
"Akhirnya aku berhasil juga." Gu Lang mengambil pil penguat buatannya dengan hati senang, "Tuan tua, aku sudah berhasil membuatnya. Tapi maaf, aku butuh sepuluh kali percobaan, dan hanya menghasilkan pil level satu."
Padahal dia tidak tau saja, kalau tuan tua sudah sangat terkejut karenanya.
"Apa?! B-bagaimana bisa dia sudah berhasil melakukannya hanya dalam sepuluh kali percobaan?" batin tuan tua yang begitu terkejut dengan perkembangan Gu Lang.
Jika dulu dia di sebut sebagai jenius di bidang alchemist karena hsnya butuh lima puluh kali lebih percobaan di pelatihan pertamanya, jadi bisa dikatakan jika Gu Lang adalah seorang jenius dari para jenius yang ada.
Awalnya tuan tua memprediksi jika Gu Lang akan berhasil dalam seratus kali atau bahkan lebih percobaan, tapi ternyata Gu Lang bahkan hanya butuh sepuluh kali percobaan saja.
"Tuan tua? Apa anda kecewa padaku?" tanya Gu Lang pada tuan tua yang malah melamun, entah apa uang dia lamunkan.
"Ekhem! Ya, tentu saja aku kecewa padamu. Kau membutuhkan sepuluh kali percobaan hanya untuk pil level satu." Untuk menutupi rasa malunya, tuan tua pun berakting, "Tapi tidak apa-apa, itu sudah cukup baik untuk seorang pemula sepertimu. Lanjutkan saja pelatihanmu."
Meskipun Gu Lang merasa tidak enak hati karena sudah mengecewakan tuan tua, dia tetap mengikuti perkataan tuan tua dan kembali berlatih membuat pil.
Karena dia juga membutuhkan pil itu dalam jumlah banyak, agar bisa dia gunakan untuk membantu pelatihannya dalam memperkuat pondasi dasar kultivasinya.
Percobaan demi percobaan pun Gu Lang lakukan, ada beberapa kali percobaan dimana Gu Lang kembali gagal dalam membuat pil dan itu membuatnya sedikit kesal.
Tapi pada percobaan yang ke sekian kalinya, akhirnya Gu Lang menghasilkan satu pil dengan dua garis di atasnya. Benar, pil level dua.
"Tuan tua, aku berhasil membuat pil level dua." Gu Lang memberitahukan hal itu ada tuan tua, yang sejak tadi menutup matanya sambil duduk bersila di atas batu besar di sampingnya.
Sontak saja ucapan Gu Lang membuat tuan tua langsung membuka matanya lebar-lebar, dan menoleh pada Gu Lang dengan terkejut meskipun raut wajahnya tetap saja datar tanpa ekspresi.
__ADS_1
"L-level dua? Apa dia ini masih manusia, atau dia cucunya Albert Einstein di kehidupan sebelumnya?" batin tuan tua.
Bagaimana dia tau tentang Albert Einstein? Tentu saja karena dia juga berasal dari tempat yang sama dengan Gu Lang, alias dia juga mengalami perpindahan ruang dan waktu.
Bedanya, jika Gu Lang berpindah ruang dan waktu karena sebuah kecelakaan. Tuan tua ini berpindah ruang dan waktu tanpa sebab, alias dia yang baru bangun tidur tiba-tiba saja sudah berada di dunia ini.
Dan yang lebih parahnya lagi, dia berubah menjadi seorang bayi kecil yang baru di lahirkan. Jadi bisa di bilang, tuan tua sudah berada di dunia ini sejak dia masih bayi meskipun dia tetap memiliki ingatan di kehidupan sebelumnya.
"Apa itu artinya aku sudah menjadi seorang alchemist level dua, tuan tua?" tanya Gu Lang dengan bersemangat.
Gu Lang juga menyadari, selama dirinya berlatih membuat pil, aura langit dan bumi juga berkumpul dan memenuhi dantiannya.
Jadi di samping berlatih pil, Gu Lang juga merasakan jika dirinya tengah berlatih kultivasi. Bisa di bilang, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.
Tuan tua pun hanya menganggukkan kepalanya, karena dia sendiri sangat kaget dengan perkembangan Gu Lang yang sangat cepat itu.
"Masa depan anak ini, benar-benar tidak terbatas. Sepertinya memang benar apa di ramalkan oleh pak tua itu, dialah yang akan menyelamatkan dunia dari kehancuran." Tuan tua mengingat ramalan yang pernah seseorang katakan padanya dulu.
Pernah ada seseorang yang mengatakan pada tuan tua, sebuah ramalan yang mengatakan suatu saat nanti dunia ini akan berada dalam peperangan besar yang akan menghancurkan seluruh kehidupan yang ada.
Tapi akan ada seseorang yang bukan berasal dari dunia ini yang datang untuk mencegah kehancuran dan mendamaikan dunia, seorang dewa dengan kekuatan luar biasa dan takdir yang tidak bisa di baca.
Seseorang tanpa takdir, atau seseorang yang tidak memiliki garis takdir sehingga setiap keputusan yang dia ambil akan menentukan takdir dirinya sendiri kedepannya.
Awalnya tuan tua sempat berpikir jika orang itu adalah dirinya, namun nyatanya sampai penghujung hidupnya pun itu semua tak pernah terjadi.
__ADS_1
Maka dari itu dia membuat menara langit ini dan menunggu orang yang ditakdirkan untuk datang, setidaknya itulah bantuan yang bisa dia berikan pada seseorang yang akan menjadi pendamai di saat kehancuran terjadi.
Dan kini dia yakin, jika Gu Lang lah orang yang pak tua itu maksudkan. Seseorang yang takdirnya tak bisa dibaca, dan segala tindakan juga pilihan yang dia buat akan menentukan takdirnya.
"Sekarang aku percaya padamu, pak tua. Ternyata memang benar, di atas langit masih ada langit yang lebih luas dan tinggi. Aku hanyalah seekor katak dalam tempurung, seperti yang sering kau katakan." Batin tuan tua.
Dia yang sudah dikatakan sebagai jenius di antara para jenius saja, masih kalah dari Gu Lang dalam hal kecepatan berlatih dan pemahaman.
"Karena kau sudah lulus ujian alchemist, sekarang kau bisa mulai berlatih dasar kultivasi dengan memanfaatkan pil buatanmu." Setelah Tuan tua mengatakan hal itu, dia pun kembali memejamkan matanya masih dengan posisi duduk bersila di atas batu besar itu.
Gu Lang pun segera memulai pelatihannya. Dia mulai melatih dasar kultivasinya, setelah menelan satu pil penguat buatannya tadi.
Gerakan demi gerakan dalam jurus dasar kultivasi pun, Gu Lang peragakan dengan sungguh-sungguh.
Bersamaan dengan setiap gerakan yang Gu Lang lakukan, di saat itu juga aura langit dan bumi mengisi dantiannya.
Dan setiap aura langit dan bumi yang masuk ke tubuhnya, membuat Gu Lang merasakan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan aura yang begitu menyegarkan.
Kekuatannya yang sempat terkuras saat berlatih alchemist, perlahan mulai terisi kembali.
Selama beberapa hari, Gu Lang terus melatih dasar kultivasi, berlatih alchemist dan juga mempercepat perkembangannya dengan berlatih di sungai es.
Terhitung sudah genap sepuluh hari ini, Gu Lang berlatih. Dan hari ini dia bertekad harus bisa menembus level Raja, dan segera menyelamatkan ayahnya.
Namun semakin tinggi basis kultivasi Gu Lang, semakin menyakitkan pula proses pelatihannya yang menggunakan media sungai es itu.
__ADS_1
Juga semakin tinggi basis kultivasi Gu Lang, semakin lama pula waktu yang dia butuhkan untuk mengisi penuh dantiannya dan melakukan terobosan.