
"Jackpot, aku harus mendapatkannya!" Gu Lang memutar roda itu untuk ketiga kalinya.
Dia menunggu roda itu berhenti dengan terus meyakinkan diri, jika jarum itu akan menunjukkan bagian jackpot.
Entah hadiah apa yang tersembunyi di dalamnya, yang pasti itu bukanlah sesuatu yang remeh. Karena hadiah yang biasa saja, sudah sebegitu bagusnya, apalagi hadiah utamanya.
Dan ternyata jarum penunjuk itu benar-benar menunjuk ke bagian jackpot, membuat Gu Lang tersenyum senang dan puas. Hingga sebuah suara kembali terdengar.
"Kau memang orang yang ditakdirkan. Perjalananmu sudah selesai, kau lolos dari ujian menara langit dan menjadi pemilik menara langit yang selanjutnya."
"Pemilik menara langit? Apa maksudnya itu, bagaimana mungkin menara langit ini menjadi milikku?"
Belum usai keterkejutan yang Gu Lang rasakan, dia pun kembali dikejutkan saat dia sudah berada di sebuah ruangan yang dia yakini adalah sebuah kamar tidur yang lengkap dengan semua perabotannya.
Gu Lang mengedarkan pandangannya ke segala arah, untuk mencari tau tempat apa sebenarnya yang tengah dia tapaki itu.
Karena yang dia tau, dia memasuki menara sembilan tingkat atau menara langit itu untuk mengikuti ujian.
Tapi bagaimana mungkin di dalam menara itu justru ada sebuah ranjang besar yang lengkap dengan segala perabotannya.
"Sebenarnya tempat apa ini, apa mungkin ini ilusi lagi?" gumam Gu Lang masih terus memperhatikan segala sesuatu di sekitarnya, untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.
Hingga sebuah suara yang menuntunnya sejka dia masuk ke menara langit itu, tiba-tiba kembali terdengar dan bahkan kini begitu dekat dengannya. Seolah pemilik suara itu berada di belakangnya.
"Ini adalah kamar anda, tuan. Karena anda sudah lolos ujian dan menjadi orang yang terpilih, jadi semua tempat dan segala sesuatu yang ada di menara langit ini adalah milik anda."
Gu Lang berbalik untuk mencari asal suara itu, dan dia terkejut bahkan sampai sedikit melompat karena ada seorang anak kecil di belakangnya.
Anak kecil yang hanya setinggi lututnya itu, kini tengah menundukkan kepala dan memeberi hormat padanya seperti seorang pelayan.
__ADS_1
"Siapa kau?" Gu Lang mundur beberapa langkah sebagai antisipasi. Meskipun yang saat ini berada di hadapannya adalah seorang anak kecil, namun tidak ada salahnya untuk dia bersikap lebih waspada.
Jangan menilai seseorang dari cangkangnya, bisa saja kan makhluk mungil di hadapannya itu hanya imut dari segi penampilan saja.
Tapi siapa yang tau jika apa yang tersembunyi di dalam topeng pria kecil polos, lugu dan imut itu adalah marabahaya yang bisa saja merenggut nyawa.
"Panggil saya Luo Luo, tuan. Saya adalah pelayan anda mulai sekarang, karena menara langit sudah menjadi milik anda."
"Menara langit? Maksudmu menara tempat aku melakukan ujian itu? Lalu sekarang aku ini ada dimana, apa ini juga sebuah ilusi seperti ujian di tangga itu?"
"Tidak tuan. Saat ini tuan berada di pusat menara langit, tempat ini adalah tempat yang dijadikan sebagai tempat tinggal pemilik menara sebelumnya."
Luo Luo pun akhirnya menjelaskan segalanya tentang menara langit, pada Gu Lang.
Menara sembilang tingkat milik sekte bulan sabit itu, sebenarnya bernama menara langit.
Tempat ini sebelumnya difungsikan sebagai menara pelatihan, bagi murid-murid sekte suci di dunia atas atau dunia para dewa.
Dan menara ini adalah milik sekte suci, sebelum sekte suci dihancurkan oleh klan kegelapan.
Tetua sekte mengirim menara ini ke dunia bawah untuk mengamankannya, dan menara ini akan memilih sendiri siapa penerus yang di takdirkan itu.
"Jadi maksudnya aku adalah orang yang terpilih? Tapi kenapa aku?"
"Kalau untuk itu, hamba juga tidak tau tuan. Tapi tuan tua pernah berkata, hanya seseorang dari tempat yang sama dengan tempatnya berasal, yang bisa menaklukkan menara ini."
Dahi Gu Lang mengkerut mendengar penjelasan Luo Luo itu, dia berusaha berpikir dengan keras hingga dia mendapatkan beberapa kesimpulan dari semuanya.
Pertama, dunia yang kini dia tinggali tak lebih hanyalah sebagian kecil dari luasnya dunia ini. Jadi ada tingkatan dunia yang ada di alam semesta itu, dunia bawah tempat dia berada saat ini.
__ADS_1
Dunia tengah atau dunia yang berada pada lapisan kedua, dimana seseorang dari dunia ini yang sudah menembus tingkat kaisar bisa pergi ke sana.
Lalu da dunia atas atau tempat dimana kekuatan tertinggi berada, dan dari sanalah pemilik menara ini berasal.
Kedua, pemilik menara ini kemungkinan adalah orang yang mengalami reinkarnasi, sama seperti Gu Lang.
Dia menyimpulkan seperti itu, karena melihat tulisan yang ada pada gulungan jurus tubuh Wajra yang sempat dia lihat sebelumnya adalah tulisan dari zaman dia berasal.
Yang tentunya berbeda dengan tulisan yang digunakan di dunia kultivator itu.
Dan ketiga, kini menara ini menjadi miliknya karena dia adalah orang terpilih itu.
Tapi yang Gu Lang bingung adalah, kenapa bukan orang yang lolos dari ujian menara ini sebelumnya, yang ditetapkan sebagai orang yang terpilih itu?
"Itu karena mereka yang lolos sebelumnya bukanlah orang yang ditakdirkan, jadi menara hanya menganggap mereka sebagai murid pelatihan yang sedang berlatih di sini, sama seperti yang murid-murid sekte suci dulu lakukan."
Gu Lang sangat terkejut mendengarnya. Jadi selama ini apa yang sekte bulan sabit anggap sebagai ujian hidup mati ini, hanyalah sebuah tempat pelatihan biasa bagi kultivator di dunia atas.
Terlebih banyak nyawa yang sudah melayang di menara ini, dan ternyata hanya untuk sebuah pelatihan? Benar-benar konyol.
"Lalu jika menara ini hanya tempat untuk berlatih, kenapa pemilik sebelumnya sampai membuang menara ini ke dunia bawah untuk mengamankannya?"
"Karena di dalam menara inilah benda yang sekte gelap inginkan, berada."
...*********...
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa, gratis kok.😁...
...Author minta dukungannya ya guys, ini novel fantasi pertama author jadi mohon maaf jika masih banyak kekurangannya dan mohon untuk dimaklumi.🙈🙏...
__ADS_1
...Kalau ada yang ingin memberikan kritik dan saran, silahkan tulis di kolom komentar ya... dan gunakan bahasa yang baik, jika ingin direspon dengan baik juga....
...Terimakasih untuk pembaca semuanya...🙏...