
"Luo Luo, apa sekarang aku bisa membuka ruangan alchemist. Aku membutuhkan beberapa pil yang mungkin saja akan berguna nanti."
Luo Luo pun segera mengantarkan tuannya menuju ruangan alchemist setelah melihat plakat giok bertuliskan alchemist yang Gu Lang bawa, sebagai tanda jika dirinya benar-benar sudah lolos dari ujian tadi.
Mereka pun sampaydi depan sebuah pintu besi besar dengan ukiran gambar sebuah bejana, yang Gu Lang ketahui jika itu adalah bejana ilahi.
Gu Lang mengarahkan plakat giok itu ke arah pintu, hingga akhirnya pintu pun terbuka lebar untuk Gu Lang. Dia pun segera melangkah masuk ke dalam ruangan dengan bau obat yang begitu menyengat hidung.
"Pil obat yang tersedia di sini sangat terbatas tuan. Hanya ada beberapa butir untuk setiap jenis obat yang ada, dan itupun level rendah. Karena semua bahan pil level tinggi tidak ada di sini, tapi ada di gudang harta di sekte suci yang mungkin sekarang sudah menjadi reruntuhan."
Gu Lang pun mengangguk, karena tuan tua juga sudah memberitahu dirinya tentang hal itu secara tidak langsung.
Saat di ruang ujian tuan tua mengatakan jika semua bahan obat level tinggi memang ada di gudang harta di sekte suci, dan kemungkinan besat sudah dijarah oleh sekte gelap atau malah tertimbun oleh reruntuhan sekte suci yang pastinya sudah hancur saat penyerangan itu terjadi.
Gu Lang berjalan menuju sebuah rak obat yang ada di ruangan itu, dimana ada beberapa botol obat dengan nama obat yang tertulis di setiap botolnya. Dan lagi-lagi tulisan itu menggunakan huruf dari kehidupan sebelumnya, dan itu juga berarti kalau obat itu adalah buatan tuan tua sebelum dia menjnggal.
"Setidaknya ada pil yang mungkin akan berguna nanti, terimakasih tuan tua." Gu Lang mengambil botol berisi pil berserk, pil energi, pil penyembuh, pil regenerasi dan beberapa pil lainnya ke dalam cincin ruang yang dia dapat saat menjalani ujian di menara langit itu.
Dan di saat itu pula Gu Lang teringat dengan barang-barang lain yang dia dapatkan saat ujian itu, seperti tempurung kura-kura suci dan satu set jubah perang yang dia kira tak berguna pada awalnya.
"Sepertinya aku tak jadi menjual set jubah perang itu, aku akan menggunakannya untuk memusnahkan para bajingan itu!"
Setelah mengambil apa yang dia butuhkan, Gu Lang pun memilih meletakkan bejana ilahi di ruang alchemist itu. Seperti kata tuan tua, dia tak akan mengeluarkan dan memperlihatkan bejana ilahi pada siapapun, sebelum dia cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri dan bejana ilahi.
"Luo Luo aku harus segera pergi, dan bisakah kau menolongku jika aku dalam bahaya? Maksudku membawaku masuk ke menara langit jika aku sekarat."
__ADS_1
Luo Luo pun mengangguk pasti, "Ya tuan, jika hanya tuan seorang Luo Luo masih mampu."
Gu Lang mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada Luo Luo, kemudian memusatkan fokusnya pada dunia luar hingga dia kembali ke dunia nyata.
Dan kini hari sudah siang, karena Gu Lang sudah berada di dalam menara langit selama sepuluh jam lebih, yang berarti sepuluh hari lebih di dalam menara langit.
Tak mau menunggu lama, Gu Lang segera memacu kudanya menuju kediaman keluarga Gu yang jaraknya sudah tidak begitu jauh dan bisa dia capai setidaknya malam hari ini.
*
*
Dan benar saja, saat sang surya sudah tenggelam di ufuk barat sana, Gu Lang juga sudah sampai di depan gerbang rumah keluarga Gu.
Bagaimana tidak marah, jika saat dirinya tiba di depan rumah keluarga Gu, dia justru disuguhkan dengan pemandangan reruntuhan yang sudah terlihat begitu mengerikan.
Terlebih mayat-mayat yang bergelimpangan dengan lautan darah yang hampir mengering, dan bau amis darah serta bau busuk dari tubuh para korban pembantaian itu begitu menusuk hidung.
"Iblis tidak berhati!" Gu Lang sangat marah, dia turun dari kudanya dan berjalan menyusuri setiap reruntuhan untuk mencari tubuh ayahnya.
Air mata sudah menbasahi pipinya, bagaimanapun dia tetaplah manusia yang memiliki hati. Dan melihat betapa mengerikannya gunung mayat di hadapannya saat ini, membuat pikirannya tentang sang ayah yang mungkin saja berada di antara lautan mayat itu sehingga memaksa air matanya untuk mengalir.
Namun dia tak menemukan apa yang dia cari, dan justru menemukan sebuah surat yang di tancapkan di dahi mayat milik tetua agung keluarga Gu dengan sebilah pedang.
Surat itu bertuliskan, "Ayahmu ada di tanganku!"
__ADS_1
Seketika itu juga Gu Lang menjerit histeris karena amarah yang sudah berkecamuk di dalam dadanya. Air mata yang tadinya berwarna bening, kini berubah menjadi air mata darah yang merubah mata Gu Lang menjadi warna merah yang begitu terlihat menakutkan.
Namun demi bisa membalaskan dendam sang ayah dan para anggota keluarganya, Gu Lang pun mencoba sekuat tenaga untuk meredam kekuatan yang bergejolak di dalam hatinya itu.
Karena kini seolah ada seseorang yang ingin menguasai tubuhnya, dan dia sendiri kini kembali ke dalam ruangan gelap dimana dia melihat sosok akar spiritualnya yang terkurung dalam sangkar emas.
Salah satu rantai yang membelenggu sangkar emas itu sudah hancur, dan mungkin itulah alasan kenapa kekuatan akar spiritualnya seolah meledak dan berusaha menguasai tubuhnya.
"Ayolah bocah bodoh, berikan tubuhmu dan akan kubalaskan semua dendammu!"
Gu Lang terdiam mendengar kata-kata sosok hitam itu, namun suara tuan tua kembali terngiang di kepalanya.
"Jangan menjadi iblis karena amarah dan dendam."
"Tidak! Aku tidak akan menjadi iblis hanya karena amarah dan dendam, aku akan membalasakn sendiri dendamku tanpamu. Aku tidak membutuhkanmu, iblis!"
Di saat itu ada seberkas sinar putih yang melayang seperti sebelumnya, dan masuk ke tubuh Gu Lang yang membuatnya kembali ke alam nyata.
Dia sudah mengendalikan auta iblis itu, dan hal itu membuat Gu Lang dalat bernafas lega. Karena dia bisa merasakan seberapa berbahayanya sosok hitam itu, jika dia benar-benar menguasai tubuhnya.
Maka bisa dipastikan kota ini mungkin saja akan hancur di tangannya, dan membuat para rakyat tak bersalah ikut menjadi korban.
Gu Lang menguburkan semua mayat itu dalam satu lubang yang dia buat dengan memukulkan jurus pukulan Sembilan Matahari ke tanah, yang menciptakan sebuah cekungan besar nan dalam karena semakin bertambahnya basis kultivasi Gu Lang.
"Beristirahatlah dengan tenang, meskipun selama ini kalian tak pernah menyukaiku dan selalu menghina juga merendahkanku. Kalian tetaplah keluargaku, aku berjanji aku akan membalaskan dendam kalian."
__ADS_1