Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 50


__ADS_3

Gu Lang berjalan menuju ruangan dimana dia di panggil oleh tetua pertama tadi, untuk mencari pak tua sialan itu.


Brak!


Pintu besar itu di buka oleh Gu Lang dengan keras dan membuat tetua pertama dan Xi Guan, yang masih ada di dalam ruangan itu sambil membicarakan hal yang entah apa itu, terlonjak kaget karenanya.


"Lancang! Kenapa kau masuk tanpa permisi!?" Bukan tetua pertama, melainkan Xi Guan lah yang meneriaki Gu Lang dengan kesal, "Apa kau sudah bosan hidup?! Kau sudah tidak menginginkan nyawamu lagi!?" Xi Guan pun turun dan mencabut pedang miliknya dari sarung pedangnya.


Pedang itu memiliki aura yang terasa menekan, kabut berwarna biru itu juga terasa amat dingin. Dan dilihat dari hal itu, Gu Lang bisa menebak jika akar spiritual dari pemuda di hadapannya itu adalah jenis es, seperti milik ayahnya.


"Tunggu, Xi Guan. Mungkin dia punya sesuatu yang mendesak untuk di laporkan." Cegah tetua pertama, tanpa berniat pindah dari tempatnya duduk saat ini.


Dia terlihat sangat percaya diri saat duduk di kursi yang seharusnya hanya boleh di duduki oleh sang kepala keluarga, tapi dia justru dengan congkaknya duduk di sana, seolah memastikan kalau tempat duduk itu akan menjadi miliknya sebentar lagi.


Xi Guan pun mengangguk dan kembali menyarungkan pedangnya dan berkata, "Katakan, apa yang kau lakukan di sini? Bukankah seharusnya kau sedang menjalankan misi dari tetua pertama?"


Gu Lang berdecak meremehkan sambil menatap tetua pertama dan Xi Guan itu lalu menjawab pertanyaan Xi Guan, "Aku? Tentu saja di sini untuk membunuh kalian." Gu Lang berkata dengan nada santai, sambil menyandarkan punggungnya pada tiang penyangga besar di belakangnya dan tangan yang bersidekap dengan pongah di depan dadanya.


Sontak saja dua orang itu terkejut mendengar ucapan Gu Lang, meskipun hanya sekejap benar-benar hanya sekejap saja. Karena sedetik setelahnya, mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Gu Lang yang terdengar seperti guyonan di telinga mereka.


Bahkan jika pun itu benar maka bisa apa dia? Hanya seorang prajurit elite saja sudah berani omong besar? Bahkan tak perlu tetua pertama turun tangan, cukup Xi Guan saja sudah cukup untuk mencincang tubuh Gu Lang menjadi beberapa bagian, begitu pikirnya.

__ADS_1


"Hanya kau? Seorang diri? Ingin melawan kami? Jangan bercanda, dasar bedebah sombong!" seru tetua pertama sambil menunjuk wajah Gu Lang dengan kilatan amarah dari matanya, "Xi Guan, habisi dia! Kalau perlu potong tubuhnya menjadi kecil dan berikan pada anjing untuk di makan." Titah tetua pertama, yang sontak saja membuat Gu Lang yang kini tertawa dengan begitu keras.


Gu Lang pun berkata, "Hanya denganmu? Ha ha ha ayolah... jangan bercanda tetua pertama. Hanya seekor anjing penjilat sepertinya saja, tak akan mampu melawanku. Bagaimana kalau kalian maju saja bersama, bukankah akan lebih menarik?" Gu Lang menunjuk Xi Guan, saat menyebutkan seekor anjing, lalu beralih memandang tetua pertama dengan tatapan meremehkan yang tentu saja membuat tetua pertama menjadi semakin marah.


"Dasar kurang ajar!" Xi Guan langsung menarik pedangnya dan melesat maju ke arah Gu Lang, dengan ujug pedang yang siap menembus jantung Gu Lang dan mengantarkannya bertemu dengan raja Yama.


Tetua pertama menyeringai dan berganti menatap Gu Lang dengan tatapan merendahkan dan menghina, namun Gu Lang hanya membalasnya dengan senyum tipis.


Hingga mata kedua manusia laknat minus akhlak itu membulat seketika, saat Gu Lang menggunakan dua jarinya untuk menahan pedang Xi Guan yang hampir saja menembus tubuhnya.


"Cih! Apa mainan jelek ini yang kau sebut pedang? Ini mencemarkan nama para pendekar pedang." Gumam Gu Lang sambil menatap Xi Guan dengan senyum sinisnya.


Gu Lang tertawa keras melihatnya, seolah Xi Guan hanyalah badut penghibur baginya saat ini dan bukanlah sebuah ancaman sama sekali.


"Apa aku memegangnya terlalu kuat anak muda?" tanyanya dengan nada menyindir, padahal dia saja lebih muda dari pada Xi Guan.


Xi Guan menggeram kesal, namun seringai licik muncul di bibirnya dan terlihat begitu mengerikan, kecuali untuk Gu Lang tentunya.


Xi Guan pun berkata, "Dasar orang awam bodoh! Beraninya kau menyentuh pedang zamrudku dengan tangan kosong? Ha ha ha sebentar lagi tubuhmu akan membeku!"


Namun di luar perkiraan Xi Guan, Gu Lang sama sekali tidak terkejut apalagi takut. Dia hanya menatap remeh pada Xi Guan sambil berkata, "Ooh, itu tidak akan berpengaruh padaku."

__ADS_1


Tetua pertama dan Xi Guan pun membelalakkan matanya saat melihat api hitam membara muncul di sekitar tubuh Gu Lang, dan membuat efek dari pedang zamrud itu hilang.


"B-bagaimana bisa? Selama ini tidak ada orang yang bisa menghancurkan es sejatiku," gumam Xi Guan yang sudah mulai ketakutan, "S-siapa kau sebenarnya!?" serunya.


Kini Xi Guan sadar, jika orang di depannya bukanlah orang biasa. Karena tak ada orang dengan kemampuan setinggi itu di keluarga Xi, selain pata petinggi.


"Kau mau tau siapa aku? Baiklah akan kuberitahu kalian, anggap saja ini sebagai pengingat untuk kalian agar kalian bisa ingat siapa yang sudah mencabut nyawa kalian!"


Gu Lang pun menunjukkan wujud aslinya yang masih mengenakan topeng miliknya, tentu saja. Hal itu membuat tetua pertama dan Xi Guan terkejut setengah mati, dan tanpa sadar tubuh mereka memberikan respon ketakutan dan bergetar hebat.


"P-pendekar topeng emas!?" seru keduanya dengan serentak.


"Julukan yang bagus. Tapi lihat baik-baik wajah tampanku ini, tetua pertama." Gu Lang membuka topeng wajahnya dan memperlihatkan wajah aslinya pada tetua pertama dan Xi Guan, membuat kedua orang itu semakin terkejut dibuatnya. "Apa kabar, pembunuh?"


"G-Gu Lang?! Bagaimana bisa pendekar topeng emas itu adalah, kau?" Tetua pertama masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Bukankah sudah kukatakan jika hanya dia saja maka tidak akan bisa mengalahkanku? Bahkan kalian saja membuat benteng perang sebesar ini, hanya untuk bersembunyi dariku, dan kau menyuruh anjing kecil ini melawanku? Konyol!"


Tubuh tetua pertama semakin bergetar, karena dia tak bisa melihat level basis kultivasi Gu Lang. Dan secara tidak langsung, hal itu sudah memberitahunya kalau level Gu Lang berada jauh di atasnya dan tentu saja Gu Lang dapat degan mudah mengalahkannya.


"Sial! Tidak boleh, aku tidak boleh mati! Kau harus berusaha bernegosiasi dengan si sampah itu"

__ADS_1


__ADS_2