
Sedangkan di dalam ruangan tetua pertama menyeringai dan tertawa, lalu bergumam, "Bunuh dia. Bunuh Xi Peng tidak berguna itu, dan setelahnya aku yang akan membunuh kalian untuk mencuci darah di tanganku!"
Gu Lang yang keluar paling akhir, masih bisa mendengar ucapan tetua gila itu dan dia pun bersumpah, "Dasar pak tua serakah! Kau sudah bau tanah tapi masih menginginkan kedudukan dan kekuasaan? Bahkan menggunakan cara licik seperti itu? Tunggu saja pak tua, aku akan membunuhmu dengan cara yang paling menyakitkan!"
Gu Lang yang tadi masih mendengar dari balik pintu pun segera menyusul para elite lainnya, yang sudah bisa dia pastikan jika mereka semua mau tak mau harus menuruti perkataan pak tua brengsek itu.
Saat mereka kembali melewati lorong panjang itu, Xi Guan memberikan sesuatu pada salah satu elite itu yang Gu Lang tak tau apa itu.
"Hancurkan giok ini untuk memberikannya sinyal pada master array, agar dia menonaktifkan arraynya. Dan ini, hancurkan ini jika kalian dalam bahaya (hampir tertangkap).
"Baik." Elite itu pun mengangguk dan mengajak para elite, termasuk Gu Lang untuk mendiskusikan rencana pembunuhan itu.
Dan ternyata para elite itu memiliki ruang pribadi mereka sendiri di kediaman itu, yang biasa mereka pakai juga saat sedang menyusun rencana untuk menyelesaikan misi yang kepala keluarga titahkan pada mereka. Tapi naasnya kini ruangan itu akan mereka gunakan untuk mendiskusikan rencana pembunuhan terhadap sang kepala keluarga, sangat miris.
"Bagimana sekarang, Cong? Apa kita tetap akan melakukan misi gila ini?" tanyanya pada orang yabg sedari tadi menjadi juru bicara para elite, yang bernama Xi Gang Cong.
"Kalau tidak, memangnya apa yang bisa kita lakukan? Kalian dengar sendiri bukan? Tetua pertama menyandera keluarga kita." Cong mengusap kasar wajahnya dan memperhatikan wajah temannya itu satu persatu kemudia berkata, "Apa kalian ingin anak istri kalian mati di tangan tetua pertama?" tanyanya yang tentu saja membuat semuanya menggelengkan kepala.
Semua orang tampak begitu tak berdaya, termasuk Gu Lang. Meskipun begitu, Gu Lang memasang wajah tak berdaya yang menyedihkan itu hanya demi totalitas aktingnya saja.
Karena pastinya akan aneh jika Gu Lang bersikap biasa saja mendengar hal yang seharusnya membuatnya menangis, takut, dan merasa tidak berdaya. Sedangkan yang lainnya juga memasang wajah itu, maka dari itu Gu Lang juga harus dan mau tidak mau memperlihatkan wajah yang menurutnya menggelikan itu.
__ADS_1
"Kalau begitu, tidak ada lagi alasan untuk kita bisa menolak perintahnya kan? Lagipula semuanya akan baik-baik saja.
Bukankah kalian juga sudah dengar sendiri, kalau tetua pertama akan menjadikan si pendekar bertopeng itu sebagau kambing hitam. Itu artinya kita akan baik-baik saja dan tidak akan dicurigai.
Gu Lang yang mendengar kata-kata itu pun berucap dalam hati, "Haish... tadinya aku sempat berpikir untuk memberitahu kalian tentang giok itu, dan membiarkan kalian hidup. Tapi sayangnya, kalian tidak pantas untuk mendapatkan pengampunan dan belas kasihan dariku!"
Meskipun hanya level dua, ssebagai seorang alchemist tentu saja Gu Lang tau jika giok kedua itu bukanlah sebatas giok biasa.
Alasan Xi Guan mengatakan untuk menggunakan giok itu hanya di saat mereka dalam bahaya, atau lebih tepatnya saat mereka akan ketahuan. Tidak lain hal itu hanya untuk membunuh mereka tanpa harus turun tangan sendiri.
Giok itu disebut giok racun. Seperti namanya, giok itu mengandung racun mematikan yang akan menyebar saat giok itu pecah. Benda itu adalah benda yang sangat mahal dan sulit dipatkan.
Keistimewaan giok racun adalah, hanya para alchemist dan ahli pengobatan lah yang bisa membedakan mana giok racun dan yang mana giok komunikasi.
Giok yang Xi Guan berikan tadi, yang pertama memang benar kalau itu adalah sebuah giok komuniksi, namun giok kedua sudah pasti adalah giok racun tingkat tinggi. Tingkatan giok itu dapat dilihat dari tingkat ketebalan asap racunnya.
Akhirnya mereka, kecuali Gu Lang tentunya mulai menjalankan peranan masing-masing, sesuai Xi Gang Cong atur untuk mereka. Dan entah kebetulan atau memang karena kemampuan Gu Lang yang cukup mumpuni, dia pun kebagian jatah dalam eksekusi.
Gu Lang akan menjadi eksekutor, bersama dengan Xi Gang Cong dan Xi Deng An. Sedangkan dua lainnya bertugas untuk mengamati keadaan, dan meberikan tanda jika ada orang yang mendekat saat mereka mulai beraksi.
"Haish, kenapa aku malah jadi harus bermain peran seperti ini?" gerutu Gu Lang dalam hati.
__ADS_1
Tapi dia tetap akan mengikuti rencana awalnya yaitu terima beres, alias dia tak perlu melakukan apapun. Saat eksekusi nanti, dia tak akan membantu Cong dan Deng untuk membunuh kepala keluarga, melainkan hanya akan menjadi pemandu sorak yang menerima hasil dari perang saudara yang mereka lakukan.
Karena dia juga memiliki misi lainnnya, yaitu menghabisi nyawa para tetua keluarga Xi di saat array itu dinonaktifkan, terutama tetua pertama yang sudah berani berniat menjadikannya kambing hitam. Jadi bukankah akan lebih baik, jika dia wujudkan saja saja hal itu?
Kini Gu Lang kedua elite lainnya sudah berada tepat di atas atap kamar milik kepala keluarga. Dan akhirnya Cong memberikan dua pil pada Gu Lang dan Deng, yang tidak lain merupakan pil penawar racun pelumpuh tulang yang akan dia gunakan untuk melumpuhkan kepala keluarga.
"Minumlah ini sebelum kita beraksi."
"Cih! Apa gunanya pil tingkat rendah ini? Pil anti racun milik tuan tua bahkan lebih ampuh daripada itu, aku jadi kebal terhadap segala racun meski hanya dalam waktu singkat." Batin Gu Lang yang berpura-pura menelan pil itu dihadapan Cong dan Deng agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Cong membuka celah di antara atap ruangan itu dan melemparkan bungkusan berisi racun pelumpuh ke dalam ruangan itu.
Dan setelah yakin jika racun itu sudah bereaksi, mereka berdua pun segera turun setelah tadi menghancurkan giok komunikasi sebagai kode pada si master array agar membaktikan arraynya.
Namun tentu saja Gu Lang tak ikut turun ke bawah sana, melainkan langsung menuju ke tempat tetua lain berada saat ini.
Gu Lang menghabisi satu persatu tetua keluarga Xi dengan begitu mudah, hingga kinj hanya tetua pertama lah petinggi keluarga Xi terakhir yang ingin Gu Lang lenyapkan.
Gu Lang berjalan menuju ruangan dimana dia di panggil oleh tetua pertama tadi, untuk mencari pak tua sialan itu.
Brak!
__ADS_1