
Note : Episode 44 kemarin ada sedikit kesalahan karena yang kekirim cuma separo alias sekitar 500 kata padahal seharusnya sekitar 1000 kata, tapi sudah di revisi. Jadi yang berkenan boleh baca ulang.🙏 maaf atas ketidaknyamanannya.🙈🙏
...*******...
Begitulah sifat asli manusia. Mereka akan lebih memikirkan kepentingan diri sandiri di atas kepentingan orang lain, mementingkan nyawa sendiri di atas nyawa orang lain. Bahkan manusia tega berjalan di atas darah dan daging para saudaranya hanya agar mereka bisa terus naik ke puncak tertinggi, menjadi tidak tertandingi.
Gu Lang pun menunggu kedatangan para tetua yang akan mengantarkan sendiri nyawa mereka ke hadapannya, "Kau, pergilah." Tentu saja ucapan itu ia tujukan pada wanita yang bersama dengan Gong Cai tadi.
Dan tentu saja wanita itu senang bukan kepalang mendengarnya, karena bukan inginnya menemani Gong Cai si pria tua nan tambun itu, melainkan dia terpaksa melakukan itu demi keselamatan keluarganya.
"Terimakasih tuan, terimakasih." Wanita itu langsung mengenakan pakaiannya dan berlari dengan terburu-buru untuk keluar dari ruangan itu.
"Sekte Racun Hitam ya? Bukankah itu salah satu sekte terbesar di negeri Benua Timur ini? Tapi ada masalah apa antara keluarga Gu dan sekte besar sekelas sekte Racun Hitam?" Se s
kerasa apapun Gu Lang memikirkan hal itu, tetap saja dia tak bisa memikirkan masalah besar apa yang ada di antara keluarga Gu dan sekte Racun Hitam, hingga mereka membinasakan keluarga Gu dan menahan ayahnya.
Lagi pula sekte besar seperti sekte Racun Hitam itu tentu saja tidak biasanya berurusan dengan keluarga-keluarga kecil seperti keluarga di negeri Canglan, kecuali jika mereka menemukan orang dengan bakat istimewa dan ingin membawa orang itu untuk masuk ke sekte mereka.
Dan kalaupun memang ada yang semacam itu di keluarga Gu, tidak mungkin juga mereka sampai harus menghancurkan dan membinasakan keluarga itu karena tak ada orang tua manapun yang akan menolak kesempatan emas semacam itu untuk anak mereka.
Jadi alasan apa lagi yang masuk akal dengan semua itu? Entahlah, Gu Lang akan mencari tau semuanya dan menemukan sang ayah, bagaimanapun caranya. Meski jika ia harus membalikkan seluruh sekte racun hitam, maka akn dia lakukan tanpa ragu.
__ADS_1
Sekte Racun Hitam adalah salah sekte nomor tiga di antara 5 sekte besar yang ada di benua timur ini, dan sekte racun hitam hidup berdampingan dengan keempat sekte besar lainnya yang salah satunya adalah Sekte Burung Surgawi, tempat di mana Meng Yixue berada saat ini yang juga merupakan sekte nomor empat terkuat di antara lima sekte besar.
Sedangkan untuk peringkat pertama masih tetap di pegang oleh sekte pedang dewa, peringkat kedua adalah sekte dewa obat dan sekte nomor lima adalah sekte master array.
Sekte racun hitam mengkhususkan murid-muridnya untuk berlatih kultivasi menggunakan pil racun yang mereka buat dengan bahan-bahan paling beracun, dan tentu saja pelatihan itu sangat mengerikan. Namun itu juga sebanding dengan apa yang mereka dapat. Setiap serangan langsung yang mereka lancarkan pada musuh-musuhnya, akan meninggalkan racun di tubuh musuh mereka pada saat yang bersamaan.
Karena itulah, musuh alami mereka adalah orang-orang dari sekte dewa obat, yang merupakan ahli obat. Hal pertama yang para tetua di sekte dewa obat lakukan pada murid-murid baru mereka adalah bagaimana cara menangkal racun, menetralisir racun dan menghilangkan racun itu sepenuhnya.
Sedangkan untuk sekte pedang dewa, mereka tetap menjadi nomor satu terkuat adalah karena mereka bisa melakukan apapun dengan pedang mereka. Cukup dengan menghindari serangan musuh dan menggunakan pedang untuk menyerang, maka segalanya akan selesai sehingga orang-orang sekte racun hitam pun enggan berurusan dengan orang dari sekte pedang dewa, yang memang terkenal kuat dan beringas.
Tak lama kemudian terdengar derap langkah beberapa orang mendekati kamar itu, dan Gu Lang yang kini sudah duduk di atas ranjang milik Gong Cai pun segera menurunkan kelambu penutup ranjang itu dan menunggu para cecunguk itu masuk.
Sedangkan tetua lain hanya diam dan menunggu Gu Lang yang mereka kira adalah Gong Cai itu mulai berbicara, dan menyampaikan maksud serta tujuannya memanggil semua tetua untuk menghadap.
"Ya, masalahnya sangat besar karena ini menyangkut nyawa kalian." Mendengar suara Gu Lang yang sangat jelas berbeda dengan suara kepala keluarga mereka, Gong Cai tentu saja membuat para tetua terkejut dan langsung memasang sikap waspada.
"Siapa kau!? Kenapa kau ada di kediaman kepala keluarga!?" seru Gong Rubai sambil menunjuk ke arah Gu Lang.
Gu Lang pun melesat dan berdiri tepat di hadapan Gong Rubai, yang tentu saja langsung membuat pria itu terkejut dan beringsut mundur dengan sikap siaga dan siap menyerang.
Sedangkan tetua lain juga semakin beringsut mundur dan menjaga jarak dengan Gu Lang, karena mereka tau jika pria bertopeng di hadapan mereka itu adalah orang yang tak bisa mereka lawan.
__ADS_1
Bagaiman mereka bisa melawannya jika mereka saja tak dapat melihat gerakan Gu Lang yang begitu cepat, dan tiba-tiba saja sudah berdiri di hadapan Gong Rubai dalam kurang dari satu kedipan mata saja.
"Aku tidak punya banyak waktu, jadi aku akan menagih nyawa kalian sekarang juga."
"S-siapa sebenarnya kau ini!? A-apa kesalahan yang sudah kami lakukan padamu sampai kau menginginkan nyawa kami!?"
Gu Lang melepaskan topengnya dan berkata, "Aku Gu Lang, putra dari Gu Xing Yan. Aku datang untuk membalaskan dendam seluruh anggota keluargaku yang sudah kalian bantai! Dan aku akan membuat kalian menemani mereka semua di alam baka!"
Gu Lang mencabut pedang iblis patah miliknya dan melesat maju menebas satu persatu kepala tetua keluarga Gong, tanpa ada satu pun dari mereka yang bisa melawan. Mereka saja tidak dapat melihat gerakan Gu Lang yang begitu cepat, apalagi harus menghindarinya, mustahil.
"Dengan ujung pedang iblis patahku, aku mengantarkan para pendosa ini ke hadapan kalian untuk mempertanggungjawabkan dosa mereka. Dengan mata pedang iblis patahku, aku membalaskan dendam atas kematian kalian. Dengan sarung pedang iblis patahku, aku berharap kalian mendapatkan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya."
Darah para tetua itu mengalir dan mewarnai lantai kediaman kepala keluarga Gong dengan warna merah darah, menebar aroma amis darah yang menguar memenuhi seluruh raungan.
Pemandangan mengerikan dengan mayat-mayat tergeletak di atas lantai, dengan kepala mereka yang sudah terlepas dari badannya.
Gu Lang memakai kembali topengnya dan melesat pergi meninggalkan kediaman keluarga Gong, dengan tujuan menuju rumah keluarga Xi.
Meskipun Gu Lang sudah menemukan petunjuk tentang siapa dalang dibalik pembantaian keluarganya, dan juga kemungkinan dimana ayahnya berada saat ini, tapi dia tak akan membiarkan para pendosa itu bahagian di atas darah dan daging keluarganya.
"Kalian semua harus mati!"
__ADS_1