
Gu Lang membantu Bingyan untuk duduk saat melihat gadis itu tampak kesulitan, "Apa hubunganmu dengan sekte burung surgawi?"
Bingyan nampak bingung dengan dahi berkerut, menatap Gu Lang. Dia benar-benar tak mengerti apa yang Gu Lang maksud. Bahkan dia saja hanya pernah mendengar nama sekte burung surgawi dari buku, itupun hanya sedikit yang tertulis disana.
"Apa maksudmu Gu Lang? Aku tidak mengerti, aku berasal dari keluarga Mu, dan kau tau itu bukan? Aku hanya pernah mendengar nama sekte burung surgawi dari buku yang pernah kubaca."
Gu Lang menatap tajam kearah kedua bola mata Bingyan, mencoba mencari adakah kebohongan di sana.
Namun yang dia lihat hanyalah kejujuran, Bingyan mengatakan yang sejujurnya.
Entah Bingyan memang tak ada hubungan dengan sekte burung surgawi, atau Bingyan yang tidak mengetahuinya. Atau ada alasan lain dibalik semua itu.
Tapi yang jelas, saat ini bebannya akam bertambah karena sangat yakin jika Bingyan pasti akan menjadi incaran banyak orang.
"Tidak usah dipikirkan lagi, lebih baik kau istirahat saja." Gu Lang pun kembali ke atas ranjangnya, dan melanjutkan pelatihannya.
Semakin orang yang harus dia jaga, semakin kuat musuh yang harus dia hadapi, semakin besar pula alasan dan dorongan yang membuatnya harus menjadi semakin kuat sesegera mungkin.
Malam yang panjang, Gu Lang lalui dengan berusaha membuka gerbang keduanya, gerbang Tian Shu. Tapi sepertinya memang sesulit itulah untuk membuka gerbang kedua, hingga Gu Lang hanya mampu mengisi setengah bagian selama semalaman penuh. Padahal dia sudah melakukan pelatihan di dalam menara langit, yang dimana perhitungan waktu di dalam sana lebih lambat dari pada di dunia luar.
Mereka bertiga, kini sudah terbangun dari tidur nyenyak mereka dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan.
"Tunggu sebentar." Bong Quan segera berlari menuju ke lantai bawah, dimana tempat persediaan makanan berada.
Karena semua bandit sudah dihabisi oleh Gu Lang semalam, jadi di dalam penginapan itu hanya tersisa mereka bertiga saja. Dan mereka pastinya akan membutuhkan makanan, untuk mengisi kembali energi mereka.
Terlebih lagi, setelah meninggalkan desa ini, butuh waktu berhari-hari untuk mereka sampai di desa lainnya, dan itupun jika mereka beruntung dan bisa menemukannya.
*
__ADS_1
*
Ketiga orang itu pun kini melanjutkan perjalanan mereka, melewati hutan dengan pepohonan besar yang begitu lebat hingga membuat sinar matahari tak mampu menerobos masuk.
Meskipun mereka berjalan di siang hari, tapi gelapnya hutan membuat hari terasa seperti malam. Terlebih lagi keadaan hutan yang begitu sunyi tanpa adanya satupun suara binatang hutan yang terdengar.
Tentu saja hal itu membuat Gu Lang dan Bong Quan menjadi lebih waspada, karena keadaan yang terlalu tenang justru lebih mencurigakan, karena biasanya menyimpan bahaya mengerikan yang tidak terduga.
"Berhenti." Gu Lang menyuruh Bong Quan untuk menghentikan langkahnya, karena dia mendengar sesuatu yang begitu mengusik indra pendengarnya.
Grrr...
Grrr...
Grrr...
"Apa kalian mendengarnya?" tanya Gu Lang pada mereka, dan mereka berdua pun mengangguk mengiyakan.
Gu Lang turun dari kudanya, dan melesat ke arah datangnya suara mencurigakan itu. Bingyan dan Bong Quan pun juga segera menyusul Gu Lang, karena selain mereka juga penasaran, mereka tak mungkin membiarkan Gu Lang pergi sendirian di tempat mengerikan seperti ini.
Saat Bingyan dan Bong Quan sampai ke sumber suara itu terdengar, Gu Lang tampak sudah berada di sana. Namun kedatangannya, jelas sekali membuat sosok monster itu marah dan bersikap waspada.
Tapi kondisi monster itu, terlihat sangat lemah dan memprihatinkan.
"Dia baru saja melahirkan, Hao. Jangan dekati dia dulu, dia akan sangat sensitif." Bong Quan mencegah Gu Lang yang akan mendekati monster naga bumi itu, karena dia tau jelas akan sangat berbahaya jika Gu Lang sampai mendekatinya.
Gu Lang yang memang sudah tau kemampuan Bong Quan pun menurut. Dia berjalan mundur secara perlahan, menjauh dari monster itu hingga makhluk mengerikan itu kembali berangsur-angsur tenang.
Bong Quan melangkah maju mendekati monster naga bumi atau dragon earth itu, setelah makhluk itu kembali tenang dan tidak memasang sikap waspada lagi padanya.
__ADS_1
Dia menempelkan tangannya ke dahi naga itu, seolah tengah berkomunikasi dengan makhluk yang masuk dalam jajaran monster legenda, yang sangat kiat itu.
"Dia diserang oleh musuhnya demi melindunginya anak-anaknya, dia jadi terluka dan sekarat."
Gu Lang menengok dan melihat di belakang naga bumi itu, memang benar ada dua ekor bayi naga bumi yang baru lahir.
"Lalu, kita harus mengobatinya." Gu Lang hendak me cari sesuatu di dalam cincin penyimpanannya, untuk mengobati naga itu.
Tapi Bong Quan hanya menggeleng sebagai pertanda jika luka yang diterima oleh naga itu terlalu parah. Terlebih lagi, racun yang ditinggalkan oleh musuhnya membuat lukanya menjadi semakin parah dan kini waktunya tidak banyak lagi tersisa.
"Dia meminta kita menjaga anak-anaknya. Karena mereka adalah monster tingkat tinggi, kita bisa mengikat kontrak dengan mereka dan menjadikan mereka setia pada kita."
Tentu saja Gu Lang tak akan menyia-nyiakan keberuntungan yang dia dapatkan, secara cuma-cuma itu.
Dia menganggukkan kepalanya dan memulai ritual kontrak darah dengan bayi monster naga bumi itu. Satu untuknya dan satu lagi diberikan untuk Bingyan.
Bukan tak mau, tapi Bong Quan sudah memiliki Pang, dan baginya itu sudah lebih dari cukup. Dia juga tak akan sanggup membayar biaya hidup untuk dua monster sekaligus.
Setelah Gu Lang mengoleskan darahnya di dahi bayi naga itu, seberkas sinar terang muncul di dahi bayi naga itu dan kemudian kembali menghilang, pertanda jika ritual pengikatan kontrak sudah selesai.
"Bong Quan, tanyakan padanya monster mana yang sudah menyerangnya."
Bong Quan mengangguk dan mulai berkomunikasi dengan induk naga bumi yang nyawanya sudah n
berada di ujung tanduk itu. Sampai akhirnya naga itu mati karena luka dalam yang parah, ditambah dengan racun yang monster sialan itu tinggalkan di tubuhnya.
"Dia bilang apa?"
"Kalajengking Hitam."
__ADS_1
Mata Gu Lang membulat sempurna mendengar Bong Quan menyebutkan nama, yang membuat mereka berada di sana saat ini.