
"Aku dibutakan oleh dendam. Menjadi iblis karena kemarahan. Membunuh karena pembalasan. dan melupakan jati diriku sebagai manusia yang memiliki perasaan."
Gu Lang yang kini berada dalam bentuk jiwa itu pun tak lagi berusaha melawan iblis hati dengan kekerasan. Dia memilih duduk bersila dan berusaha menghilangkan amarahnya, yang sudah sangat membuncah saat ini.
Dia tak ingin benarkan di kuasai oleh iblis itu dan berubah menjadi makhluk berdarah dingin yang mengerikan, meninggalkan jati dirinya sebagai manusia.
Dan perlahan namun pasti, tatto di wajah Gu Lamg kini tak lagi bertambah dan justru berkurang sedikit demi sedikit bersamaan dengan geraman mengerikan yang Gu Lang keluarkan, membuat para tentara itu ketakutan.
Tekanan kekuatan Gu Lang, tiba-tiba saja memancar dan membuat semua orang di sana kesulitan menahan tekanan itu.
"Uhuk! Uhuk! Aaarrrgghhh"
__ADS_1
"Aarrgh! Sakit sekali! Ini menyakitkan!"
Ada beberapa orang yang sampai muntah darah karena memaksakan dirinya untuk bisa bertahan di bawah tekanan aura milik Gu Lang. Bahkan tidak sedikit prajurit yang mati karena luka dalam, akibat tekanan yang memancar keluar dari tubuh Gu Lang itu.
Bahkan Pang pun juga merasa tertekan oleh aura itu, dan anehnya dia juga langsung berlutut seolah bertemu dengan seorang raja. Bukan saja karena kekuatan tekanannya yang maha dahsyat, melainkan karena dia tau siapa pemilik aura mengerikan itu.
"A-apa? A-aura iblis?" Bong Quan terkejut dengan apa yang Pang katakan, sambil terus berusaha keras menahan tekanan yanv hampir membuatnya gila itu
"Aura iblis apa, ketua?" tanya sang wakil ketua.
Sang wakil ketua tampak sangat terkejut mendengarnya. Karena menurut legenda, bangsa iblis sudah musnah beratus-ratus tahun yang lalu. Jadi bagaiman bisa ada aura iblis yang muncul saat ini?
__ADS_1
"Apa ini pertanda kalau kaum iblis akan bangkit dan muncul lagi seperti apa yang tertulis di kitab sejarah leluhur?" Setidaknya itulah yang dia pikirkan, karena lima sekte rahasia yang mewarisi aura iblis memang lebih memilih untuk menyembunyikan jati diri mereka untuk menghindari terjadinya peperangan sebelum waktunya tiba.
Perlahan tekanan aura itu mulai melemah, bersamaan dengab suara geraman Gu Lang yang semakin terdengar lirih juga seiring waktu.
"Bocah bodoh! Kau membutuhkanku untuk membalaskan dendammu, bocah ingusan! Kau bahkan dengan bodohnya berusaha melupakan amarah dan dendammu!? Apa kau masih laki-laki, dasar pengecut!" Iblis itu terus mengumpat kasar pada Gu Lang yang masih terus berusaha meredam amarahnya.
Gu Lang juga berusaha mengabaikan teriakan dan umpatan dari iblis itu, dan terus berusaha untuk tenang agar dia bisa mengirim iblis itu kembali ke dalam sangkar emasnya.
"Aaarrrgghhh! Kau akan menyesal! Suatu saat kau akan membutuhkan kekuatanku!" Jerit terakhirnya, sebelum dia kembali tersedot masuk ke dalam sangkar emas itu dan membuat Gu Lang bisa menghela nafas lega setelah iblis itu tak lagi berkuasa atas tubuhnya.
"Tidak akan pernah. Aku tak akan menyesalinya. Sekalipun aku membutuhkan kekuatanmu, maka akulah yang akan mengendalikanmu dan bukan sebaliknya!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Gu Lang kembali tersadar dan membuka mata. Dia seikit terkejut melihat para prajurit di hadapannya itu kini sudah banyak yang tumbang.
"Bagaimana kau bisa mengeluarkan aura iblis dari tubuhmu? Apa kau seorang titisan iblis?" seru Bing Quan pada Gu Lang untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan yang sejak tadi sudah membuatnya penasaran.