritual di tempat ini sangatlah kental dan murni, benar-benar tempat pelatihan yang sempurna.
Gu Lang yakin, jika tempat ini bukan berada di menara langit. Pastilah tempat ini akan menjadi rebutan dan bahkan bisa saja menimbulkan peperangan, antar individu atau bahkan antar sekte dan kelompok.
Dan benar saja, baru setengah hari Gu Lang berendam di sana ledakan aura spiritual pun memancar keluar dari tubuh Gu Lang.
Kini dia sudah mencapai level dua tingkat jenderal. Namun itu masih belum cukup, dia harus bisa menembus tingkatan yang baru jika dia ingin membalaskan dendam keluarganya.
"Ini baru setengah hari, tapi aku sudah naik level. Jika terus seperti ini selama beberapa hari, aku pasti bisa menembus tingkat Raja."
"Ya kau memang bisa menembus tingkat Raja dalam beberapa hari ke depan, tapi kau juga harus memperkuat dasar kultivasimu. Karena jika tidak seimbang, kau hanya akan menjadi tingkat Raja yang palsu, dan itu bisa membahayakan nyawamu."
Gu Lang mengangguk dan kembali melanjutkan pelatihannya, sambil terus mendengarkan dan memahami penjelasan tentang pelatihan alchemist yang diajarkan oleh orang yang mungkin saja adalah tuan tua.
Namun setelah peningkatan level yang kedua, senior itu menyuruhnya untuk keluar dari sungai es.
"Keluarlah, dan kita akan mulai berlatih alchemist. Berlatih alchemist dapat membuat dasa pelatihanmu menjadi kuat, dan kau juga harus berlatih mengendalikan aura iblismu karena jika kau tidak bisa mengendalikannya itu akan menjadi bencana."
Meskipun tidak mengerti apa maksud senior itu, tapi Gu Lang hanya mengangguk dan menuruti saja apa yang senior itu katakan.
Senior itu mengibaskan tangannya dan sebuah bejana berkepala naga pun muncul di hadapannya, sebuah bejana dengan aura yang begitu kuat.
"Bejana ini bernama bejana Ilahi, jika kau berhasil berlatih alchemist maka bejana ini akan menjadi milikmu. Tapi sebelum kau cukup kuat, jangan pernah mebawa bejana ini keluar dari menara langit, atau menunjukkan bejana ini pada siapapun."
Gu Lang mengangguk mengiyakan, karena dia juga belum terlalu mengerti tentang dunia alchemist. Yang dia tau, bejana para alchemist memiliki tingkatan.
Tingkatan pertama adalah bejana tingkat perunggu, perak, emas, dan dewa. Tapi dia tidak tau berada di tingkatan mana bejana ilahi di hadapannya ini.
"Kau ingin tau berada di tingkatan apa bejana ilahi ini?" tanya senior itu, seolah bisa membaca pikiran Gu Lang. "Bejana ini berada di level Semesta, jauh di atas level dewa."
__ADS_1