
"Ada, tuan. Mari." Luo Luo membawa Gu Lang menuju ruang pelatihan.
Perhitungan waktu di menara langit dan dunia luar sangat berbeda. Berlatih di dalam menara langit selama satu hari, maka sama dengan berlatih di dunia luar selama satu jam.
Gu Lang mengangguk mengerti sekaligus senang mendengarnya. Luo Luo membuka pintu ruangan berlatih itu dan membuat Gu Lang kembali tercengang.
Pasalnya ruangan itu dilengkapi dengan array pengumpul aura spiritual, yang membuat aura spiritual di dalam ruangan itu sangat kental.
Tentu saja hal itu semakin membuat Gu Lang senang, karena itu berarti dia bisa meningkatkan levelnya lebih cepat dari biasanya, jika dia berlatih di dalam menara langit.
Terlebih dengan adanya perbedaan waktu di menara langit dan dunia luar, yang bisa membuatnya memiliki waktu lebih untuk berlatih.
Gu Lang duduk bersila dan memulai pelatihannya, sedangkan di rumah keluarga Gu saat ini sedang terjadi kekacauan besar.
"Kepala keluarga, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Kelima keluarga besar lainnya sudah mengepung kediaman, dan menutup akses jalan kita untuk bisa kabur."
Kepanikan melanda semua anggota keluarga Gu, pasalnya kelima keluarga besar lainnya di di kota Biluo kini tengah bersatu untuk mengepung kediaman keluarga Gu.
Tak ada yang tau apa alasan kelima keluarga besar bersatu untuk membinasakan keluarga Gu, tapi menurut Xing Yan tujuan mereka adalah membantai habis keluarga Gu sampai ke akar-akarnya.
"Kita tidak punya pilihan lain, kita lawan mereka bersama meski harus berjuang hingga ajal datang. Karena jalan damai juga sudah tidak bisa kita tempuh."
Gu Xing Yan membakar semangat seluruh anggota keluarga Gu.
"Kita keluarga Gu bukanlah pengecut, mari kita lawan mereka bersama, setidaknya mati dalam perjuangan lebih terhormat daripada mati dalam ketidakberdayaan."
Memang benar beberapa waktu lalu, Gu Xing Yan sudah mengusulkan jalan damai antara keluarga Gu dan kelima keluarga besar lainnya.
Tapi sayangnya, jalan damai itu tak diterima oleh kelima keluarga besar. Seolah ada seseorang di balik layar yang sudah mengendalikan mereka, dan membuat mereka hanya bisa patuh.
Terlebih hubungan keluarga Gu dan kelima keluarga besar lainnya tidak pernah memiliki masalah, sebelumnya.
Jadi alasan itu lebih masuk akal dari pada alasan lainnya.
Dalam benak Gu Xing Yan, selama Gu Lang masih hidup maka keluarga Gu belum musnah.
Dan dia juga sangat yakin, putra sekata wayangnya itu akan mampu membalaskan dendamnya suatu hari nanti.
"Gu Lang, ayah menyayangimu. Selama masih ada kau, keluarga Gu akan bangkit kembali," batinnya.
__ADS_1
Akhirnya mau tidak mau, seluruh anggota keluarga Gu pun keluar dari kediaman.
Terlebih array pelindung yang terpasang untuk melindungi kediaman, sudah hampir hancur.
Alasan lima keluarga besar harus bergabung adalah keluarga Gu yang memiliki orang-orang kuat di dalamnya, termasuk Gu Xing Yan sendiri.
"Akhirnya kau keluar juga, Gu Xing Yan? Kenapa? Apa kau sudah menyerah, dan mau mengakui kekalahanmu?!"
Seruan yang terdengar menggelegar itu membuat semua orang dari kelimanya keluarga besar tertawa, namun membuat anggota keluarga Gu murka.
Bagi seorang kultivator, harga diri lebih berharga dari apapun. Hidup dengan mempertahankan harga diri, lebih terhormat dari pada mati terhina tanpa perlawanan sama sekali.
"Aku tidak tau apa alasan kalian menyerang keluargaku, Shu Zeng. Tapi kami keluarga Gu bukanlah pengecut, kami akan melawan kalian sampai detik terakhir!"
Seruan Gu Xing Yan itu justru semakin mengundang gelak tawa kelima keluarga besar itu, seolah mereka hanyalah lelucon.
Keluarga Gu saat ini hanyalah seperti seekor kelinci, yang berjuang keras untuk bisa lepas dari kepungan sekelompok serigala besar yang hendak memangsa mereka.
"Hancurkan tempurung kura-kura mereka, dan habisi semuanya!" seru Shu Zeng membakar semangat para anggota aliansinya.
Orang-orang terkuat dari lima keluarga besar pun, bersatu untuk mengahancurkan array pelindung kediaman Gu.
Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya array itu pun hancur dan peperangan pecah saat itu juga.
Perbedaan jumlah pasukan, membuat keluarga Gu kewalahan. Terlebih lagi Gu Xing Yan yang harus menghadapi lima orang terkuat dari lima keluarga besar sekaligus.
Suara erangan kesakitan, juga bau amis darah mulai mewarnai jalannya peperangan.
Banyak anggota keluarga Gu yang sudah gugur, hingga kini hanya tersisa Gu Xing Yan seorang yang masih berjuang melawan musuh-musuhnya.
"Menyerahlah Xing Yan, tak ada gunanya lagi kau berjuang seperti itu. Kami tidak berniat membunuhmu, karena kami butuh kau hidup-hidup!"
Xing Yan begitu terkejut mendengarnya, karena awalnya dia mengira musuhnya ingin menghabisi seluruh keluarga gu tanpa terkecuali.
Tapi kini mereka malah mengatakan jika mereka akan membiarkan Xing Yan hidup, setidaknya untuk beberapa saat.
Namun di sisi lain, hal itu juga membuat Gu Xing Yan semakin yakin jika memang ada kekuatan besar yang mengendalikan kelima keluarga besar.
Seorang tokoh di balik layar yang mampu memerintahkan mereka untuk memusnahkan keluarga Gu dan berniat menjadikannya sandra.
__ADS_1
*
*
Gu Lang yang sedang berlatih, tiba-tiba saja menghentikan pelatihannya.
Sesuatu seolah membuatnya di liputi persaan tidak tenang, dan terus saja membuatnya gelisah sejak tadi.
Perasaan tak enak meliputi relung hatinya, seolah mengerti jika bencana besar sedang menimpa keluarganya.
"Ada apa ini, kenapa perasaanku tidak enak?"
Namun akhirnya Gu Lang memilih mengabaikan perasaan cemasnya, dan kembali melanjutkan perjalannya.
Karena dia harus segera sampai di kota Chuxuan, dan mendapatkan pil yang dia cari untuk menyembuhkan Xiao San.
Beberapa hari kemudian, Gu Lang akhirnya sampai di kota Chuxuan.
Karena hari sudah beranjak gelap dan Gu Lang juga sudah lapar, dia memilih untuk mencari sebuah penginapan.
Selain untuk istirahat dan makan, dia juga ingin mencari informasi tentang pil kehidupan yang dia cari.
"Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu?"
"Bawakan aku makanan terbaik yang kalian punya, dan siapkan satu kamar untukku."
"Baik, tuan." Pelayan itu pun menundukkan kepalanya, dan berlalu untuk menyiapkan pesanan Gu Lang.
Gu Lang melirik ke arah beberapa orang, yang sepertinya adalah murid dari sekte naga hijau, jika dilihat dari seragam yang mereka kenakan.
"Malam ini buku jurus tingkat atas akan di lelang di paviliun Cuxiao, sepertinya banyak orang yang akan berebut untuk mendapatkannya."
"Tentu saja, di negeri kita ini buku jurus peringkat kuning saja sudah sangat langka apalagi peringkat atas."
"Benar, buku itu pasti akan membuat orang-orang kuat berkumpul dan memperebutkannya, tapi meskipun tidak bisa mendapatkan buku jurus peringkat atas itu, masih banyak juga barang bagus yang lain bukan?"
Gu Lang yang mendengar pembicaraan murid-murid sekte naga hijau itu pun, berpikir untuk datang ke pelelangan yang akan diadakan oleh paviliun Cuxiao.
Karena mungkin saja akan ada pil kehidupan yang di lelang malam ini, "Paviliun Cuxiao ya? Sepertinya aku harus pergi ke sana."
__ADS_1