Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 61


__ADS_3

"Jangan banyak bicara lagi, Gu Lang. Lebih baik kita akhiri ini semua segera, karena aku sudah tidak sabar untuk mengulitimu dan menjadikannya sebagai keset kaki!"


Gu Lang hanya tertawa sinis mendengar khayalan gila yang pastinya tak akan pernah menjadi kenyataan itu. Jangankan untuk mengulitinya, bahkan untuk mengalahkannya saja Yin Gang tak akan mampu melakukannya.


Yin Gang memutar pedang itu tepat di depan dadanya secara perlahan, hingga mecapai 360 derajat. Dan disetiap putaran itu, muncul sebilah bayangan pedang yang terlihat sama persis dengan aslinya.


Dengan satu putaran penuh saja sudah menghasilkan puluhan bayangan pedang yang mengeluarkan aura yang begitu menekan, "Formasi Pedang Dewa Pembunuh! Mata Yin Yang!"


Semua bayangan pedang serta pedang di tangan Yin Gang kini terarah pada Gu Lang, membentuk lambang Yin dan Yang.


Namun melihat itu, Gu Lang sama sekali tidak terlihat takut melainkan dia menatao remeh pada Yin Gang. Lagipula bagaimana mungkin beberapa puluh bayangan pedang itu mampu membuat Gu Lang gentar, sedangkan tadi dia bahkan menciptakan ratusan bahkan ribuan aura pedang untuk membunuh semua tetua keluarga Yin.


Tapi Gu Lang mengetahui perbedaan antara aura pedang dan bayangan pedang. Aura pedang akan hilang begitu pedang itu menyentuh aura lain atau objek yang dituju, sedangkan bayangan pedang akan tetap utuh selama pedang aslinya masih ada.


Itulah kelebihan dari bayangan pedang. Tapi tentu saja Gu Lang percaya diri jika dia bisa menemukan pedang aslinya hanya dalam beberapa kali analisa saja.


"Kepala keluarga benar-benar hebat! Ternyata dia sudah menguasai Jurus Formasi Pedang Dewa Pembunuh sampai tingkatan itu? Benar-benar jenius kultivasi!"


Mendengar celotehan itu, Bong Quan hanya bisa tertawa dalam hati, "Dasar orang-orang bodoh. Yin Gang itu sudah terlalu tua. Dia masih ada di tingkat Raja sampai sekarang tapi kalian menyebutnya sebagai jenius? Lalu sebutan apa yang pantas untuk Gu Lang?" Namun tentu saja, Bong Quan hanua mengatakan itu dalam hati. Karena dia tak seberani Gu Lang dalam mencari masalah, dan jika dia benar-benar mengatakan hal itu secara langsung maka sudah pasti dia akan menjadi bulan-bulanan para penonton disana.

__ADS_1


"Hoam..." Gu Lang pura-pura menguap lebar sambil melirik ke arah Yin Ganh yang sudah siap menyerangnya, "Apa kau sudah selesai bermain, Yin Gang? Kalau sudah mari kita mulai, aku sudah mulai mengantuk melihatmu bermain dengan pedangmu itu."


Mendengar ejekan Gu Lang, tentu saja membuat Yin Gang sangat kesal.


"Dasar bedebah sialan! Matilah kau! Serang!" Yin Gang mengendalikan jurusnya dan menyerang Gu Lang secara bertubi-tubi, namun Gu Lang dengan mudahnya menghindari semua pedang itu dengan menggunakan langkah awan. Dan tentu saja hal itu membuat Yin Gang semakin kesal dan terus menyerang Gu Lang tanpa henti, "Aaarrrgghhh!! Kau hanya bisa menghindar, dasar pengecut!"


Dan sesaat setelahnya, semua orang terdiam. Mereka terdiam bukan tanpa alasan, karena saat ini, sebilah pedang menancap tepat di dada Gu Lang hingga membuat Gu Lang memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Ha ha ha... matilah kau!" seru Yin Gang yang merasa sudah memenangkan pertandingan itu.


Tapi sayangnya itu hanyalah khayalan semata. Gu Lang dengan tenangnya mencabut pedang di tangannya dan menggenggam bilah pedang itu dengan tangan kosong. Dia seolah tak perduli saat kedua sisi pedang itu melukai tangannya.


"Kau yang bilang jika aku hanya berani menghindar kan? Tapi lihat? Pedangmu tidak lebih dari sekedar mainan anak-anak, dimataku."


Gu Lang menghancurkan pedang itu menjadi serpihan-serpihan kecil yang langsung berhamburan di tanah dan di saat itu pula semua bayangan pedang lainnya lenyap tanpa sisa.


"Kau! Kau... kau sengaja menerima serangan pedang itu, untuk menghancurkannya?!" Yin Gang menunjuk ke arah Gu Lang dengan wajah tidak percaya.


Ternyata Gu Lang memang sengaja menerima serangan itu, untuk mematahkan jurusnya dan dia juga sudah memperkirakan tempat serangan itu di titik yang aman dan tidak akan berakibat fatal untuknya.

__ADS_1


"Ternyata kau tidak sebodoh yang kukira." gumam Gu Lang sembari mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


Namun tiba-tiba saja, Yin Gang tertawa dengan begitu kerasnya dan membuat semua orang bingung bahkan mengira dia gila karena tak mampu melawan Gu Lang, hingga saat dia tiba-tiba berkata, "Dasar bodoh! Pedangku sudah diberi racun mematikan! Jadi sebentar lagi kau akan mati, dasar bocah ingusan yang bodoh!" Yin Gang tertawa dan membuat semua anggota keluarga Yin yang lain terkejut saat mendengar alasan Yang membuat Yin Gang tertawa sekeras itu.


"Oh ya? Aku lupa memberitahumu jika aku kebal dari racun apapun." Gu Lang tersenyum sinis sambil berjalam mendekat ke arah Yin Gang yang entah kenapa berjalan mundur, seperti kelinci yang sudah disudutkan oleh seekor serigala lapar yang besar.


"K-kebal dari segala racun?" lirih Yin Gang yang mulai ketakutan, karena Gu Lang memang terlihat baik-baik saja. Bahkan hal yang lebih aneh adalah, luka tusukan di tubuh Gu Lang sepertinya sudah sembuh, bahkan bekasnya saja hilang. "B-bagaimana bisa?" gumamnya sambil terus beringsut mundur.


"Tanyakan saja pada raja neraka." Gu Lang mengarahkan tangannya pada Yin Gang dengab aura yang sudah berkumpul di telapak tangannya itu. "Jurus Tapak Naga!" Aura hitam di tangan Gu lang itupun berbuah, membentuk sebuah tapak naga yang kecil, tak seperti biasanya saat Gu Lang menggunakan jurus itu.


Tapak itu menghantam tubuh Yin Gang dengan sangat keras, bahkan membuat tubuh pria paruh baya itu terpental cukup jauh ke arah penonton.


Dan tepat di dahi Yin Gang terdapat bekas tapak yang begitu membekas, dan membuat semua penonton berteriak histeris.


Namun serangan itu tak lantas membuat Yin Gang meregang nyawa, karena dia berdiri dengan susah payah dan berusaha kembali melawan Gu Lang.


"Uhuk! Uhuk! Kau... kau benar-benar membuatku marah!" Yin Gang berseru dengan keras, kemudian melesat maju tanpa senjata atau aura spiritual yang dia persiapkan untuk menyerang. Tentu saja hal itu terasa aneh bagi Gu Lang.


"Mundur! Dia mau meledakkan diri!" Awalnya Gu Lang terkejut mendengarnya. Hingga saat Bong Quan berteriak, Gu Lang baru mengerti tujuan Yin Gang dan berusaha menghindarinya namun dia terlambat.

__ADS_1


"Ha ha ha... Meskipun aku mati, aku juga akan membawamu bersamaku!" seru Yin Gang, saat tangan dan tubuhnya mulai membesar dan terus membesar dengan tangan yang masih menahan Gu Lang dengan aura spiritual, hingga membuat Gu Lang kesulitan saat berusaha membebaskan diri dari Yin Gang.


Duar!!


__ADS_2