
Namun semakin tinggi basis kultivasi Gu Lang, semakin menyakitkan pula proses pelatihannya yang menggunakan media sungai es itu.
Juga semakin tinggi basis kultivasi Gu Lang, semakin lama pula waktu yang dia butuhkan untuk mengisi penuh dantiannya dan melakukan terobosan.
Aura langit dan bumi yang terserap masuk ke dalam dantiannya semakin banyak. Dan tentu saja itu membuat tekanan dalam tubuh Gu Lang juga semakin besar, serta efek sungai es pada tubuh Gu Lang juga semakin besar seiring bertambahnya basis kultivasi Gu Lang.
"Sakit sekali!" Gu Lang yang sudah tak kuat lagi dengan tekanan itu pun, segera menekan pil penguat dan gilanya dia mulai melatih dasar kultivasinya sambil berendam di sungai es.
"Apa anak itu sudah gila?" Bahkan Tuan tua yang melihat hal itu, sampai kehabisan kata-kata.
Dulu saat dia berlatih dengan metode yang sama, dia bahkan tak mampu bertahan di dalam sungai es selama Gu Lang.
Tapi kini Gu Lang dengan gilanya, mulai memperagakan gerakan demi gerakan dasar di dalam air es yang serasa menggerogoti tulang itu? Benar-benar gila.
Setiap kali gerakan dia peragakan, setiap itu pula Gu Lang berteriak menahan rasa sakit pada tulangnya yang seolah digerogoti dan terasa akan membeku.
Akhirnya Gu Lang mencoba menetralisirnya dengan mengalirkan api iblis di sekitar tubuhnya, dan cara itu sepertinya sedikit berguna.
Karena setidaknya rasa sakit yang dia rasakan sudah jauh berkurang dari sebelumnya, meski masih terasa begitu menyiksa dan menyakitkan.
Gu Lang sudah bisa merasakan dantiannya akan segera penuh, yang menandakan dirinya akan segera menerobos. Butuh waktu dua hari penuh, bagi Gu Lang untuk memenuhi dantiannya dengan aura langit dan bumi.
"Tingkat Raja, aku datang!" Gu Lang semakin bersemangat berlatih di dalam sungai es itu, meskipun itu sama saja dengan menyiksa diri sendiri.
Tapi Gu Lang sama sekali tidak perduli dengan hal itu, karena yang dia pikirkan saat ini hanyalah bagaimana cara untuk membalaskan dendam keluarganya jika apa yang berita itu katakan memanglah sebua kebenaran.
__ADS_1
Hingga akhirnya sebuah aura berwarna merah memancar keluar dari tubuh Gu Lang, bersamaan dengan suara jeritan keras dari Gu Lang yang merasakan dantiannya seolah dikoyak dengan gilanya, kemudian pulih kembali secara perlahan dan menjadi semakin besar.
"Aaarrrghh!"
Tuan tua yang menyaksikan itu sedikit terkesiap, melihat aura yang berkecamuk dengan tidak terkendali dari tubuh Gu Lang.
Karena adanya aura iblis dalam tubuh Gu Lang, membuat setiap peningkatan basis kultivasi yang Gu Lang alami terasa semakin menyakitkan.
Meskipun begitu, sisi baiknya adalah Gu Lang menjadi lebih kuat daripada orang lain yang berada di tingkatan dan level yang sama dengannya.
Dalam kondisi Gu Lang saat ini, dia bahkan mampu mengalahkan musuh di tingkat raja level dua atau bahkan tiga.
Dan mungkin juga dia masih bisa bertahan dalam pertarungan dengan musuh di level empat tingkat raja.
"Benar-benar anak muda yang penuh semangat dan ambisi. Semoga saja ambisimu membuatmu memilih jalan yang benar, karena jika kau memilih jalan yang salah maka kaulah yang akan menjadi dewa kehancuran yang sebenarnya." Gumam tuan tua yang masih melihat proses naik tingkat Gu Lang yang begitu membuatnya berdecak kagum.
Tapi setidaknya itu juga sejalan dengan kekuatan Gu Lang, yang lebih kuat daripada orang biasa.
Akhirnya pancaran aura itu pun perlahan meredup dan hilang. Gu Lang membuka matanya dan merasakan seluruh tubuhnya seolah mendapatkam suplemen, yang membuat tenaganya kembali pulih.
Padahal pelatihannya selama dua hari belakangan tanpa jeda, benar-benar membuat energinya terkuras habis dan membuat dia amat sangat kelelahan.
Tapi dengan kenaikan tingkat ini, energinya benar-benar pulih bahkan dia merasa lebih bugar.
"Mari kita coba kekuatan dari level raja." Gu Lang mengarahkan telapak tangannya ke arah sebuah batu besar yang ada di sungai es itu, "Jurus Tapak Naga!"
__ADS_1
Seketika itu juga, aura berwarna merah gelap berbentuk tapak naga melesat cepat menuju batu itu dan meledakkannya. Suara berdebum yang sangat keras pun terdengar bersamaan dengan pecahnya bebatuan itu, menjadi serpihan-serpihan yang sangat kecil.
"Wow, jadi begini kekuatan level Raja? Padahal aku hanya menggunakan lima puluh persen kekuatan saja, benar-benar keren." Gu Lang menatap telapak tangannya, seolah tidak percaya jika dia bisa meningkat dengan begitu pesat dalam waktu singkat.
Dia bahkan sudah berpikir untuk menggunakan metode pelatihan ini lagi kedepannya, karena memang benar sangat efektif meskipun menyakitkan.
"Sungai es tidak akan lagi berefek padamu sekarang. Jika kau terus menggunakannya, itu percuma dan bisa saja malah membuat nyawamu melayang secara perlahan." Ujar tuan tua.
Dia turun dari atas batu, berjalan perlahan ke arah Gu Lang dengan langkah yang pelan tapi begitu berwibawa.
"Kau tidak lupa ucapanku kan? Pelatihan dengan metode sungai es ini bisa mengurangi umurmu, dan hanya bisa di atasi dengan menjadi seorang alchemist."
Gu Lang pun kembali mengingat-ingat perkataan yang tuan tua katakan padanya sebelum ini, dan saat dia mengingat hal itu Gu Lang pun mengangguk mengiyakan.
"Saya ingat, tuan tua. Jadi apa yang harus saya lakukan?" tanya Gu Lang.
Tuan tua pun mengatakan efek sampin dari berlatih di sungai es ini, yaitu racun dingin. Racun dingin adalah sebuah racun yang menyerang tubuh seseorang dan menggerogotinya secara perlahan.
Dan racun itu akan menggila di tanggal 15 setiap bulannya. Dan di saat itulah, dia harus berusaha sekuat tenaga untuk bertahan jika masih ingin hidup.
"Teruslah berlatih alchemist, hingga kau menjadi seorang alchemist tingkat lima dan saat itu datang kau akan tau apa yang harus kau lakukan. Dan semakin lama kau berkembang, maka akan semakin lama pula kau harus menanggung rasa sakit dari racun dingin itu." Jelas tuan tua yang membuat Gu Lang sedikit terkejut.
Karena pada awalnya tuan tua hanya mengatakan jika umurnya akan berkurang, dan hanta bisa diatasi dengan cara menjadu seorang alchemist. Tapi dia tak mengatakn apoaun tentang racun dingin, dan rasa sakir yang harus dia rasakan setiap bulan karena racun itu.
Tapi meskipun begitu, tak ada penyesalan dalam raut wajah Gu Lang. Asalkan bisa membalaskan dendam keluarganya, maka pengorbanan sekecil itu tentu saja sudah sepantasnya dia lakukan.
__ADS_1
"Sekarang saatnya kembali ke rumah!" Gu Lang mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Ambillah bejana ini dan lakukan tugasmu. Kau harus ingat satu pesan dariku, anak muda. Jangan pernah menjadi sombng karena kekuatan, jangan menjadi iblis karena keserakahan dan dendam, jangan lupa diri karena takhta dan kedudukan."