
"Ambillah bejana ini dan lakukan tugasmu. Kau harus ingat satu pesan dariku, anak muda. Jangan pernah menjadi sombong karena kekuatan, jangan menjadi iblis karena keserakahan dan dendam, jangan lupa diri karena takhta dan kedudukan."
Gu Lang pun mengangguk menerima wejangan dari tuan tua. Dia membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat, namun saat Gu Lang mengangkat kepalanya tuan tua sudah menghilang dari hadapan Gu Lang.
"Kemana perginya tuan tua?" Gu Lang celingukan mencari ke setiap sudut tempat itu, namun dia tetap saja tak menemukan sosok yang dia cari.
Pandangannya terpaku pada sebuah plakat giok yang ada di atas batu, tempat dimana tadi tuan tua duduk. Akhirnya Gu Lang pun mengambil plakat giok itu dan memutuskan untuk keluar dulu dari ruang ujian itu, dan menemui Luo Luo.
Saat Gu Lang keluar dari ruangan ujian, Luo Luo ternyata sudah berdiri di depan pintu seolah memang selalu ada di sana dan menunggu Gu Lang.
"Bagaimana tuan, apa tuan lolos ujian?" tanyanya.
Gu Lang menunjukkan plakat giok di tangannya pada Luo Luo sambil tersenyum, "Apa kau sudah menunggu di sini sejak tadi?" tanya Gu Lang.
"Tidak tuan, saya menunggu di sini sejak tuan masuk. Dan saya tidak beranjak dari sini sampai tuan keluar." Jawab Luo Luo yang masih dengan wajah datarnya, seolah memang tak ada ekspresi lain yang dia miliki
Tentu saja Gu Lang terkejut mendengar pengakuan Luo Luo, memangnya dia tidak butuh istirahat? Itulah yang Gu Lang pikirkan.
"Apa kau tidak istirahat sama sekali?"
"Luo Luo bukan manusia, tuan. Jadi Luo Luo tidak butuh istirahat." Gu Lang pun semakin terkejut dan bingung mendengar kata yang keluar dari mulut bocah kecil itu.
Bagaimana bisa Luo Luo bilang jika dirinya bukanlah manusia, sedangkan tubuhnya memanglah berwujud manusia. Lalu sebenarnya makhluk apakah Luo Luo itu? Itulah yang membuat Gu Lang penasaran.
__ADS_1
"Luo Luo adalah boneka jiwa yang pertama buatan tuan tua."
Alis Gu Lang bertaut. Boneka jiwa? Benda apa lagi itu, di negeri Canglan ini sepertinya tidak pernah ada boneka jiwa. Lagipula bagaimana bisa ada boneka yang bisa semirip itu dengan manusia, bahkan kulitnya pun juga terlihat seperti kulit manusia asli.
"Boneka jiwa? Bagaimana bisa ada boneka seperti ini?" Gu Lang menyentuh lengan Luo Luo, dan kulitnya benar-benar kulit manusia.
Luo Luo pun akhirnya menjelaskan semuanya. Cerita yang cukup panjang menurut Gu Lang, tapi kini dia cukup tau jika Luo Luo adalah boneka sekaligus anak laki-laki dari tuan tua.
Luo Luo adalah anak dari tuan tua, yang sudah meninggal karena di bunuh oleh musuh dari tuan tua. Saat itu tuan tua sangat terpuruk dan marah, dia mendatangi markas orang yang sudah membunuh anaknya dan melimpahkan semua amarahnya pada mereka.
Saat itu bahkan tuan tua hampir saja mati karena dia datang seorang diri ke markas musuh yang memiliki kekuatan hampir setara dengannya, di tambah jumlah mereka yang tidak sedikit.
Tapi untuk saja ada seseorang yang datang dan membantu tuan tua di saat genting, orang itu adalah seorang pembuat boneka jiwa yang sangat hebat. Dia menyelamatkan tuan tua dengan boneka jiwa miliknya, dan membawa tuan tua pergi ke gua tempat dia mengasingkan diri.
Hanya satu kekurangannya, yaitu boneka tetaplah boneka. Dia hanyalah sebuah benda yang tak memiliki perasaan, dan tentu saja dia tetaplah bukan anak tuan tua yang asli.
Hanya raganya saja yang bisa menjadi pengobat rindu bagi tuan tua saat dia merindukan putranya. Dia juga tak pernah memperlakukan Luo Luo seperti seorang pelayan, dia selalu menganggap Luo Luo adalah anaknya.
Bahkan di saat kekacauan terjadi di sekte suci, orang pertama yang tuan tua selamatkan dan lindungi adalah dirinya. Tuan tua yang kabur dalam keadaan sudah terluka parah, membuat sebuah mekanisme di menara langit ini saat mengingat perkataan pak tua itu tentang kekacauan dunia di masa mendatang.
Pembuatan menara ini semakin membuat kondisi tuan tua parah, dia memutuskan untuk menghancurkan pelatihannya agar dirinya bisa turun ke dunia bawah dengan membawa menara langit, Luo Luo, dan benda yang sekte gelap inginkan yang dia sembunyikan di menara langit.
Karena tidak adanya ahli pengobatan yang mampu menyembuhkan tuan tua, di dunia bawah ini. Akhirnya tuan tua yang sudah sekarat menyegel jiwanya di menara langit ini, hanya agar dia bisa melihat dan melatih orang yang terpilih itu.
__ADS_1
Gu Lang mengangguk mengerti, dan kini situasinya hampir sama dengan tuan tua. Kemungkinan besar keluarganya benar-benar sudah musnah, dan dia juga bertekad untuk menghancurkan siapapun yang sudah berani melakukan hal biadab itu.
"Aku sudah mengecewakan harapan tuan tua, Luo Luo. Dia berekspektasi tinggi dengan kemampuan alchemistku, tapi aku tak bisa memenuhi ekspektasinya. Bahkan aku baru berhasil membuat pil level satu dalam sepuluh kali percobaan."
Gu Lang menghela nafas kasar, saat kembali mengingat tuan tua.
"Sepuluh kali percobaan itu sudah sangat bagus, tuan. Bahkan tuan tua saja butuh hampir lima puluh kali lebih pada percobaan pertamanya untuk membuat pil level satu."
Seketika itu rasanya Gu Lang tertimpa batu besar seberat ribuan ton, yang menghimpit tubuhnya. Benarkah apa yang Luo Luo katakan? Lalu kenapa tuan tua berkata seperti itu padanya tadi.
"Tapi tuan bulang seharusnya aku bisa menghasilkan pil level dua atau bahkan level tiga pada percobaan pertamaku."
"Tuan tua selalu saja seperti itu, dia memang suka bercanda."
Lagi dan lagi Gu Lang dikejutkan dengan kenyataan yang Luo Luo lontarkan, bahkan rasa simpati yang tadinya sempat Gu Lang rasakan pada tuan tua hilang dan lenyap begitu saja.
Mengingat wajah datar tuan tua, bahkan saat dia mengatakan sebuah kebohongan bertopeng candaan padanya. Terlebih setelah Luo Luo mengatakan tak mungkin ada seorang alchemist yang bisa membuat pil level dua pada percobaan pertamanya, bahkan di dunia atas sekalipun.
"Sial, aku dikerjai oleh pak tua itu. Sekarang sepertinya aku tau kenapa wajahmu selalu datar. Sepertinya bukan hanya karena kau adalah boneka jiwa, tapi lebih karena gen pak tua itu."
Meskipun sedikit kesal, Gu Lang tetap saja berterimakasih pada bimbingan tuan tua yang membuatnya bisa meningkatkan kekuatan sesignifikan ini.
"Luo Luo, apa sekarang aku bisa membuka ruangan alchemist. Aku membutuhkan beberapa pil yang mungkin saja akan berguna nanti."
__ADS_1