
"Karena di dalam menara inilah benda yang sekte gelap inginkan, berada."
Alis Gu Lang bertaut, menerka-nerka benda apa yang sebenarnya di incar oleh sekte gelap itu.
Jika benda itu mampu membuat sekte gelap bergabung dan menghancurkan sekte suci hanya demi mendapatkannya, bisa di pastikan jika benda itu adalah benda yang luar biasa.
Dan kini benda itu ada di dalam menara langit yang sudah menjadi miliknya, apa itu juga berarti kalau benda itu juga menjadi miliknya?
Gu Lang mengulas senyum saat dia memikirkan hal itu, dan hendak menanyakan apa yang menjadi tanda tanya besar di kepalanya itu pada Luo Luo.
"Luo Luo, apa—"
Belum sempat Gu Lang menanyakan apa yang membuatnya penasaran, Luo Luo sudah lebih dulu menjawabnya.
"Benda itu memang menjadi milik tuan secara tidak langsung, tapi ada beberapa syarat dari tuan tua, yang harus tuan jalani untuk bisa menggunakan benda itu."
Dan kini Gu Lang kembali memikirkan syarat apakah gerangan yang di minta oleh tuan tua, alias pemilik menara langit yang pertama.
"Tidak banyak, hanya saja tuan sudah harus cukup kuat sebelum boleh menggunakannya. Karena benda itu pasti akan mengundang mara bahaya, jika sampai di ketahui oleh orang-orang serakah. Mereka pasti akan berusaha mendapatkannya, dan membuat nyawa tuan akan di buru."
"Ah benar juga." Gu Lang menghela nafas pasrah.
Dia tak mungkin mengorbankan nyawanya, hanya agar dirinya bisa menggunakan benda itu. Jadi solusinya hanya satu, yaitu menjadi kuat sesegera mungkin.
Tapi ada satu hal yang membuat Gu Lang kembali penasaran. Menara ini sudah menjadi miliknya, tapi bagaimana cara dia membawa menara sebesar ini pergi dari sana.
Lagipula, jikapun bisa dia pasti akan menjadi buronan sekte nomor satu karena sudah membawa lari aset berharga mereka.
Lalu jika menara ini tetap di sini, bagaimana caranya dia bisa masuk ke sana lagi setelah ini.
__ADS_1
Karena tidak mungkin baginya bisa bebas keluar masuk dari menara itu, meskipun dia sudah dinyatakan lolos oleh sekte karena pasti hal itu akan menimbulkan kecurigaan.
"Tuan tenang saja, menara ini bisa tetap berada di sini dan tuan juga bisa keluar masuk sesuka hati tuan." Luo Luo menerangkan.
"Bagaimana caranya?"
"Aku akan meninggalkan menara pelatihan di sini, dan mengubah ruang khusus milik tuan menjadi benda berukuran kecil. Tuan hanya perlu mengalirkan energi ke dalam benda itu, dan tuan bisa masuk."
Gu Lang berdecak kagum mendengarnya, karena secara tidak langsung itu juga membuatnya memiliki sebuah tempat persembunyian yang aman.
Setidaknya hal itu pasti bisa menyelamatkannya dari mara bahaya.
Dan tadi Luo Luo juga sudah menjelaskan, jika di dalam sana terdapat beberapa ruangan yang bisa dia gunakan.
Tapi yang bisa dia gunakan untuk saat ini, hanyalah perpustakaan yang berisi buku-buku pelatihan milik tuan tua.
Untuk membuka ruangan lainnya dia membutuhkan plakat giok untuk setiap ruangan, dan itu bisa dia dapatkan melalui ujian.
*
*
"Tetua, apa yang anda lakukan di sini?"
"Ketua sekte memintaku untuk membawamu ke sana, setelah menara langit memancarakan sinar keemasan yang menandakan bahwa seseorang berhasil menaklukkannya, setelah ratusan tahun tidak pernah ada yang berhasil." Ujarnya panjang lebar.
"Dan aku ingin meminta maaf, karena tadinya aku sempat meremehkanmu dan mengira kau sudah mati bahkan sebelum masuk ke menara sembilan tingkat."
Gu Lang pun kembali teringat saat dia menaiki tangga menuju ke menara itu, dan kembali teringat dengan ilusi yang hampir saja membuatnya benar-benar mati untuk kedua kalinya setelah kecelakaan yang membawanya ke dunia ini.
__ADS_1
"Ehm, sebenarnya aku memang hampir saja mati karena ilusi itu, tetua. Tapi sepertinya ada orang yang memanggilku dan mengingatkanku jika itu hanyalah ujian kecil sebelum ujian yang sebenarnya dimulai."
Tetua itu pun sedikit bingung mendengar ucapan Gu Lang, tapi akhirnya dia memilih untuk mengabaikan hal itu dan membawa Gu Lang untuk segera menuju ke aula utama.
Di aula utama...
"Aku penasaran, siapa orang yang sudah menaklukkan menara sembilan tingkat. Mungkinkah itu Chu Bing Yan? Atau Shi Yuan? Kurasa pasti antara dua orang itu." Pikir ketua sekte.
Dia memang belum mengetahui siapa orang yang sudah menaklukkan menara sembilan tingkat, karena dia hanya melihat pancaran sinar keemasan pada menara sembilan tingkat itu.
Hingga dia pun segera mengirim bawahannya, untuk meminta tetua Leng membawa orang itu ke aula.
Dan kenapa ketua sekte menerka dua nama itu adalah, karena dua orang itu merupakan murid inti yang statusnya lebih tinggi daripada murid dalam.
Selain itu, mereka juga merupakan peringkat dua teratas di daftar Xuanlong.
Mereka adalah orang-orang terpilih, yang merupakan jenius di antara para jenius, juga merupakan kandidat yang berpotensi menduduki kursi ketua sekte di masa depan.
Namun ketua sekte langsung mengerutkan dahinya, saat tetua Leng memasuki aula bersama seseorang yang bahkan tidak dia kenali sebelumnya.
Dan artinya murid itu bukanlah seorang murid inti, dan dilihat dari pakaian yang dikenakannya, dia adalah seorang murid luar.
Ketua sekte terkejut mengetahui jika yang sudah menaklukkan menara sembilan tingkat, ternyata hanyalan seorang murid luar.
Namun saat Gu Lang menyebutkan namanya, ketua sekte nampak lebih terkejut dari sebelumnya. "Jadi kau Gu Lang yang yang sering murid-murid luar bicarakan?"
...**********...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
__ADS_1
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang pernah ada.😁...