Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 20


__ADS_3

Derasnya hantaman air terjun itu, mengingatkan Gu Lang akan siksaan fisik yang sering dia dapat.


Sedangkan Tornado api dan es yang kini tengah mengobrak-abrik lautan jiwanya, melambangkan siksaan batin yang dia terima seperti hinaan dan cemoohan.


"Aku tidak akan kalah lagi! Aku akan menjadi kuat! Menjadi yang terkuat dan berdiri di puncak menara kultivasi!"


Gu Lang berteriak, untuk membakar semangat dan tekadnya untuk menyelesaikan ujian ini, dan melatih diri untuk melebihi batasnya dan menjadi semakin kuat.


Jiwa Gu Lang tersedot masuk kedalam pertarungan dua pusaran itu, dan itulah kengerian yang sesungguhnya.


Jiwanya tercabik-cabik, namun kemudian pulih kembali dengan cepat karena efek penyembuhan dari air terjun giok. Dan hal itu terus berlanjut, seolah tak akan berhenti hingga jiwa Gu Lang benar-benar hancur.


Teriakan kesakitan dari Gu Lang, juga terdengar begitu memilukan.


Hingga tubuh Gu Lang yang tengah di hantam dengan derasnya guyuran air terjun itu, memancarkan gelombang energi yang begitu dahsyat.


"Aaarrrghh!"


Bersamaan dengan teriakan Gu Lang yang begitu keras itu, pancaran gelombang energi tampak keluar dari tubuh Gu Lang dan membumbung tinggi.


Mata Gu Lang berubah warna menjadi merah darah, dan memancarkan aura yang begitu menekan dan mengerikan.


Seolah ada iblis kuat yang baru terbangun dari tidur panjangnya.


Gelombang energi itu terus memancar keluar tanpa henti, hingga terdengar suara sebuah ledakan besar.


Bersamaan dengan ledakan yang mampu menghancurkan dinding di belakang air terjun itu, Gu Lang juga melesat keluar dari sana.


"Ini gila! Rasanya aku seperti di siksa selama ribuan tahun, itu benar-benar mengerikan!"


Gu Lang kembali mengingat, saat-saat dimana ada sesuatu dari dalam tubuhnya yang memaksa untuk keluar, hingga mengeluarkan gelombang energi yang begitu mengerikan tadi.


Dia memang menerobos level, dan mencapai level sembilan. Namun Ledakan energi tadi, bukanlah berasal dari kenaikan levelnya, melainkan dari sesuatu yang bersarang di dalam tubuhnya.


Dia sendiri tak tau apa itu, tapi yang dia tau apapun itu pasti sangat berbahaya jika dia benar-benar muncul.

__ADS_1


Gu Lang melihat punggung tangannya dan mendapati angka nol di sana, yang artinya dia sudah berhasil menyelesaikan ujiannya. Gu Lang tersenyum puas, dan benar saja, sesaat kemudian suara itu kembali terdengar.


"Selamat, kau sudah lolos di ujian ke enam. Perjalananmu menuju puncak semakin dekat."


Bersamaan dengan hilangnya suara itu, pemandangan di sekitar Gu Lang juga berubah.


Dia kembali berada di tengah altar, dan di depannya sudah terdapat satu set baju perang.


"Baju perang? Sepertinya benda ini tak akan berguna. Tapi sudahlah, bisa kujual saja nanti." Gumamnya.


Dengan langkah tegas dan pasti, Gu Lang berjalan menuju tangga dan menaikinya.


Tersisa tiga ujian terakhir yang harus Gu Lang lewati, juga penentu apakah dia akan berhasil menaklukkan menara langit ini atau tidak.


Entah ujian macam apa lagi yang menunggunya, tapi mau sesulit apapun ujian yang akan dia hadapi, Gu Lang tidak takut dan dia yakin jika dia mampu.


Kini, Gu Lang sudah berada di tengah-tengah altar lantai ke tujuh. Menunggu ujian apa yang akan dia terima kali ini.


"Selamat datang di ujian ketujuh, putar rodanya dan lihat apa yang kau dapatkan. Kau punya tiga kali kesempatan, hadiah atau hukuman yang kau dapatkan tergantung pada keberuntungan dan keyakinanmu."


Mendengar suara itu, Gu Lang mengerutkan dahinya bingung. Namun saat sebuah roda putar muncul di hadapannya, Gu Lang pun mengerti maksudnya.


Bahkan ada juga bagian yang bertuliskan jackpot, entah apa maksudnya dan apa yang akan Gu Lang dapatkan, jika jarum rodanya nanti berhenti di sana.


Tak mau menunggu lama, Gu Lang pun memutar roda keberuntungan itu.


Roda itu mulai berputar dengan cepat, menimbulkan rasa penasaran dan juga terselip sedikit rasa cemas di hati Gu Lang.


Hingga putaran roda itu kian melambat dan terus melambat, jarum penujuk pun akhirnya berhenti di salah satu bagian bertuliskan petir langit, membuat Gu Lang manautkan alisnya bingung.


"Petir langit? Apa ini sebuah hadiah, atau—"


Belum selesai Gu Lang bergumam, sebuah awan hitam tiba-tiba saja muncul di atas kepalanya.


Awan itu memunculkan sambaran kilat yang terdengar menggelegar, dan tentu saja hal itu cukup membuat Gu Lang tau jika itu bukanlah suatu pertanda baik tentunya.

__ADS_1


Dan benar saja, sesaat setelahnya petir mulai menyambar tubuhnya. Membuat Gu Lang menjerit kesakitan, dan sialnya petir itu tak hanya menyambar tubuhnya sekali atau dua kali.


Teriakan Gu Lang terus terdengar hingga sampai pada sambaran ke sembilan, dan kini tubuh Gu Lang sudah berwarna hitam akibat sambaran petir yang menggila itu.


Bajunya sudah robek di sana sini, rambutnya berdiri tegak layaknya sebuah menara di tambah dengan wajahnya yang masih menahan keterkejutan akibat serangan mendadak tadi.


"Petir sialan!" gumam Gu Lang dengan kesal.


Setelah mengatur nafasnya, Gu Lang kembali memutar roda itu untuk yang kedua kalinya.


Dan kali ini entah hukuman macam apa lagi yang akan dia dapat, atau justru kali ini dia akan mendapatkan hadiah.


"Kali ini aku akan mendapatkan hadiah yang bagus, bukan sebuah sambaran petir!"


Gu Lang mengepalkan erat tangannya.


Roda kembali berputar cepat, hingga akhirnya berhenti pada sebuah bagian bertuliskan, "Cangkang kura-kura suci"


"Cangkang kura-kura suci? Lelucon apa lagi ini?" batin Gu Lang.


Dan sesaat kemudian, sebuah cangkang kura-kura kecil seukuran dengan kepalan tangannya tiba-tiba saja muncul di hadapannya.


Dengan sebuah penjelasan detail tentang kegunaan benda itu, yang menyertainya.


"Cangkang kura-kura suci bisa menjadi pelindung dalam keadaan genting. Cangkang ini bisa menahan tiga serangan dari kultivator di tingkat Raja, atau satu serangan seorang tingkat Kaisar."


Sontak saja hal itu membuat Gu Lang merasa dirinya sangat beruntung, karena ternyata cangkang itu sangat berguna.


Jika dia bertemu dengan musuh setingkat Raja atau bahkan Kaisar, dia pasti bisa lolos.


"Ternyata aku mendapatkan sebuah hadiah yang sangat bagus, apa mungkin ini karena keyakinan? Apa yang kudapatkan sesuai dengan keberuntungan dan keyakinanku." Gumam Gu Lang yang akhirnya mengerti, kenapa di putaran pertama dia mendapatkan sebuah hukuman.


Itu karena ada sedikit rasa cemas yang terselip di hatinya, yang justru membuatnya mendapatkan sebuah hukuman.


Dan kini dia mulai mengumpulkan keyakinannya, dia harus mendapatkan hadiah terbesar dari roda putar itu di putaran ketiganya.

__ADS_1


Gu Lang memutar roda itu untuk ketiga kalinya.


"Jackpot, aku harus mendapatkannya!"


__ADS_2