
"Aku benci seekor anj*ing yang meneriakkan nama mereka sendiri!" Dari kedua telapak tangan Gu Lang, muncul api iblis berwarna hitam yang membuat kedua penjaga itu langsung jatuh terduduk akibat tekanan yang begitu kuat.
Terlebih Gu Lang menambahkan aura spiritualnya, yang semakin menekan kedua penjaga gerbang itu. Bagi orang yang tingkat kultivasinya berada jauh di bawah tingkatan Gu Lang, tentu saja tak akan sanggup berada di bawah tekanan mengerikan itu.
Api di telapak Gu Lang semakin membesar dan membuat kedua penjaga itu berteriak histeris, kala bau amis mulai menyeruak bersamaan dengan darah yang mengalir keluar dari lubang hidung, lubang telinga, mata, dan juga mulut mereka.
"Aaarrrgghhh!!" Jeritan menyayat hati nan menakutkan itu, tentu saja menyita perhatian orang-orang yang berada di dalam kediaman Yin itu.
Banyak sekali orang yang berbondong-bondong melihat apa yang tengah terjadi, dan semua orang begitu terkejut melihat kondisi mengenaskan kedua pengawal yang masih terus mengerang kesakitan sambil mencakar-cakar wajah mereka sendiri, seolah itu bisa membuat mereka tak lagi merasakan rasa sakit menyiksa akibat tekanan dari Gu Lang.
"Astaga, ada apa ini?"
"Siapa orang itu? Apa dia orang jahat?"
"Mengerikan sekali...!"
Berbagai macam gunjingan mulai terdengar dari mulut para anggota keluarga Yin, karena penjaga yang lain bahkan tak ada yang berani mendekat sama sekali. Bahkan hanya dengan melihat kondisi kedua penjaga itu saja, para penjaga lain sudah ketakutan, apalagi jika mereka harus ikut merasakan apa yang kedua penjaga gerbang itu rasakan.
Sesaat setelahnya, kerumunan itu tiba-tiba membelah, untuk memberikan jalan bagi orang yang memiliki kuasa tertinggi di keluarga Yin, yaitu Yin Gang alias kepala keluarga Yin.
"Ada apa ini? Siapa yang membuat keributan di kediaman Yin?!" suara bariton yang terdengar begitu berwibawa itu pun membuat Gu Lang mengangkat wajahnya yang tadi masih memperhatikan wajah tersiksa kedua anj*ing penjaga keluarga Yon itu.
__ADS_1
Gu Lang tersenyum sinis di balik topengnya kemudian menyimpan kembali api iblis di tangannya dan berkata, "Akhirnya kau keluar juga, Yin Gang? Aku pikir kau terlalu takut untuk keluar, dan akan terus bersembunyi di balik cangkang kura-kuramu."
Yin Gang menatap lekat ke arah Gu Lang, mencoba menelisik siapa sosok di balik topeng itu. Hingga akhirnya dia membuka suara karena merasa tak kenal dengan Gu Lang, apalagi melakukan sesuatu yang membuat Gu Lang marah.
"Siapa kau? Apa tujuanmu datang ke kediamanku? Dan kenapa kau membunuh penjaga itu?" Yin Gang sepertinya tau jika sosok dihadapannya adalah sosok yang kuat, sehingga dia akan mencoba menempuh jalan damai lebih dulu.
"Kau ingin tau siapa dan kenapa aku datang ke sini?" Gu Lang berjalan menuju ke arah Yin Gang dan kembali melanjutkan ucapannya, "Maka bertarunglah denganku, dan setelah itu aku akan memberi kau jawabannya." Sontak saja Yin Gang terkejut mendengarnya.
Dia tak pernah ingat kalau dia pernah membuat masalah dengan orang kuat macam Gu Lang, lantas kenapa orang itu justru mengajaknya bertarung? Dan dari kepercayaan diri Gu Lang, Yin Gang bisa melihat adanya sinyal bahaya yang tersembunyi di balik sosok bertopeng itu.
"Baiklah, jika memang itu yang kau inginkan. Aku akan melawanmu." Jawab Yin Gang tanpa ragu.
"Tapi sebelum bertarung denganmu, aku ingin bertarung dengan para tetua di keluarga Yin. Semuanya, tanpa terkecuali!" ujar Gu Lang dengan penuh penekanan, "Anggap saja itu sebagai pemanasan. Bagaimana?" Gu Lang menatap remeh pada Yin Gang.
Meskipun wajah dan senyum Gu Lang tak dapat dia lihat, tapi sorot mata Gu Lang yang begitu meremehkan sudah jelas terlihat oleh Yin Gang dan tentu saja hal itu membuat seorang yang sangat menjunjung tinggi harga diri sepertinya merasa sangat terhina dan ssgera menerima tantangan itu tanpa pikir panjang.
"Lakukan seperti yang kau inginkan." Yin Ganh tampak percaya diri. Meskipun Gu Lang kuat, tapi dia yakin dengan kekuatan para tetua di keluarganya sudah lebih dari cukup untuk membuat orang sombong di hadapannya itu mengetahui arti di atas langit masih ada langit.
"Cih! Umpan sudah dilempar, sekarang tinggal menunggu para ikan besar itu datang dan memakan umpannya." Batin Gu Lang dengan senyum penuh kemenangan.
Gu Lang memang bukan semata-mata mengatakan hal itu untuk merendahkan Yin Gang, tapi dia sengaja melakukan hal itu untuk memancing emosi Yin Gang agar menyetujui tantangannya, sehingga dia bisa menghabisi para tetua keluarga Yin di atas arena, dan mempermalukan mereka dengan lebih sadis.
__ADS_1
"Astaga... habislah sudah. Sebentar lagi, keluarga Yin akan menjadi bagian dari sejarah kelam, hancurnya kota Biluo." Gumam Bong Quan yang mau tak mau mengikuti Gu Lang untuk masuk ke dalam kediaman Yin, untuk melihat Gu Lang membantai habis keluarga penggila kultivasi itu.
Para anggota keluarga Yin masih terus saja berbisik dan bergosip. Mereka penasaran siapa sosok di balik topeng itu. Orang yang berani menantang keplaa keluarga mereka secara langsung, pastilah bukan orang sembarangan.
Mereka sempat berpikir jika Gu Lang adalah orang yang pernah memiliki masalah pribadi dengan sang kepala keluarga, hingga dia datang demi menuntut balas.
Ada juga yang berspekulasi jika Gu Lang hanyalah seorang pengembara yang datang untuk menunjukkan kekuatan, karena mendengar jika kepala keluarga Yin adalah seorang penggila kultivasi.
*
*
Kini Gu Lang sudah berada di atas arena dan menunggu Yin Gang untuk memulai pertandingannya.
"Tetua pertama, majulah lebih dulu agar semua keributan ini cepat selesai." Yin Gang menyuruh Yin Feng yang notabene mempunyai basis kultivasi yang paling tinggi di antara tetua lain, untuk maju dan menghadapi Gu Lang.
Mendengar hal itu, Gu Lang tersenyum sinis dan berkata, "Jika kepala keluarga ingin semuanya cepat selesai, bukankah akan lebih jika semua tetua maju saja secara bersamaan untuk menghadapiku?" ucapan Gu Lang itu sontak saja membuat semua orang terkejut dan bingung antara Gu Lang memang sekuat itu, atau dia hanyalah orang gila yang sudah bosan hidup.
"Apa kau meremehkanku, baj*ingan!?" Yin Feng langsung terbakar amarah mendengar ucapan Gu Lang, yang jelas sekali sedang merendahkannya meski secara tidak langsung.
"Bukankah aku hanya membantu kepala keluarga kalian mencari solusi terbaik dan paling cepat? Dia ingin semuanya cepat selesai, jadi bukankah usulku cukup baik? Atau apakah kalian takut?"
__ADS_1